
di rumah kusuma
rendi yang keluar dari kamar mandi dengan hanya
menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, dengan handuk kecil yang
dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.
tok tok tok
“ren kakak boleh masuk” ucap rizki setelah mengetuk
pintu kamar rendi.
“masuk aja kak, pintunya nggak dikunci” kata rendi
“gimana kuliahnya ren” tanya rizki basa basi sambil
mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur
“nggak usah basa basi, to the point kak” kata rendi
sambil mengenakan baju santai
“ok, mama nungguin kamu dari tadi” kata rizki
berbaring di atas tempat tidur.
“terserah mama mau ngapain” ketus rendi
“mama ngak bermaksud untuk..” kata rizki memiringkan
tubuhnya untuk menatap rendi
“tau ahh, minggir gue mau tidur” potong rendi
“emang kamu nggak kasihan sama mama” ucap rizki
menggeser tubuhnya
“udah jangan dibahas, lebih baik kakak pergi ke
kamar kakak, gue mau istirahat. capek tau” kata rendi mulai memejamkan matanya.
“kakak nggak akan keluar sebelum kamu mau nemuin
mama” ucap rizki
“iya ok, besok gue bicara sama mama, gue mau
istirahat” kata rendi dengan mata yang masih terpejam.
“nah gitu dong, tapi janji ya” kata rizki beranjak
dari tempat tidur.
“iya besok”
__ADS_1
setelah kepergian rizki dari kamar rendi, rendi
kemudian membuka matanya menatap langit kamarnya. pikirannya rendi kini terus
melayang – melayang dan entah kenapa bayangan reni hadir diatas kepalnya.
“arrhhh kenapa gue ingat tuh cewek” gerutuh rendi
sambil memegangi kepalanya
“tapi senyumnya juga manis kok” senyum mulai
terlukis di wajah rendi seiring dengan kehadiran bayangan reni di benaknya.
pagi hari di rumah kusuma
di meja makan semua orang telah berkumpul menikmati
sarapan tanpa ada percakapan. pagi yang terasa mencekap tanpa ada yang ingin
memulai percakapan.
“ehheeemm” deheman rizki melirik ke arah rendi yang
duduk tepat di depannya. rendi yang mengetahui dipantau rizki tampak tak
menggubrisnya. rizki yang mulai kehilangan kesabaran mulai menyenggol – nyenggol
sepatu rendi dengan kakinya.
“maaf” kata rendi yang mulai tak tahan dengan
yang dikatakan rendi, rendi yang terkenal dingin serta tak pernah mau mengalah
mengatakan maaf.
“apa yang barusan lo bilang, ren” kata bayu tak
percaya dengan pendengarannya.
“maaf atas kejadian dua hari lalu” jelas rendi
“mama nggak salah dengarkan, ren” ucap rianti tak
percaya
“rendi berangkat dulu pa ma” ucap rendi beranjak
pergi. semua orang yang masih di ruang makan kembali terdiam, bergulat dengan
fikiran mereka masing – masing.
“kenapa harus kata itu yang ku ucapkan” gerutuh
rendi sambil memukul setir mobilnya.
“siaal apa yang terjadi padaku” guman rendi menatap
__ADS_1
ke luar mobil.
“udahlah ren ini semua sudah terjadi, setidaknya
kamu sedikit merasa lega” batin rendi.
tanpa sadar rendi menangkap sosok yang terus
mengusik fikirannya semalam. reni yang sedang menyapu di pinggir jalan tanpa
menyadari rendi yang terus mengamatinya dari dalam mobil sport mewah.
“reni” panggil rendi keluar dari mobilnya.
“ngapain dia disini” kata reni menangkap sosok yang
memanggilnya.
“ngapain bengong disini” ucap rendi mendekati reni.
“gue yang harusnya nanya ngapain lo di sini” tanya
reni
“gue mau bantuin lo” kata rendi mengambil sapu lidi.
“serius lo” kata reni tak percaya
“kamu nggak percaya sama aku”
“ya lumayan nggak percaya sih”
rendi kemudian mulai memulai membantu reni sedangkan
reni kembali melanjutkan pekerjaannya.
“nih buat kamu” ucap reni memberikan sebotol air
mineral.
“hmmm, kamu tiap hari kerja kayak gini” tanya rendi
sambil meneguk air pemberian reni.
“kamu nggak punya kerjaan yaa” tanya reni
“enggak emang kenapa, eh lo mau kemana”
“tau deh, gue mau pulang siap-siap ke kampus”
“mau gue anter nggak”
“nggak usah, mending lo pulang mandi, badan lo bau
tu” ucap reni meninggalkan rendi.
“rendi makasih ya udah bantuin gue” teriak reni
__ADS_1
“ok sipp” kata rendi sambil mengangkat ibu jarinya,
dan beranjak tempat tersebut.