Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#17


__ADS_3

“ren makan siang dulu yuk” ajak rizki sambil membawa bekal


makanan kedalam ruangan rendi


“gue masih belum lapar kak, makan aja dulu” kata rendi masih


menyusun berkas – berkas di meja kerjanya


“udah ayo, makan dulu” kata rizki menarik lengan rendi


“keburu dingin makanannya” tambah rizki memberikan bekal


pada rendi yang telah duduk di sofa


rendi hanya menatap makanan tersebut dan sekilas terlintas


bayangan reni dalam ingatannya, “kak dapat dari mana makanan ini” ucap rendi


meletakkan kotak makan kembali ke atas meja


“dari rumah aku yang masak, emangnya kenapa” kata rizki


tanpa menoleh ke arah rendi


“nggak kenapa – kenapa” kata rendi mengambil kembali kotak


makanan tersebut


“gimana enak kan”tanya rizki pada rendi yang telah memakan


tersebut


“lumayan, darimana kakak belajar masak” tanya rendi karena


seingatnya rizki tak pernah menginjak yang namanya dapur


“itu teman kakak yang ngajarin, kakak yakin kalau dia tahu


setiap lidah orang. jadi kakak minta diajarin sama dia” jelas rizki dengan


senyum di wajahnya melihat rendi yang memakan dengan lahap.


“tadi kakak ajak dia ke rumah buat bantu kakak masak” tambah


rizki


“perempuan” tanya rendi


“iya, orangnya baik, cantik lagi” ucap rizki mengingat reni


“kakak suka sama dia” tanya rendi lagi dengan menautkan


alisnya


“iya, siapa yang nggak suka sama perempuan yang baik, ceria,


dan yang paing utama dia pedui dengan sesamanya” kata rizki dengan senyum yang

__ADS_1


mengembang di wajahnya


“tapi dia sudah punya seseorang di hatinya” tambah rizki


kembali melanjutkan aktivitas makannya.


Flash on


tok tok tok suara pintu yang diketuk


“iya sebentar” ucap rianti yang meangkah ke arah pintu


“kamu” kata rianti terengah dengan kedatangan reni di


rumahnya


“hy tante, kak rizkinya ada” kata reni sopan


reni yang diminta riski untuk datang ke rumahnya untuk


membantunya membuat bekal, awanya reni menolak untuk datang dengan alasan masih


belum siap bertemu dengan rendi. namun rizki terus meyakinkan reni bahwa rendi


takkan mengetahui keberadaanya.


“eh sudah datang ayo, langsung kedalam saja” ucap rizki dari


belakang rianti


“nak jelasin sama mama sekarang” tanya rianti yang masih


rizki untuk membantu rendi keluar dari keterpurukannya dengan bantuan reni. awalnya


rianti tak menyukai keberadaan reni, namun setelah rizki meyakinkan rianti


bahwa reni tak memiliki maksud yang terselubung dan murni hanya ingin membantu


maka rianti pun mengizinkan reni.


di dapur


“sini aku bantuin” ucap reni mendekat karah rizki yang


kesusahan memotong bawang


“nggak papa aku bisa kok” jawab rizki tanpa menoleh kearah


rizki


“aawww”rintih rizki saat tanganyya teriris pisau.


“tuh kan, sudah dibilangin juga” celetuk reni mendekati


rizki


“sini aku lihat lukanya” ucap reni memegang tangan rizki

__ADS_1


“kok lukanya dalam ya, kakak mungkin terlalu kuat megang


pisaunya”


“tempat obatnya dimana” tanya reni tanpa mengaihkan


pandangannya dari jari rizki, kemudian reni bergegas mencari tempat p3k, untuk


mengobati jari telunjuk rizki yang mengeluarkan darah segar.


“udah, sebaiknya kakak pergi siap – siap saja, biar aku yang


lanjutim masaknya” kata reni setelah selesai mengobati tangan rizki


rizki hanya mampu mengikuti kata – kata reni,


rizki yang telah sampai dikamarnya menutup pintu dan terus


memperhatikah jari teunjuknya yang sudah diobati reni


“kenapa jantungkung berdetak sangat kencang” batin rizki


memegangi dadanya.


“apa aku mulai jatuh cinta”


“arrggghhhhhh ini nggak boeh terjadi” ucap rizki meremas


rambutnya


“sebaiknya aku mandi dulu” tambah rizki meangkah ke kamar


mandi


Flash off


“kakak kenapa senyum – senyum seperti itu, itu jari juga


kenapa kak” tanya rendi pada rizki yang tersenyum meihat jari telunjuknya


“hehehe nggak kenapa – kenapa, ohh iya makannya udah” kata


rizki mengalihkan pembicaraan


“udah habis malahan, masakan kakak enak jadi nafsu makannya”


ucap rendi mengembalikan kotak makan tersebut


“sini kakak beresin” kata rizki mengambi kotak makan


tersebut


“andai kamu tahu dek, ini semua masakan reni. tapi yasudah


lah mungkin ini yang terbaik saat ini” batin rizki


“kakak ke ruangan dulu ya, kamu lanjutin kerja kamu”

__ADS_1


ucap rizki beranjak berdiri yang dijawab anggukan pelan oleh rendi


__ADS_2