Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#23


__ADS_3

“reni” panggil seorang mahasiswi saat reni hendak


masuk ke toilet.


“iya ada apa?”


“itu diparkiran ada yang nungguin kamu, kelihatannya


ada urusan penting sama kamu?”


“ok, nanti aku kesana, makasih sudah memberitahu ku”


“iya, aku duluan ya. ada kelas soalnya” ucap mahasiswi


tersebut tersenyum dengan berlalu meninggalkan reni.


“siapa yang


mencari aku, apa sepenting itu sampai harus mendatangiku ke kampus. biasanya


juga kalau ada yang penting pasti nyarinya ke panti. apa aku membuat masalah,


tapi aku merasa tak melakukan apa-apa” batin reni berjalan ke arah parkiran.


sesampainya di parkiran reni mengamati tempat parkir


yang tidak begitu sepi, menjari keberadaan orang yang mencarinya dengan


memandang ke segala arah serta sudut – sudut parkiran.


“maaf nak reni ya?” ucap sopan seorang pria paruh


baya


“ehhh iya ada apa pak?” tanya reni yang sedikit


kaget karena tidak menyadari kemunculan pria tersebut


“tuan sudah menunggu anda” kata pria tersebut sambil


beralan menuntun reni ke sebuah mobil yang cukup mewah tanpa goresan sedikit


pun. pasti perawatanya yang cukup rutin.


“apa aku pernah bertemu dengan pria ini wajahnya


cukup familiar, tapi dimana ya?” batin reni dengan masih mengikuti langkah pria


paruh baya di depannya dengan tanpa mengatakan sepatah kata pun.


“silahkan masuk nona” ucap pria tersebut setelah

__ADS_1


membuka pintu jok belakang mobil.


“apa aku akan diculik” batin reni yang mulai khawatir


“tenang saja nona, tuan hanya ingin berbicara


sebentar pada nona” ucap pria tersebut seakan tahu apa yang difikirkan reni


akhirnya reni memberanikan diri untuk masuk kedalam


mobil tersebut.


“ini, dan segera tinggalkan rendi” itulah kata yang


pertama didengar reni dari orang yang duduk di samping reni dengan menyodorkan


secarik kertas yang siapa pun yang melihatnya pasti tahu namanya. ya itu adalah


sebuah cek.


“maksud apa anda” tanya reni


“bukankah ini tujuan mendekati anakku, jadi tinggalkan


rendi sekarang, dia akan saya jodohkan dengan perempuan yang sepadan dengan dia,


perempuan yang berpendidikan serta pantas untuk berada dalam keluarga kusuma”


“maaf jika anda berfikir demikian. tapi saya bukan


orang yang memandang materi dan bukannya mau kurang sopan tapi apa yang anda


lakukan dan apa yang anda katakan saat ini merupakan hal yang kurang baik dan


saya kira anda orang yang berpendidikan tapi nyatanya anda juga orang yang tak


bermoral sama sekali” ucap reni keluar dari mobil tersebut.


“dasar bedebah, kamu belum tahu siapa saya. tunggu


saja sampai kapan kamu akan tetap dengan pendirianmu.” ucap bayu dengan sinis.


setelah reni meninggalkan tempat parkir, fikirannya


terus tak tenang. dia begitu takut untuk kehilangan seseorang yang sudah memiliki


tempat khusus dalam hatinya.


saat hendak melangkah memasuki pekarangan panti reni


kembali dikagetkan dengan mobil yang sempat dia masuki siang tadi.

__ADS_1


reni mulai memperlamat langkahnya, dengan perasaan


yang mulai cemas yang bercampur rasa takut.


“reni sudah balik, ini ada yang nyariin. ibu kedalam


dulu ya” kata ibu beranjak berlalu meninggalkan reni.


“ada apa tuan kusuma yang terhormat, hingga datang


ke tempat kami” ucap reni beranjak duduk di kursi yang berseberangan dengan


bayu.


“sepertinya semua penghuni panti ini sangat


menyayangimu, lalu apa kau juga menyayangi mereka”


“apa masud bapak?”


“jika kamu masih menginginkan mereka masih bisa


mereka rasakan di tempat ini. segera tinggalkan rendi”


reni yang sudah mulai mengerti maksud hanya mampu


memikirkan masa depan keluarganya di tempat tersebut.


“apa memang harus seperti ini kisahku, setelah rasa


cinta mulai hadir aku harus mengahirinya” batin reni


“kau tahu betul semua pasti sanggup saya lakukan


termasuk meratan tempat ini dengan tanah. jadi fikirkan baik – baik tawaran


saya”


setelah perbicaraan mereka yang begitu lama, akhirnya


reni membulatkan tekat untuk perlahan –lahan melepaskan rendi.


meskipun akan ada tangis kesedihan serta kekosongan


dalam diri reni yang telah diisi dengan kehadiran rendi. tapi hidup ini harus


tetap berjalan meski tak sesuai dengan keinginan yang menjalaninya. hidup ini


harus terus berjalan bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang


berada di sekitar kita.

__ADS_1


__ADS_2