Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#11


__ADS_3

“rendi, boleh gue masuk” ucap klawdya mendongakkan


kepalanya ke dalam ruang kertja rendi.


“masuk saja wid” ucap rendi beranjak berpindah duduk


ke sofa dalam ruangannya.


“kenapa tumben datang nemuin aku?” tambah  rendi


“nggak ada apa – apa sih, kebetulan tadi lewat di


depan jadi sekalian mampir” jelas klawdya


“mau minum apa?” tawar rendi


“nggak usah gue cuman bentar kok”


“lo sendiri, yang lain pada kemana?” tanya rendi


“tadi bareng sama yang lain, tapi mereka duluan pulang”


jelas klawdya


“oh, jadi maksud kedatangan lo kesini apa?”


“lo punya hubungan apa sama reni” kata klawdya dengan tatapan tajam


“emang kenapa” kata rendi


“kemarin gue lihat kalian di taman” kata klawdya dengan rasa


sesak didada bila mengingat kejadian kemarin.


“kalian pacaran” tanya klawdya


“belum” ucap rendi dengan senyumnya


“tapi tak akan lama lagi” sambung rendi dengan senyum


yang semakin merekah


“oh begitu, yaudah gue pulang dulu ya” pamit widya dengan


senyum yang dipaksakan

__ADS_1


“ok hati – hati ya” ucap rendi yang dijawab anggukan widya


klawdya yang tengah berada dalam mobilnya menumpahkan air


matanya yang sempat ditahannya. “kenapa lo nggak peka rendi, apa lo emang nggak


mau tahu perasaan gue, sakit ren dada gue sesak liat lo sama perempuan lagi”


teriak klawdya dengan memukul – mukul setir mobil. dia kembali mengingat masa


kecilnya bersama rendi.


Flash on


“ren ayo main itu” ucap klawdya kecil menunjuk perosotan


“jangan yang itu nanti kamu jatuh” kata rendi dengan


memegang pundak klawdya


“tapi aku mau main” ucap klawdya sambil merengek


“gimana kalau kita main ayunan saja, nanti aku yang dorong


ok” usul rendi


dibantah


“gimana kalau habis main ayunan kita beli es krim” tawar


rendi


“janji ya” ucap klawdya mengajungkan jari kelingkingnya


“iya janji” jawab rendi menyambut kelingkinng klawdya


“hahahaha dorong lebih keras ren” tawa klawdya bermain


ayunan


“iya kamu pegangan ya” kata rendi mendorong ayunan tersebut


setelah mereka selesai bermain ayunan rendi pun memenuhi


janjinya membelikan klawdya es krim vanila kesukaannya.

__ADS_1


“nih untuk kamu” ucap rendi memberikan es krim vanila


“makasih ya, es krimnya enak” kata klawdya memakan


es krimnya


“iya sama – sama” ucap rendi tersenyum manis pada


klawdya.


Flash off


sejak kecil rendi dan klawdya sering menghabiskan


waktu bersama, mereka bahkan saling mengenal kepribadian masing – masing.  namun saat menginjak umur 12 tahun rendi harus


pindah keluar kota untuk tinggal bersama neneknya. rendi sebenanya tak tega


meninggalkan klawdian tapi dia juga tak tega menolak permintaan dari nenek


kesayangannya itu. setelah mendengar kepulangan rendi beberapa bulan lalu klawdya


sangat senang akan hal tersebut, bahkan dia sendiri yang menjemput rendi di


bandara serta mengusulkan agar rendi berkuliah di satu universitas dengannya


kepada orang tua rendi. namun setelah mendengar yang dikatakan rendi serta raut


wajah rendi yang sangat bahagia saat berada di dekat reni di taman membuat klawdya


merasakan sesak dalam dada, sehingga membuat klawdya yang telah menyukai rendi


sedari kecil begitu tak ingin membiarkan rendi pergi darinya.


di taman reni yang dilandah rasa galau, duduk termenung


mengingat permintaan rendi padanya kemarin. “sebenarnya gue juga ngerasa nyaman


di sampingnya, tapi apa itu cukup untuk mengiyakan permintaannya. dari awalkan


niat gue cuman bantuin dia” batin reni. reni kemudian mengambil salah satu bunga,


kemudian mulai mencabut satu per satu kelopak bunga tersebut dengan harapan


bunga itu akan memberinya jawaban yang dia butuhkan. dan ternyata kelopak bunga

__ADS_1


yang terakhir mewakili kata iya.


__ADS_2