Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#6


__ADS_3

di rumah kusuma


rendi yang keluar dari kamar mandi dengan hanya


menggunakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, dengan handuk kecil yang


dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


tok tok tok


“ren kakak boleh masuk” ucap rizki setelah mengetuk


pintu kamar rendi.


“masuk aja kak, pintunya nggak dikunci” kata rendi


“gimana kuliahnya ren” tanya rizki basa basi sambil


mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur


“nggak usah basa basi, to the point kak” kata rendi


sambil mengenakan baju santai


“ok, mama nungguin kamu dari tadi” kata  rizki


berbaring di atas tempat tidur.


“terserah mama mau ngapain” ketus rendi


“mama ngak bermaksud untuk..” kata rizki memiringkan


tubuhnya untuk menatap rendi


“tau ahh, minggir gue mau tidur” potong rendi


“emang kamu nggak kasihan sama mama” ucap rizki


menggeser tubuhnya


“udah jangan dibahas, lebih baik kakak pergi ke


kamar kakak, gue mau istirahat. capek tau” kata rendi mulai memejamkan matanya.


“kakak nggak akan keluar sebelum kamu mau nemuin


mama” ucap rizki


“iya ok, besok gue bicara sama mama, gue mau


istirahat” kata rendi dengan mata yang masih terpejam.


“nah gitu dong, tapi janji ya” kata rizki beranjak


dari tempat tidur.


“iya besok”

__ADS_1


setelah kepergian rizki dari kamar rendi, rendi


kemudian membuka matanya menatap langit kamarnya. pikirannya rendi kini terus


melayang – melayang dan entah kenapa bayangan reni hadir diatas kepalnya.


“arrhhh kenapa gue ingat tuh cewek” gerutuh rendi


sambil memegangi kepalanya


“tapi senyumnya juga manis kok” senyum mulai


terlukis di wajah rendi seiring dengan kehadiran bayangan reni di benaknya.


pagi hari di rumah kusuma


di meja makan semua orang telah berkumpul menikmati


sarapan tanpa ada percakapan. pagi yang terasa mencekap tanpa ada yang ingin


memulai percakapan.


“ehheeemm” deheman rizki melirik ke arah rendi yang


duduk tepat di depannya. rendi yang mengetahui dipantau rizki tampak tak


menggubrisnya. rizki yang mulai kehilangan kesabaran mulai menyenggol – nyenggol


sepatu rendi dengan kakinya.


“maaf” kata rendi yang mulai tak tahan dengan


yang dikatakan rendi, rendi yang terkenal dingin serta tak pernah mau mengalah


mengatakan maaf.


“apa yang barusan lo bilang, ren” kata bayu tak


percaya dengan pendengarannya.


“maaf atas kejadian dua hari lalu” jelas rendi


“mama nggak salah dengarkan, ren” ucap rianti tak


percaya


“rendi berangkat dulu pa ma” ucap rendi beranjak


pergi. semua orang yang masih di ruang makan kembali terdiam, bergulat dengan


fikiran mereka masing – masing.


“kenapa harus kata itu yang ku ucapkan” gerutuh


rendi sambil memukul setir mobilnya.


“siaal apa yang terjadi padaku” guman rendi menatap

__ADS_1


ke luar mobil.


“udahlah ren ini semua sudah terjadi, setidaknya


kamu sedikit merasa lega” batin rendi.


tanpa sadar rendi menangkap sosok yang terus


mengusik fikirannya semalam. reni yang sedang menyapu di pinggir jalan tanpa


menyadari rendi yang terus mengamatinya dari dalam mobil sport mewah.


“reni” panggil rendi keluar dari mobilnya.


“ngapain dia disini” kata reni menangkap sosok yang


memanggilnya.


“ngapain bengong disini” ucap rendi mendekati reni.


“gue yang harusnya nanya ngapain lo di sini” tanya


reni


“gue mau bantuin lo” kata rendi mengambil sapu lidi.


“serius lo” kata reni tak percaya


“kamu nggak percaya sama aku”


“ya lumayan nggak percaya sih”


rendi kemudian mulai memulai membantu reni sedangkan


reni kembali melanjutkan pekerjaannya.


“nih buat kamu” ucap reni memberikan sebotol air


mineral.


“hmmm, kamu tiap hari kerja kayak gini” tanya rendi


sambil meneguk air pemberian reni.


“kamu nggak punya kerjaan yaa” tanya reni


“enggak emang kenapa, eh lo mau kemana”


“tau deh, gue mau pulang siap-siap ke kampus”


“mau gue anter nggak”


“nggak usah, mending lo pulang mandi, badan lo bau


tu” ucap reni meninggalkan rendi.


“rendi makasih ya udah bantuin gue” teriak reni

__ADS_1


“ok sipp” kata rendi sambil mengangkat ibu jarinya,


dan beranjak tempat tersebut.


__ADS_2