
“hai kak ini untuk kak reni” ucap gadis dengan wajah
tempat senyum indah terlukis sambil memberikan permen lolipop.
“makasih dek, tapi kakak nggak ulang tahun hari ini”
goda reni
“ini karna kak reni, pernah tolongin aku dari anak
nakal itu” ucap naila tulus.
“makasih naila cantik” kata reni sambil mengusap
lembut kepala naila.
“kakak pergi ngampus dulu ya” tambah reni
“iya kak, hati – hati di jalan ya” ucap naila
melambaikan tangannya.
Kampus
“lagi 5 menit enaknya ngapain ya” batin reni. reni
merogoh saku tas-nya lalu mengambil lilopop pemberian naila.
“hahaha ternyata di kampus se-elit ini ada bocil
guys” hina clawdya pada reni yang tengah menikmati lilopop.
“tau tuh, udah gede kelakuan kayak bocah” tambah
winda
“nggak punya masa kecil yang bahagia ya” tanya dion
dengan ejekannya.
lain halnya dengan rendi yang memilih tak menggubris
apapun dan memilih meninggalkan pemandangan tersebut.
“ren mau kemana” tanya dion yang melihat kepergian
rendi.
“daripada kita urusin ni bocil, mending kita
nongkrong yuk ke tempat biasa” usul winda
“boleh juga tuh” kata clawdya setuju.
setelah perkuliahan hari ini selesai, reni
__ADS_1
menyempatkan waktu untuk pergi ke taman dekat kampus. karena untuk hari ini
warteg tempat ia bisa bekerja ditutup untuk 2 hari.
di taman
“ya awas ya kalau kakak dapet” ucap reni berlari
kecil mengejar naila yang berlari.
“naila awas....”teriak reni pada naila. naila yang
menengok ke belakang dan akhirnya
brruuuukkk
naila menabrak seseorang yang berdiri menghalangi
arah larinya
“aauuuh” rintih kecil naila
“kamu nggak papa kan naila” kata reni sambil
membantu naila berdiri
“mana yang sakit” tambah reni sambil memutar – mutar
tubuh naila
ditabrak naila.
“lo, ngapain lo disini” tanya reni
“suka-suka gue lah, emang ni taman punya nenek
moyang lo” ketus rendi
Flash on
di parkiran mobil kampus
“ren mau kemana lo” tanya dion
“nongkrong yuk ke tempat biasa” ajak clawdya
“lain kali ya gue lagi nggak mood, gue duluan ya”
ucap rendi dengan beranjak masuk ke mobil sport miliknya.
“yaudah, tapi janji ya. lain kali ikut” kata clawdya
“iya lain kali” kata rendi
rendi melajukan mobil sport miliknya meninggalkan
__ADS_1
kampus.
“kemana ya, enaknya. ke rumah ntar ada mama lagi”
batin rendi dengan ters melajukan mobilnya.
“apa gue ikut ajakan mereka saja ya” tanya batin
rendi
“tapi ntar kalau nanya – nanya gue mesti jawab apa
coba” gerutuh rendi
rendi kemudian lebih memilih memarkir mobilnya di
taman dekat kampus. rendi mendudukkan dirinya di kursi taman dibawah pohon yang
rindang, dan tanpa sadar ia mulai menjelajahi dunia mimpi.
“hahahaha sini kak, kejar aku kalau bisa”
“ya awas ya kalau kakak dapet”
“siapa sihh, berisik amat” ucap rendi risih. rendi
kemudian menemukan sumber suara yang membawanya keluar dari dunia mimpi.
rendi kemudian beranjak menghampiri suara tawa riang
yang telah mengusiknya.
Flsh off
“maaf ya kak, naila nggak sengaja” ucap naila dengan
kepala yang menunduk. melihat hal itu entah apa yang mengusik hati rendi.
“ok kakak akan maaf tapi ada syaratnya” ucap rendi
dengan berkacak pinggang.
“syarat” kata reni dengan menaikkan kedua alisnya
“kak harus ikut main ok” ucap rendi sambil
tersenyum.
“nih orang kenapa, salah minum obat kali yaa” batin
reni heran dengan senyum rendi yang tak pernah dia lihat sebelumnya.
“ok kak” kata naila sambil mengangkat kepalanya
serta tersenyum pada rendi.
__ADS_1