Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#12


__ADS_3

  Ting bunyi handpone


reni  yang menandakan satu notif pesan


masuk


“apa kita bisa bertemu di taman” pesan rendi


“boleh tapi agak sore, nggak papakan” tanya reni mengirim


pesannya


“tentu, aku tunggu ditempat biasa ok”


reni yang masih berada di warteg kemudian mulai mempercepat


gerak untuk menyelesaikan tugasnya, karena bagi reni menunggu adalah hal yang


paling membosankan sehingga ia selalu berusaha agar ia tak membuat siapappun


menunggunya.


di taman


rendi yang sudah duduk di kursi taman tempat mereka biasa


duduk, dengan rasa rindu yang berkecamuk di dadanya. tak henti – hentinya rendi


terus menatap kearah jalan raya tempat sosok yang ia rindukan datang


“mengapa aku bisa merasakan hal semacam ini dengan sangat


cepat, bahkan aku tak membutuhkan alasan untuk mendapatkan perasaan ini” batin


rendi, yang mulai tak sabar ingin bertemu dengan reni


“ hai ” sapa reni melambaikan tangannya di seberang jalan


rendi yang melihat reni membalas lambaian tangan reni dengan


senyum yang mulai mengembang di bibirnya


“udah lama nunggunya” ucap reni mendekat kearah kursi taman


tempat rendi berada dengan sebuket bunga mawar merah di pangkuannya


“hehe lumayan, ini untuk kamu” ucap rendi sambil memberikan


buket bunga tersebut


“maaf ya udah buat kamu nunggu dan trima kasih bunganya


cantik” kata reni beranjak duduk di samping rendi


“it’s ok, aku ngerti kok kamu harus menyelesaikan kerjaanmu


di warteg terlebih dahulu”


“kamu tahu darimana kalau aku bekerja di warteg tanya reni


penasaran


“kamu lupa ya kita pernah satu kampu, itupun kita satu kelas

__ADS_1


jadi mudah bagiku untuk tahu tentang kamu” jelas rendi dengan melipat tangannya


di dada


“oh iya juga ya” kata reni membenarkan kata rendi


“jadi bagaimana” tanya rendi yang menatap intens ke arah


reni


“bagaimana apanya” tanya balik reni yang tak mengerti arah


pertanyaan rendi


“tentang pertanyaanku kemarin”


“kalau aku sih, iya asalkan masih dalam porsi dan batasan


yang sesuai” jelas reni mengiyakan permintaan rendi kemarin


“kamu serius, makasih ya. aku sangat bahagia dengan jawaban


dari mu” ucap rendi menggenggan tangan reni dengan mata yang berkaca – kaca yang


merasakan kelegaan dalam hatinya.


“iya aku juga bahagia karena tuhan sudah mengirim kamu di


sisiku”


“meski aku tak tahu apa perasaan cinta seperti ini,namun  yang ku tahu dan kuyakini cinta akan datang


dan hadir dengan perlahan sejalan dengan kedekatan serta kebersamaan, dan aku


“sayang kamu sudah makan” tanya rendi dengan senyum yang


terus menghiasi wajah


“sayang” ucap reni menaikkan alisnya


“iya kan kita udah resmi nih, jadi nggak papakan aku panggil


sayang”


“ya nggak papa sih, Cuma agak aneh saja dengarnya” ungkap


reni dengan menundukkan kepalanya


“mungkin karena belum biasa” tambah reni mengangkat wajahnya


dengan senyum tipisnya


“tenang saja nanti kamu akan terbiasa, percaya sama aku”


pungkas rendi


“iya aku percaya sama kamu, yaudah pergi makan yuk, aku yang


pilih tempatnya ya” kata reni penuh semangat


“iya apa sih yang nggak buat kamu” ucap rendi berdiri dengan


tanpa melepaskan genggaman tangannya

__ADS_1


mereka kemudian meninggalkan taman menggunakan mobil sport


kesayangan rendi dengan mengikuti petunjuk arah dari reni. tak butuh waktu lama


mereka sampai di tempat yang dimaksud reni, karena jalanan kota tak terlalu


macet.


“kamu yakin mau makan di tempat seperti ini” tanya rendi


yang cukup heran melihat tempat makan di depannya


“iya, tenang saja kualitas makanannya terjamin enak kok,


lagian tempat ini mengutamakan kehigienisan makan serta harganya pas di dompet


jelas reni melepaskan seat belt


“udah percaya aja sama aku” kata reni melihat rendi yang


masih diam mengamati tempat makan tersebut


“yaudah deh, tapi jujur  dari kecil aku nggak pernah makan di tempat seperti ini bahkan nggak


pernah ngebayangin makan dipinggir jalan seperti ini” kata rendi


“makanya ayo turun, gue jamin kamu nggak bakal nyesel” ucap


reni meyakinkan rendi


setelah mereka duduk, reni langsun memesan nasi kucing dan


ayam lalapan serta es teh untuk minumnya.


“mari makan” ucap reni, yang melihat rendi yang masih


menatap makanan di hadapan mereka


“gimana enak” tanya reni pada rendi yang memasukkan sesendok


nasi kucing ke dalam mulutnya


“hmmm enak, kalah sama  masakan orang di rumahku” ucap rendi menikmati pesanan reni


reni hanya bisa tersenyum untuk menanggapi hal tersebut.


setelah mereka selesai makan rendi langsung mengantar reni


pulang karena malam sudah mulai larut.


di panti


“makasih ya udah dianterin” ucap reni


“iya sama – sama sayang, sana masuk istirahat besok harus


kuliah. slamat malam” ucap rendi tersenyum


“hati – hati dijalan ya” kata reni melambaikan tangannya


“ok sayang sampai jumpa besok” kata rendi membalas lambaian


tangan dari dalam mobil

__ADS_1


__ADS_2