Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
Episode 7


__ADS_3

 “wah kalung lo bagus banget” ucap winda memandangi benda yang berkilau melingkari leher


clawdya.


“oh ini, hanya souvenir kecil dari perjalan bisnis


nyokap gue” ucap klawdya dengan memamerkan kalung berliannya.


“lo enak banget ya wid, gue ma boro – boro di


sempatin waktu luang aja nggak pernah” rengek dion yang merasa iri dengan


kehidupan klawdya teman dekatnya.


“udah – udah lo jangan sedih gitu ntar lo mewek


lagi, mendingan kita nongkrong yuk” ucap klawdya


“tau nih dion cowok kok lembek gitu, ayo pergi” kata


winda menyenggol dion dengan sikunya.


“lo ikutkan ren” tanya dion


“ingat lo udah janji kemaren” kata widya


mengingatkan rendi.


“iya gue ikut” ucap rendi dingin


di kafe


terlihat beberapa mobil mewah memasuki kawasan kafe


yang menyita semua perhatian setiap orang berada di tempat itu.


mereka kemudian terlihat duduk teras kafe yang dapat


memperlihatkan keindahan serta keramaian kota, setelah pesanan mereka disajikan


diatas meja. mereka kembali membuka percakap dengan menikmati pesanan mereka.


“lo kenapa ren” tanya dion pada rendi yang nampak

__ADS_1


bungkam sedari tadi.


“tau nih muka ditekuk mulu” timpl winda


“kalau lo ada masalah, lo cerita aja ke kita” ucap


klawdya


“gue nggak papa” kata rendi dengan mengalihkan pandangannya.


“nggak lo pasti nyembunyiin sesuatu dari kita kan?,


rendi yang gue kenal nggak pernah bersikap cuek sama apa yang kita omongin”


“ngacoh kalian orang gue biasa – biasa saja” kilah


rendi.


“tapi lo beda banget beberapa hari ini ren” ucap


dion


“nggak asik deh”


seketika suasana menjadi sepih, hanya pengunjung


riuh.


“udah jangan pada mellow gini kali, nggak seru deh”


ucap dion membuka percakapan


“wid gue bisakan mesen satu paket” kata winda


mengalihkan pandangannya pada kalung klawdya


“mesen apa win?” tanya klawdya yang tak mengerti


pembicaraan winda


“kayak kalung lo, tapi gue mau permatanya di ganti


dengan rubi terus satu paket yaa, cincin, gelang, kalung, sama antingnya jangan

__ADS_1


lupa” sarkaas winda.


“ok, nanti gue tanya sama nyokap gue”


mereka kembali melanjutkan percakapan serta canda


gurau mereka, namun sosok bayangan terus mengusik ingatan rendi, sosok yang


mampu membuatnya mengatakan maaf. entah apa yang terjadi pada rendi namun


setelah dari klub malam tempo hari


Flash on


sang sopir keluar dari mobil, rendi yang duduk di


kursi samping kemudi menangkap sosok reni tang tengah berbicang dengan supir,


“ngapain tuh cewek, kalau dilihat dari penampilannya sepertinya dia yang


membersihkan sepanjang jalan ini” baatin rendi


saat rendi terus menatap ke arah reni ada sebuah


rasa yang berkecamuk di dada rendi, rendi yang menyadari rasa itu tetap


memandang reni dari dalam mobil dengan kaca hitam. bisa di pastikan orang dari


luar takkan mampu menembuskan pandangannya ke dalam mobil tersebut. semakin


lama rendi kian menatap lekat kearah reni dan sesaat reni menatap ke arah mobil.


tatapan rendi sempat beradu meski reni tak menyadarinya.


“kenapa seakan ada rasa penasaran yang terbesik saat


aku menatap wanita itu” batin rendi.


“hei pak ngapain ngobrol disitu” ucap clawdya yang


keluar dari mobil sambil memegangi kepalanya yang masih pusing.


“iya non, maaf ya dek” ucap sang sopir sambil

__ADS_1


berjalan menuju mobil.


Flash off


__ADS_2