Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#25


__ADS_3

Di tempat tidur pasien tampak sesosok perempuan dengan selang infus yang terhubung ke tubuhnya. Dengan mata yang terpejam erat seakan sang empunya tak ingin terbangun dari tidurnya yang dalam.


"Ren mau sampai kapan kamu disana" ucap ana yang terduduk di kursi tepat di samping reni dengan menggenggam erat tangan yang terasa dingin dan tak bergerak sedetikpun


"Tau nggak" tambah ana


"Hehehe bagaimana juga kamu tau. Kamu kan hanya terbaring seperti ini" canda ana dengan senyum di bibirnya.


"Yaudah kalau nggak mau jawab. Sini aku kasih tau" kata ana dengan sedikit menarik napas


"Aku kangen sama kamu. Di kampus nggak ada yang mau ajarin aku lagi, dan nggak ada juga yang mau kerja tugas bareng aku lagi" keluh ana


"Teman - teman pada bilang otakku lemot, nggak berisi, dan yang paling kejam mereka bilang aku nggak tau apa - apa" rengek ana dengan suara memelas


"Makanya kamu bangun. Biar kamu saja yang ngajarin aku" pintah ana sambil menggoyangkan pelan lengan reni.


"Rendi akan keluar kota untuk perjalanan bisnis beberapa hari kedepan, jadi dia nggak akan jenguk kamu beberapa hari ini" ucap ana beranjak dari duduknya menuju jendela dan membuka kain horden agar sinar mmatahari dapat masuk ke ruangan tersebut.


"Kurasa dia agak kurusan, dan juga dia kurang memperhatikan dirinya lagi"


"Rendi sangat merindukanmu dia sangat terpukul dengan keadaan mu, jadi ku mohon cepatlah bangun sudah cukup kamu tidur sebulan ini" kata ana sambil membetulkan selimut ke tubuh reni.


Tok tok tok


"Slamat pagi mbak" ucap seorang suster dengan ramah


"Pagi sus" balas ana


"Gimana sus, apa ada perkembangan?" Tanya ana pada suster yang tengah memeriksa kondisi reni yang hanya dijawab dengan senyum sang suster.


"Maaf mbak sepertinya tidak ada, kalau begitu saya permisi" ucap sang suster sebelum berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


***


"Kakak mau berangkat kuliah ya?" Tanya lusi yang baru datang dengan ibu panti

__ADS_1


"Iya dek, kan sudah ada ibu sama kamu yang jagain reni" ucap ana tersenyum


"Nanti setelah kuliah kakak balik lagi kesin, kalau begitu ana pamit ya bu" pamit ana


"Iya hati - hati di jalan ya nak, belajar yang rajin" ucap ibu


"Iya bu" ucap ana sambil mencim punggung tangan ibu


"Pagi kak, kakak kapan mau bangun" tanya lusi sambil mengelus punggung tangan reni


"Cepat bangun ya kak, aku pengen main boneka sama kakak sekalian nanti kita main masak-masak" tambah lusi


"Iya reni cepat bangun ya nak, adikmu yang lain pengen banget ketemu kamu. Mereka ingin kesini tapi nggak mungkin kan ibu bawa semua anak panti kesini, jadi cepatlah bangun nak" ucap ibu menimpali perkataan lusi


Selama reni terbaring koma di rumah sakit ana dengan setia menemani reni dan bergantian dengan ibu panti saat ana akan pergi ngampus. Rendi juga sering datang jenguk reni saat jam istirahat dari pekerjaannya.


***


"Slamat pagi pak, ini dokumen yang perlu bapak bawa nanti" ucap sekertaris rendi menyerahkan sebuah dokumen


"Jam berapa keberangkatan kita nanti?" Tanya rendi sambil membuka dokumen tersebut


"Lalu apa kegiatan pagi ini"


"Kita ada meeting jam 2 jam lagi untuk membahas proyek yang belum rampung minggu lalu pak"


"Apa meetingnya bisaa di majukan sejam, saya harus ke suatu tempat nanti"


"Bisa pak, saya akan infokan ke karyawan lain"


"Baik, kamu sudah bisa kembali bekerja"


Begini lah kehidupan rendi, meski memiliki segudang kesibukan namun selalu meluangkan waktunya untuk menjenguk reni di rumah sakit. Rendi juga selalu berusaha agar ayahnya dan orang - orang di kantor tak mengetahui hal tersebut. Jam makan siang rendi selalu habiskan di rumah sakit. Menceritakan kesibukannya di kantor dengan reni.


***

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk" kataa ibu yang masih membersihkan reni dengan handuk kecil yang basah.


"Slamat siang bu" ucap rendi memasuki ruangan reni


"Ehh nak rendi masuk nak" ucap ibu


"Ini bu rendi bawain makanan. Istirahat dulu bu" ucap rendi meletakkan makanan tersebut ke atas meja.


"Nggak usah repot-repot nak, ibu juga udah makan tadi" ucap ibu meletakkan handuk kecik kedalan loyang kecil.


Rendi kemudian mendekat ke arah reni terbaring.


"Hai ren, gimana kabar mu hari ini?" Tanya rendi


"Ren beberapa hari kedepan aku nggak jengukin kamu, aku harus keluar kota. Sebenarnya aku udah berpesan ke ana buat nyampaiin ini. Tapi aku takut ntar ana lupa, jadi aku sempatin kesini buat ngasih tau kamu" jelas rendi


"Reni kamu kapan mau bangun, aku mau kamu jelasin beberapa hal? Aku mau kita perbaiki hubungan kita" Ucap rendi duduk dikursi samping reni


"Aku rindu banget makan siang dari kamu" tambah rendi


"Maaf ya aku nggak pernah berusaha dengerin penjelasan kamu waktu kita terakhir bertemu" kata rendi dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


"Sepertinya aku harus balik ke kantor, keberangkatan ku sebentar lagi, doain aku ya semoga aku semuanya lancar"ucap rendi beranjak berdiri.


"Bu saya pamit mau balik ke kantor" kata rendi


"Lagi sibuk ya nak? " tanya ibu


"Iya bu, harus keluar kota beberapa hari kedepan" jawab rendi


"Hati -hati di jalan ya nak"k kata ibu


"Iya bu" ucap rendi meniggalkan ruangan reni.

__ADS_1


 


 


__ADS_2