
“permisi, korban kecelakaan yang baru sampai di ruangan mana”
tanya rizki dengan nafas yang tak beraturan karena setelah memarkirkan mobilnya
dia langsung berlari meninggalkan rendi yang masih berusaha memahami semua
kejadian tersebut.
“di ruangan melatih no 32 pak” jawab perawat tersebut
“ren cepat, kita harus lihat keadaan reni” kata rizki
menarik tangan rendi
rendi tak mampu mengeluarkan sepatah katapun, fikirannya
masih terus mencari penjelasan.
“dok bagaimana keadaannya” tanya rizki dengan suara yang
terdengar sangat mencemaskan keadaan reni
“apa saudara keluarga dari reni magenta, kami harus segera
mengambil langkah operasi” kata dokter yang baru keluar dari ruangan
“lakukan yang terbaik dok” suara rendi dari belakang rizki
“baiklah dek, silahkan pergi ke bagian administrasi. agar
kami bisa melakukannya secepat mungkin, karena korban mengalami kebocoran di kepala dan persediaan darah yang
cocok dengannya mulai menipis” jelas dokter
“baiklah dok. tolong lakukan yang terbaik” ucap rizki
melangkah meninggalkan rendi menuju ke bagian administrasi rumah sakit
rendi yang melihat tubuh reni yang terbaring kaku diatas
tempat tidur saat akan dipindahkan keruangan operasi hanya mampu memohon pada
sang kuasa agar menolong reni. tangan rendi menggenggam tangan reni sambil terus
menguatkan reni untuk tetap bertahan dengan tatapan rendi tang senduh
“gimana keadaannya” tanya rizki pada rendi yang duduk di
kursi tunggu
“dia masih didalam” jawab rendi masi menunduk
“apa dia akan baik – baik saja kak” tanya reni dengan mata
yang mulai berkaca – kaca. rizki yang melihat keadaan rendi duduk di sebelah
rendi
“dia wanita kuat, dia pasti bisa melewati semua ini, kamu
tenang saja” kata rizki menepuk bahu rendi untuk menguatkan dia
“apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ini bisa terjadi”
tanya rendi kembali menunduk
__ADS_1
“kakak juga nggak tahu yang pasti ren, cuman yang kakak
dengar dia menjadi korban tabrak lari”
Flash on
setelah bertemu dengan rendi di tempat yang telah mereka
setujui. klawdya kembali ke parkiran kafe dengan perasaan yang cukup kecewa.
“apa hebatnya dia dari aku rendi” ucap klawdya memukul setir
mobilnya
“kenapa hanya dia yang mendapat tempat di hatimu, harusnya
aku yang disan ren bukan reni anak panti itu” gerutuh klawdya
klawdya memacu mobilnya dengan umpatan untuk reni. dia masih
tidak terimah rendi masih belum siap membuka hatinya untuk siapapun. klawdya
yang telah menyukai rendi sejak kecil, klawdya selalu berusaha untuk
mempertahankan cinta pertamanya tersebut dengan berbagai usaha yang telah ia
lakukan. meski ayah rendi nampak sangat menyukai bila klawdya bersanding dengan
rendi namun hati rendi telah memiliki seseorang yang berharga bagi rendi.
“kamu aka tahu sedang berurusan dengan siapa” kata klawdya
sinis saat melihat reni sedang bercanda dengan anak perempuan di pinggir jalan.
“dek kita main di sana saja ya lebih aman” kata reni
“iya kak” jawab anak tersebut dengan senyum manis di
bibirnya
“sini kakak gendong ya” kata reni menggangkat tubuh mungil
tersebut sambil menyebrangi jalan
“sampai, ayo main” kata reni menurunkan tubuh anak tersebut
“kak boneka ku ketinggalan” ucap anak itu menunjuk ke
sebrang jalan
“ya ketinggalan ya, kamu tunggu disini dulu ya. kakak pergi
ambil” ucap reni melangkah meninggalkan anak tersebut. klawdya yang melihat
kesempatan itu langsung menancap gas mobilnya dan
bruukkkk
“hahahaha” tawa klawdya pecah saat melihat tubuh reni yang
terpental jahu dari kaca spion mobilnya
Flash off
setelah hampir 4 jam menunggu akhirnya pintu operasi terbuka
__ADS_1
saat dokter keluar
“bagamana keadaannya dok” kata rendi dan rizki berbarengan
“operasinya berjalan lancar tapi saat ini pasien masih
kritis” ucap dokter melepas masker
“kapan dia akan kembali tersadar dok” tanya rizki
“kita tak mampu memastikan, saat ini hanya doa yang mampu
menolongnya” jelas dokter
“kalau begitu saya tinggal” tambah sang dokter meninggalkan
rendi dan rizki
“terima kasih dok” hanya kata tersebut yang mampu rendi
ucapkan
di ruangan reni
“rendi sebaiknya kamu pulang ke rumah, reni biar aku yang
jaga disini” kata rizki membuka percakapan
“nggak kak, aku harus disini”
“tapi kamu yakin, bukannya..” kata rizki terpotong
“tidak kak, aku ngga akan ninggalin reni” ucap rendi
“tapi kakak punya hubungan apa dengan reni, mengapa yang
dihubungi kakak bukan orang panti” pertanyaan yang seedari tadi dia tahan
“oh itu, kamu tenang saja kakak nggak punya hubungan yang
spesial dengan reni. kakak hanya ingin membantu kamu menyelesaikan masalahmu.
dan kakak yakin masalah kalian hanyalah sebuah kesalah pahaman” kata rendi
menatap rendi yang duduk di kursi samping tempat tidur pasien. akhirnya rizki
meceritakan semua pada rendi.
“yasudah kalau begitu kakak yang pulang, nanti kakak kesini
lagi” tambah rizki
“iya kak, makasih buat semua”
“it’s ok. kakak pergi dulu” pamit rizki yang hanya di jawab
anggukan rendi
karena reni sudah dipidahkan keruang pasien, rizki meminta
rendi untuk tetap bersama reni karena dia harus kembali kerumah untuk mengambil
baju ganti untuk rendi dan memberi kabar pada orang di rumah serta tak lupa
rizki mengabari orang panti agar mereka tak khawatir akan keadaan reni.
__ADS_1
“aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku msih
kurang yakin kalau ini hanya kecelakaan biasa” kata rizki dalam mobilnya.