Tempat Cinta Berpulang

Tempat Cinta Berpulang
#20


__ADS_3

“permisi, korban kecelakaan yang baru sampai di ruangan mana”


tanya rizki dengan nafas yang tak beraturan karena setelah memarkirkan mobilnya


dia langsung berlari meninggalkan rendi yang masih berusaha memahami semua


kejadian tersebut.


“di ruangan melatih no 32 pak” jawab perawat tersebut


“ren cepat, kita harus lihat keadaan reni” kata rizki


menarik tangan rendi


rendi tak mampu mengeluarkan sepatah katapun, fikirannya


masih terus mencari penjelasan.


“dok bagaimana keadaannya” tanya rizki dengan suara yang


terdengar sangat mencemaskan keadaan reni


“apa saudara keluarga dari reni magenta, kami harus segera


mengambil langkah operasi” kata dokter yang baru keluar dari ruangan


“lakukan yang terbaik dok” suara rendi dari belakang rizki


“baiklah dek, silahkan pergi ke bagian administrasi. agar


kami bisa melakukannya secepat mungkin, karena korban mengalami  kebocoran di kepala dan persediaan darah yang


cocok dengannya mulai menipis” jelas dokter


“baiklah dok. tolong lakukan yang terbaik” ucap rizki


melangkah meninggalkan rendi menuju ke bagian administrasi rumah sakit


rendi yang melihat tubuh reni yang terbaring kaku diatas


tempat tidur saat akan dipindahkan keruangan operasi hanya mampu memohon pada


sang kuasa agar menolong reni. tangan rendi menggenggam tangan reni sambil terus


menguatkan reni untuk tetap bertahan dengan tatapan rendi tang senduh


“gimana keadaannya” tanya rizki pada rendi yang duduk di


kursi tunggu


“dia masih didalam” jawab rendi masi menunduk


“apa dia akan baik – baik saja kak” tanya reni dengan mata


yang mulai berkaca – kaca. rizki yang melihat keadaan rendi duduk di sebelah


rendi


“dia wanita kuat, dia pasti bisa melewati semua ini, kamu


tenang saja” kata rizki menepuk bahu rendi untuk menguatkan dia


“apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ini bisa terjadi”


tanya rendi kembali menunduk

__ADS_1


“kakak juga nggak tahu yang pasti ren, cuman yang kakak


dengar dia menjadi korban tabrak lari”


Flash on


setelah bertemu dengan rendi di tempat yang telah mereka


setujui. klawdya kembali ke parkiran kafe dengan perasaan yang cukup kecewa.


“apa hebatnya dia dari aku rendi” ucap klawdya memukul setir


mobilnya


“kenapa hanya dia yang mendapat tempat di hatimu, harusnya


aku yang disan ren bukan reni anak panti itu” gerutuh klawdya


klawdya memacu mobilnya dengan umpatan untuk reni. dia masih


tidak terimah rendi masih belum siap membuka hatinya untuk siapapun. klawdya


yang telah menyukai rendi sejak kecil, klawdya selalu berusaha untuk


mempertahankan cinta pertamanya tersebut dengan berbagai usaha yang telah ia


lakukan. meski ayah rendi nampak sangat menyukai bila klawdya bersanding dengan


rendi namun hati rendi telah memiliki seseorang yang berharga bagi rendi.


“kamu aka tahu sedang berurusan dengan siapa” kata klawdya


sinis saat melihat reni sedang bercanda dengan anak perempuan di pinggir jalan.


“dek kita main di sana saja ya lebih aman” kata reni


“iya kak” jawab anak tersebut dengan senyum manis di


bibirnya


“sini kakak gendong ya” kata reni menggangkat tubuh mungil


tersebut sambil menyebrangi jalan


“sampai, ayo main” kata reni menurunkan tubuh anak tersebut


“kak boneka ku ketinggalan” ucap anak itu menunjuk ke


sebrang jalan


“ya ketinggalan ya, kamu tunggu disini dulu ya. kakak pergi


ambil” ucap reni melangkah meninggalkan anak tersebut. klawdya yang melihat


kesempatan itu langsung menancap gas mobilnya dan


bruukkkk


“hahahaha” tawa klawdya pecah saat melihat tubuh reni yang


terpental jahu dari kaca spion mobilnya


Flash off


setelah hampir 4 jam menunggu akhirnya pintu operasi terbuka

__ADS_1


saat dokter keluar


“bagamana keadaannya dok” kata rendi dan rizki berbarengan


“operasinya berjalan lancar tapi saat ini pasien masih


kritis” ucap dokter melepas masker


“kapan dia akan kembali tersadar dok” tanya rizki


“kita tak mampu memastikan, saat ini hanya doa yang mampu


menolongnya” jelas dokter


“kalau begitu saya tinggal” tambah sang dokter meninggalkan


rendi dan rizki


“terima kasih dok” hanya kata tersebut yang mampu rendi


ucapkan


di ruangan reni


“rendi sebaiknya kamu pulang ke rumah, reni biar aku yang


jaga disini” kata rizki membuka percakapan


“nggak kak, aku harus disini”


“tapi kamu yakin, bukannya..” kata rizki terpotong


“tidak kak, aku ngga akan ninggalin reni” ucap rendi


“tapi kakak punya hubungan apa dengan reni, mengapa yang


dihubungi kakak bukan orang panti” pertanyaan yang seedari tadi dia tahan


“oh itu, kamu tenang saja kakak nggak punya hubungan yang


spesial dengan reni. kakak hanya ingin membantu kamu menyelesaikan masalahmu.


dan kakak yakin masalah kalian hanyalah sebuah kesalah pahaman” kata rendi


menatap rendi yang duduk di kursi samping tempat tidur pasien. akhirnya rizki


meceritakan semua pada rendi.


“yasudah kalau begitu kakak yang pulang, nanti kakak kesini


lagi” tambah rizki


“iya kak, makasih buat semua”


“it’s ok. kakak pergi dulu” pamit rizki yang hanya di jawab


anggukan rendi


karena reni sudah dipidahkan keruang pasien, rizki meminta


rendi untuk tetap bersama reni karena dia harus kembali kerumah untuk mengambil


baju ganti untuk rendi dan memberi kabar pada orang di rumah serta tak lupa


rizki mengabari orang panti agar mereka tak khawatir akan keadaan reni.

__ADS_1


“aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku msih


kurang yakin kalau ini hanya kecelakaan biasa” kata rizki dalam mobilnya.


__ADS_2