Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#8


__ADS_3

“ngapain lo disini” ucap reni pada rendi yang tengah


menikmati matahari yang terbenam di bawah pohon yang rindang. rendi hanya


memandang reni yang berdiri di sebelahnya sekejap lalu kembali memandang arah


menghilangnya matahari. reni yang tak digubris sama sekali lebih memilih duduk


di samping rendi.


“lo ada masalah ya? “ tanya reni yang sedari tadi


memperhatikan wajah yang seakan penuh dengan beban. rendi memilih menutup mata


sembari bersandar pada sandaran kursi taman.


“kalau lo mau cerita, lo cerita aja sama gue. gue


akan jadi pendengar setia kok” kata reni yang terus bersuara meski tak mendapat


respon sedikit pun dari rendi,


“mataharinya indah ya, tapi keindahannya akan


membawa suatu kerinduan padanya setelah dia tergantikan bulan, sama halnya


dengan kehidupan kita manusia, meski kita pasti meninggalakan dunia ini tapi


setidaknya kita akan tetap meninggalkan setidaknya sedikit kenangan” kata reni


dengan terus menatap senja


“lo tahu kenangan itu kita dapat dari interaksi kita


sesama” tambah reni


“meski tidak semua kenangan itu sesaui yang kita


inginkan, dan sesekali kenangan itu akan memberi rasa pahit untuk kehidupan


kita, namun terkadang pula kenangan itu mampu membuat kita melukis senyum bukan


hanya untuk diri tapi juga untuk orang lain. apapun yang terjadi hari ini akan


menjadi kenangan”


“dan satu hal yang gue tahu setiap masalah yang kita


alami akan menjadi sebuah kenangan yang kuat di hari kedepannya” ucap reni


kemudian kembali terdiam.

__ADS_1


“kalau lo emang nggak mau cerita sama gue, nggak


papa kok” kata reni sambil tersenyum pada rendi tapi rendi tampak tak


menggubris hal tersebut sehingga membuat reni merasa kurang nyaman.


“bukan maksud gue buat ganggu lo” ucap reni sambil


beranjak berdiri untuk pergi dari tempat itu, namun tiba – tiba rendi menarik


pergelangan tangan reni.


“gue mohon lo tetap disini” kata yang diucapkan


rendi setelah sekian lama tak bersuara


reni kemudian kembali terduduk di kursi taman tanpa


bersuara


“thank’s ya udah nemenin gue” kata rendi


“iya sama – sama, masalh keluarga ya?” tanya reni


yang hanya di jawab anggukan rendi


“saran gue sih, sebaiknya kalian bicara dengan


dampaknya pada semua orang” jelas reni panjang lebar


“hmm iya, bawel bangret sih lo” ucap rendi dengan


mecubit pipi reni dengan gemes.


“sakit tau” ucap reni sambil mengelus pipinya.


“hahaha pulang yuk” ajak rendi dengan beranjak


berdiri


“lo mau terus duduk disitu, ini udah malam. pulang


bareng yuk” kata rendi berbalik menatap reni yang masih terduduk.


rendi kemudian berjalan mendekat keearah reni


kemudian menggenggam tangan reni.


setelah 15 menit perjalanan mobil sport rendi sampai


di panti

__ADS_1


“makasih ya udah diberi tumpangan” ucap reni


beranjak keluar mobil, reni tak mengajak rendi masuk karena ia merasa kurang


nyaman pada orang – orang di dalam panti.


“you’re welcome” ucap rendi singkat


“hati – hati di jalan ya” ucap reni sambil


melambaikan tangannya.


dalam perjalanan kembali ke rumah rendi terus


memikirkan permintaan ayahnya yang membuat mereka bertengkar.


Flash on


“ren ayah mau bicara sama kamu” ucap bayu yang masih


membaca koran.


“kenapa yah” kata rendi duduk di sofa


“besok kamu mulai bekerja di kantor” kata bayu


sambil meletakkan koran ke atas meja


“tapi rendi masih belum siap ayah” ucap rendi


“itu karena kamu hanya nongkrong nggak jelas dengan


teman kamu, harusnya kamu bisa seperti kakak kamu dia mampu membantu ayah


membangun perusahaan kita.” bentak bayu


rendi yang mendengar itu langsung berdiri dan


berjalan ke arah pintu.


“mau kemana kamu?” tanya bayu dengan suara meninggi


“mau nongkrong nggak jelas sama teman aku” ucap


rendi dingin


“rendi kembali kesini, ayah belum selesai ngomong”


teriak bayu yang semakin emosi melihat tingkah anaknya yang pergi membawa mobil


sport kesayangannya.

__ADS_1


Flash off


__ADS_2