Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#14


__ADS_3

“lo kenapa ren, semangat lo hilang kemana” ucap rizki


menepuk bahu rendi yang setengah kesadarannya entah kemana perginya.


“woi jangan bengong aja kalau ditanya, lo kenapa sih dari


pagi sampai mataharinya udah mau bilang bey muka lo ko selalu masam” tanya


rizki yang hanya dijawab dengan senyum paksa oleh rendi


“lo kenapa, coba deh lo cerita sama gue. siapa tahu gue bisa


bantu” tanya rizki yang melihat rendi yang tak bergeming sedikit pun


“emang lo bisa bantu apa” tanya rendi menglihkan


pandangannya dari laporan yang ada di tangannya


“ya apa saja, itu pun kalau gue tahu masalahnya, ya minimal


kasih solusi lah buat lo” jawab rizki mengambil air mineral botol di atas nakas


huuffffttt rendi menghempakan nafasnya kasar meletakkan


laporan tersebut dan menyusul rizki yang telah duduk di sofa


“yaudah gue cerita” ucap rendi setelah meminum air mineral


“reni ngejauhin gue, dia nggak mau ketemu gue untuk beberapa


waktu ke depan, dan gue nggak tahu apa yang sudah terjadi sama dia” jelas rendi


menyandarkan tubuhnya.


“bukannya kemarin lo kabur dari meeting buat ketemu reni ya”


tanya rizki dengan menaikkan kedua alisnya


“nggak” jawab rendi menutup matanya dan menaikka tangannya


ke keningnya


“kenapa terus lo udah kerumahnya” tanya rizki dengan


penasaran


“udah” ucap rendi mengingat hari kemarin yang sangat berat


ia lalui

__ADS_1


Flash on


setelah rendi meninggalkan klawdya, rendi berinisiatif


mencari reni di warteg depan kampus namun hasilnya nihil reni tak ada di sana


“permisi bu, reni ada” tanya rendi melangkah masuk ke dalam


warteg


“maaf den siapa ya, ada keperluan apa dengan nak reni” tanya


sang pemilik warteg


“saya teman reni bu, saya perlu ketemu sama dia bu” jawab


rendi terbata bata


“arrgghhhh teman apanya, kami kan sudah resmi pacaran”


gerutuh rendi dalam hatinya mengingat kata teman yang ia klaim


“dia nggak ada den, dia minta izin nggak masuk hari ini”


“reni kemana bu, apa dia baik – baik saja” tanya rendi mulai


“ibu juga kurang tahu den, cuman dia bilang tadi ada sedikit


urusan mendadak jadi dia nggak bisa masuk hari ini. itupun dia ngabarin lewat


sambungan telepone” jelas sang pemilik warung


“oh makasi ya bu, kalau begitu saya cari reni ke panti dulu.


saya permisi” ucap rendi berlalu


sesampainya di pantipun rendu tak kunjung bisa bertemu


dengan reni. rendi yang semakin cemas kini hanya bisa mecoba menghubungi reni.


reni kemudian bisa dihubungi


“hallo ren, kamu dimana, kamu nggak papakan” tanya rendi


dengan perasaan sedikit lega


“iya aku nggak papa” ucap reni  diseberang telepone


“kamu dimana tadi orang panti bilang kamu nggak ada” tanya

__ADS_1


rendi  dengan nafas yang berat


“iya maaf ya nggak ngabarin aku lagi ada urusan mendadak,


kamu pulang saja aku nggak pulang ke panti malam ini”


“kamu dimana biar aku susulin ke sana” kata rendi dengan


nafas yang sedikit memburu


“kamu nggak usah khawatir, oh ya aku tutup dulu ya” ucap


reni mumutuskan percakapan


“dia kenapa, kayaknya ada yang ia sembunyikan dariku” ucap


lirih rendi menatap handpone di genggamannya


rendi kemudian masuk kedalam mobilnya dan menyalahkan


mesiinnya, namun hati kecilnya seakan terasa sakit meninggalkan tempat itu


hingga ia kembali mematikan mesin mobinya dan memutuskan untuk menunggu di


depan panti


selang beberapa menit handpone rendi kembali berdering


menandakan satu pesan masuk


“ren aku tahu kamu khawatir sama aku, tapi aku nggak papa


kok, sebaiknya kamu pulang untuk istirahat besok kan kamu harus pergi ke kantor”


isi pesan dari reni


“darimana dia tau aku belum pulang” ucap rendi bertanya –


tanya


“sudahlah sebaiknya aku pulang besok akan ku minta


penjelasan darinya” ucap rendi menyalakan kembali mesin mobilnya dan memacunya


melewati jalanan  yang sudah mulai sepi


kendaraan lain.


Flash off

__ADS_1


__ADS_2