
“ren makan siang dulu yuk” ajak rizki sambil membawa bekal
makanan kedalam ruangan rendi
“gue masih belum lapar kak, makan aja dulu” kata rendi masih
menyusun berkas – berkas di meja kerjanya
“udah ayo, makan dulu” kata rizki menarik lengan rendi
“keburu dingin makanannya” tambah rizki memberikan bekal
pada rendi yang telah duduk di sofa
rendi hanya menatap makanan tersebut dan sekilas terlintas
bayangan reni dalam ingatannya, “kak dapat dari mana makanan ini” ucap rendi
meletakkan kotak makan kembali ke atas meja
“dari rumah aku yang masak, emangnya kenapa” kata rizki
tanpa menoleh ke arah rendi
“nggak kenapa – kenapa” kata rendi mengambil kembali kotak
makanan tersebut
“gimana enak kan”tanya rizki pada rendi yang telah memakan
tersebut
“lumayan, darimana kakak belajar masak” tanya rendi karena
seingatnya rizki tak pernah menginjak yang namanya dapur
“itu teman kakak yang ngajarin, kakak yakin kalau dia tahu
setiap lidah orang. jadi kakak minta diajarin sama dia” jelas rizki dengan
senyum di wajahnya melihat rendi yang memakan dengan lahap.
“tadi kakak ajak dia ke rumah buat bantu kakak masak” tambah
rizki
“perempuan” tanya rendi
“iya, orangnya baik, cantik lagi” ucap rizki mengingat reni
“kakak suka sama dia” tanya rendi lagi dengan menautkan
alisnya
“iya, siapa yang nggak suka sama perempuan yang baik, ceria,
dan yang paing utama dia pedui dengan sesamanya” kata rizki dengan senyum yang
__ADS_1
mengembang di wajahnya
“tapi dia sudah punya seseorang di hatinya” tambah rizki
kembali melanjutkan aktivitas makannya.
Flash on
tok tok tok suara pintu yang diketuk
“iya sebentar” ucap rianti yang meangkah ke arah pintu
“kamu” kata rianti terengah dengan kedatangan reni di
rumahnya
“hy tante, kak rizkinya ada” kata reni sopan
reni yang diminta riski untuk datang ke rumahnya untuk
membantunya membuat bekal, awanya reni menolak untuk datang dengan alasan masih
belum siap bertemu dengan rendi. namun rizki terus meyakinkan reni bahwa rendi
takkan mengetahui keberadaanya.
“eh sudah datang ayo, langsung kedalam saja” ucap rizki dari
belakang rianti
“nak jelasin sama mama sekarang” tanya rianti yang masih
rizki untuk membantu rendi keluar dari keterpurukannya dengan bantuan reni. awalnya
rianti tak menyukai keberadaan reni, namun setelah rizki meyakinkan rianti
bahwa reni tak memiliki maksud yang terselubung dan murni hanya ingin membantu
maka rianti pun mengizinkan reni.
di dapur
“sini aku bantuin” ucap reni mendekat karah rizki yang
kesusahan memotong bawang
“nggak papa aku bisa kok” jawab rizki tanpa menoleh kearah
rizki
“aawww”rintih rizki saat tanganyya teriris pisau.
“tuh kan, sudah dibilangin juga” celetuk reni mendekati
rizki
“sini aku lihat lukanya” ucap reni memegang tangan rizki
__ADS_1
“kok lukanya dalam ya, kakak mungkin terlalu kuat megang
pisaunya”
“tempat obatnya dimana” tanya reni tanpa mengaihkan
pandangannya dari jari rizki, kemudian reni bergegas mencari tempat p3k, untuk
mengobati jari telunjuk rizki yang mengeluarkan darah segar.
“udah, sebaiknya kakak pergi siap – siap saja, biar aku yang
lanjutim masaknya” kata reni setelah selesai mengobati tangan rizki
rizki hanya mampu mengikuti kata – kata reni,
rizki yang telah sampai dikamarnya menutup pintu dan terus
memperhatikah jari teunjuknya yang sudah diobati reni
“kenapa jantungkung berdetak sangat kencang” batin rizki
memegangi dadanya.
“apa aku mulai jatuh cinta”
“arrggghhhhhh ini nggak boeh terjadi” ucap rizki meremas
rambutnya
“sebaiknya aku mandi dulu” tambah rizki meangkah ke kamar
mandi
Flash off
“kakak kenapa senyum – senyum seperti itu, itu jari juga
kenapa kak” tanya rendi pada rizki yang tersenyum meihat jari telunjuknya
“hehehe nggak kenapa – kenapa, ohh iya makannya udah” kata
rizki mengalihkan pembicaraan
“udah habis malahan, masakan kakak enak jadi nafsu makannya”
ucap rendi mengembalikan kotak makan tersebut
“sini kakak beresin” kata rizki mengambi kotak makan
tersebut
“andai kamu tahu dek, ini semua masakan reni. tapi yasudah
lah mungkin ini yang terbaik saat ini” batin rizki
“kakak ke ruangan dulu ya, kamu lanjutin kerja kamu”
__ADS_1
ucap rizki beranjak berdiri yang dijawab anggukan pelan oleh rendi