Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#26


__ADS_3

Setelah bertemu dengan para kontraktor di sebuah kafe ternama. Rendi beserta rombongannya menuju ke hotel tempat mereka beristirahat selama beberapa hari kedepan.


Huffttt


Selama perjalanan ke tempat penginapan rendi yang duduk di jok belakang sesekali menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Apa dia juga merasakan hal ini?" Kata rendi sambil memikirkan reni


"Mengapa waktu begitu lama? Apa Tuhan sedang menghukum ku? Hari ini terasa cukup panjang?" Ucap rendi dengan sesekali mengusap kasar rambutnya.


"Apa ada yang mengganggu bapak?" Tanya Rahel sekertaris rendi yang memperhatikan tingkah rendi yang bisa dikatakan kurang nyaman dari kaca spion mobil.


"Tidak, sepertinya saya sedikit lelah" jawab rendi asal


"Makan malam nanti bisa saya pindah jadwalkan, jika bapak ingin beristirahat" usul rahel dengan senyum tipisnya


"Tidak, lakukan saja seperti jadwal!" Tegas rendi


"Tapi sepertinya bapak sudah lelah?" Tanya rahel


"Saya hanya butuh beberapa menit untuk istirahat dihotel nanti" jawab rendi


"Baiklah kalau itu yang bapak inginkan" kata rahel frustasi dengan usulannya


Setelah sampai di hotel tempat mereka menginap, rendi langsung bergegas memasuki kamarnya untuk menyegarkan kembali raganya di bawah guyuran shower.


***


"Selamat malam pak, kita harus segera berangkat " ucap rahel dengan sopan


"Baiklah, tunggu saya di lobi" jawab rendi


"Baik pak" ucap rahel sebelum beranjak pergi berlalu


"Maaf menunggu lama, ayo kita berangkat" ucap rendi menghampiri sang sekertaris


"Baik pak" ucap rahel mensejajarkan langkah dengan rendi menuju mobil yang sudah menuggu mereka


"Apa semua sudah beres?" Tanya rendi dari jok belakkang mobil


"Sudah pak, semua sudah saya atur" jawab rahel dari jok depan mobil tanpa menoleh


"Bagus" ucap rendi sambil membuka ipad di tangannya.

__ADS_1


"Berapa persen keuntungan yang kita dapat jika kontrak ini berhasil?" Tanya rendi tanpa beralih dari ipadnya


"Keuntungannya bisa mencapai 34 persen pak" jawab rahel


"Jadi bisa dikatakan ini proyek yang cukup besar untuk perusahaan" ucap rendi mengalihkan pandangannya keluar mobil dengan suasana jalan malam yang cukup ramai serta dihiasi cahaya - cahaya lampu jalanan serta lampu toko pinggiran jalan.


"Bisa dikatakan seperti itu pak, oleh dari itu kita harus bisa meyakinkan para investor dengan perjamuan makan malam ini" jelas rahel


"Semoga ini berjalan sesuai dengan rencana" ucap rendi


"Iya pak"


Setelah makkan malam usai mereke kemudian mulai membahas proyek kerja sama mereka, dengan rendi dan rahel yang bergantian menjelaskan proyek tersebut hingga isi kontrak dengan baik.


"Saya setuju dengan kontrak proyek ini, dan saya cukup terkesan dengan penyampaian singkat kalian" ucap pak Harsono.


"Trima kasih atas pujiannya, tapi ini semua berkat sekertari saya yang ulet dalam mempersiapkan pertemuan ini" ucap rendi menyanjung rahel


"Apa nak rahel sudah memiliki pasangan" tanya pak Harsono dengan senyum yang mencurigakan


"Maaf pak taapi itu urusan pribadi saya" ucap rahel yang menaandakan kerisihannya dengan tatapan serta senyum pak Harsono


"Rupanya anda sangat profesional" ucap pak Harsono masih dengan senyumnya


"Maaf saya tinggal sebentar" ucap rendi beranjak berdiri sambil merogoh saku jasnya


"Hallo ada apa?" Tanya rendi saat panggilan sudah terhubung


"Apa proyek disana sudah beres?" Tanya rizki


"Belum kak, apa ada masalah di perusahaan?" Ucap rendi cemas


"Usahakan proyek disana selesai besok, di perusahaan pusat ada sedikit masalah"


"Apa kakak tidak bisa menyelesaikannya" tanya rendi dengan intonasi lemah


"Penerbangan kakak ditunda karena cuaca, pokoknya usahakan besok kamu balik ke jakarta" tegas rizki


"Tapi kak.."


" nanti file meetingnya kakak kirim lewar email ok"


"Iya besok aku usahakan"

__ADS_1


Saat rendi berjalan mendekat ke meja mereka, terdengar suara keributan yang membuat rendi mempercepat langkahnya.


"Ada apa ini? " tanya rendi


"Saya ingin anda memecat sekertaris anda" kata pak harsono dengan intonasi tinggi yang menyita seluruh perhatian pengunjung kafe tersebut


"Apa maksud anda, dan apa hak anda meminta hal tersebut" kata rendi dengan suara yang mulai meninggi


"Sekertaris anda berusaha menggoda saya dan melakukan hal yang tak terpuji kepada saya" kata pak harsono sambil bertolak pingnggang.


Rendi yang langsung menatap kearah rahel dengan keadaan yang cukup buruk. Dres selutut tanpa lengan yang dia gunakan tampak basah dan kedua tangan yang menyilang memegang lengannya, yang tampak merasa kedinginan dengan air mata yang mulai membasahi pipinya. Rendi yang melihat keadaan rahel dengan sigap melepas jas hitam yang ia kenakan dan memakainya untuk menutupi tubuh rahel


"Maaf saya tidak bisa melakukan hal itu" tegas rendi


"Kalau begitu kerja sama kita akan saya batalkan detik ini juga" tantang pak harsono


"Itu tidak masalah, dan saya yakin rahel tidak akan berbuat seperti yang bapak tuduhkan" ucap rendi mengambil kontrak yang terbengkalai di atas meja dan menyobeknya menjadi empat bagian.


"Kamu berani membatalkan kerja sama kita demi perempuan jal*ng ini" ucap pak harsono sambil menunjuk rahel


"Iya, dan saya akan mengorbankan apapun agar dia tetap berada di sisi saya" ucap rendi sambil merangkul tubuh mungil rahel yang mulai gemerat.


"Apa kamu baik - baik saja?" Tanya rendi yang hanya dijawab dengan tatapan rahel


"Oh iya tidak mungkin kamu baik - baik saja dengan keadaan seperti ini" ucap rendi dengan senyumnya


"Pak kita langsung pulang saja" ucap rendi sambil membukakan pintu untuk rahel


"Baik pak"


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2