Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#24


__ADS_3

Setelah proses perkuliahan selesai reni dengan langkah gontai menyusuri koridor kampus. Semangatnya seakan hilang melayang entah kemana. Dan fikirannya entah sudah sampai mana melayangnya. "Bagaimana hubungan ini akan berakhir?" Tanya reni pada dirinya sendiri. "Haruskah sesingkkat ini?" Tanya reni semakin risau.


"Mungkin sebaiknya aku pulang dulu. Mandi untuk menyegarkan tubuh ini serta aku butuh menjernikan pikiran ini" kata reni melangkah meninggalkan kampus tempatnya menimbah ilmu. Sebelumnya reni sempat mengirimkan pesan singkat ke warteg tempatnya bekerja setelah perkuliahan selesai,


"slamat sore bu


hari ini reni minta izin nggak masuk.


Lagi kurang enak badan


Maaf ya bu"


Saat sampai di depan panti reni kembali dikejutkan dengan mobil yang terparkir di depan panti. Dengan ragu reni melangkahkan kakinya memasuki halaman depan yang penuh dengan tanaman rawat berbagai jenis bunga. "Ehh, reni udah pulang nak" kata yang menyambut kehadirannya berbarengan dengan senyum ramah perempuan paruh baya tersebut.


"Sini nak, ada yang nyariin kamu" lanjut ibu tersebut dengan ramah.


"Ibu tinggal ke dalam dulu ya" ucap wanita tersebut sambil berlalu memasuki panti.


"ada keperluan apa bapak kusuma yang terhormat datang ketempat ini" ucap reni tanpa berbasa basi serta dengan penekanan yang cukup jelas.


"Sepertinya semua keluargamu disini cukup menyayangi mu" ucap pak kusuma dengan santai sambil menyeruput kopi yangg ada di depannya. Reni yang tak paham hanya menanggapi dengan kerutan di keningnya.


"Baiklah langsung saja ke intinya apa mau anda" ucap reni dengan nada pasrah.


"Bukankah sudah jelas tujuan saya kemari!" ucap pak kusuma dengan nada sinisnya.


"Jauhi rendi maka keluargamu beserta tempat ini akan baik - baik saja" lanjutnya


Reni yang masih dengan kebisuannya serta pikirannya yang masih terus menjalar kemana-mana.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Waktu saya sangat berharga untuk saya sia - sia seperti ini" kata pak kusuma beranjak meninggalkan tempat tersebut.


"dan satu hal lagi jangan sampai siapa pun tahu akan hal ini atau kamu akan menerima surat DO dari kampus" tambahnya sebelum berlalu.


"Ahh terserah lah. Orang kaya mah bebas"


"Apa mungkin ini yang terbaik untuk semua" batin reni menatap lurus kedepan.


"Tidak mengapa berkorban untuk keluargamu" ucap reni memantapkan pilihan keputusannya meninggalkan rendi

__ADS_1


Drrttt drrttt


Ponsel reni yang berdering entah untuk ke berapa kalinya namun sang pemilik enggan untuk menggubrisnya.


Reni lebih memilih mendekat ke jendela kamar menatap mobil rendi yang masih terparkir di depan panti


"Mungkin ini terakhir kalinya aku melihat senyummu untukku. Aku tahu aku egois dallam hubungan ini. Tapi percayalah bahwa keputusan ini juga sulit untukku. Maaf" ucap reni dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Reni memberanikan diri mengambil ponsel dan menghubungi nomor yang menghubunginya tadi. Dan meminta sang pemilik disebrang segera kembali. Meski reni telah memutuskan untuk meninggaalkan rendi namun hatinya masih begitu peduli dan taak menginginkan rendi kenapa - kenapa.


Saat deruh suara mobil rendi tak lagi terdengar reni merasa sedikit lega.


Bulir - bulir hangat mulai berlinang di pipi reni. rasa sesak kian menyeruak dalam dadanya. Reni mulai terisak kecil, merenungi nasibnya yang baru merasakan posisi istimewah bagi orang lain namun harus meninggalkan orang tersebut. "Sesingkat inikah waktuku merasakannya Tuhan" ucap reni sambil melihat fotonua bersama rendi.


"apa aku sudah kalah. Hiks hiks dalam mempertahankannya" isakan kecil reni yang terdengar begitu pilu dengan ratapannya pada ketakberuntungannya.


aku tak percaya lagi


Dengan apa yang kau beri


Aku terdampar disini


aku tak percaya lagi


akan guna matahari


yang dulu mampu terangi


sudut gelap hati ini


aku berhenti berharap


dan menunggu datang gelap


sampai nanti suatu saat


tak ada cinta kudapat


kenapa ada derita

__ADS_1


bila bahagia tercipta


kenapa ada sang hitam


bila putih menyenangkan


aku pulang tanpa dendam


kuterima kekalahanku


aku pulang tanpa dendam


kusalutkan kemenanganmu


kau ajarkan aku bahagia


kau ajarkan aku derita


kau tunjukkan aku bahagia


kau tunjukkan aku derita


kau berikan aku bahagia


kau berikan aku derita


aku pulang tanpa dendam


kusalutkan kemenanganmu


Sheila on 7 - berhenti berharap


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2