
"Memangnya harus begini ya?" tanya da xi sambil terus menatap dirinya sendiri di cermin. "Apa tidak begitu berlebihan?," tanyanya kembali.
"Nona ini benar - benar aneh. Tentu saja harus begini agar terlihat cantik," sahut mai.
Da xi terus menatap dirinya di cermin dengan sangat lekat. Ia merasa gaya rias kali ini yang mai berikan padanya sangat mencolok dari biasanya. Ia benar - benar merasa tak suka dengan riasanya itu.
"Apa kau tidak lihat, aku sudah seperti ondel - ondel" celoteh da xi.
"Ondel - ondel?," kata mai bingung dengan ucapan nonanya itu. "Ondel - ondel itu apa nona?," tanya mai.
Hadeh, keceplosan. Mana tahu dia ondel - ondel.
"Itu loh mai, dandanan'nya terlalu menor" jawab da xi.
"Menor!, apa lagi itu?" tanya mai bingung dengan ucapan aneh nonanya.
Da xi hanya bisa tepok jidat, ia benar - benar bodoh bagaimana bisa mai tahu maksud ucapan darinya itu.
"Hmm.., maksudku dandanan'nya terlalu berlebihan. Contohnya aku seperti boneka - boneka yang di dandani terlalu berlebihan, seperti boneka yang pernah kita lihat waktu di pasar"
"Akh benarkah? mai pikir tidak begitu?," kata mai.
"Sudahlah," seru da xi pasrah.
——–—
Kini da xi sudah berada di ruang utama di kediaman rumahnya. Terlihat sudah banyak orang yang hadir saat itu. Karena hari ini di rumahnya itu sedang mengadakan perayaan atas kembalinya wu zouyu dari medan perang dengan selamat, sekaligus perayaan atas di angkatnya zouyu sebagai jendral perang.
Perayaan sudah dimulai sejak tadi dengan di mulainya beberapa pertunjukan yang sengaja di hadirkan. Ada pertunjukan tari - tarian yang dibawakan oleh sekumpulan penari gadis cantik, pertunjukan alat musik dan lain - lain. Tentu saja apabila ada perayaan yang paling tidak boleh dilewatkan adalah makanannya. Dan da xi paling menyukai hal itu, karena makanan adalah segalanya baginya. Apalagi saat ini dia tidak menyia - nyiakan kesempatan itu, lalu makan sepuas - puasnya.
Dan yi, kakak kedua da xi yang kini berada disampingnya. Hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan adik perempuan satu - satunya itu tengah mencicipi berbagai hidangan makanan dihadapannya dengan sangat rakus. Namun karena hal itupula dia bisa terhibur melihat kelakuan adiknya tersebut.
__ADS_1
"Pelan - pelan makannya," kata dan yi dengan lembut. Da xi menyunggingkan senyumannya tersenyum kepada sang kakak.
Sedangkan itu zouyu kakak pertama da xi yang berada disampingnya juga. Hanya menatap da xi kosong, da xi yang saat itu melirik kearah kakaknya zouyu tersenyum juga. Ia tidak perduli zouyu mau punya pikiran apapun terhadapnya yang tengah makan itu, sekarang ia tidak terlalu jaga image, karena zouyu kan kakaknya sendiri.
Da xi terus makan, tanpa memperdulikan keadaan sekitar. Sontak saja kelakuannya itu menjadi sorotan semua tamu, terutama para tamu wanita. Tapi dia tidak begitu terlalu perduli dan lebih baik terus makan, karena kapan lagi ia bisa makan banyak seperti ini. Ya.. walaupun sebenarnya ia tidak pernah kekurangan makan selama hidupnya disini sebagai da xi, tapi karena ada xio mai jadi ia selalu di larang - larang jangan makan terlalu banyak. Katanya sih, wanita itu harus menjaga berat badanya. Namun hari ini pengecualian, mai tidak bisa melarangnya untuk makan banyak. Walaupun sebenarnya mai sangat ingin melarang nonanya itu.
"Ehmm, kakak jojo tolong ambilkan itu" ucap da xi meminta tolong dan terus mengunyah makanan.
Zouyu hanya diam saja, tapi setelah da xi memansang raut wajah cemberut di campur kesal, baru zouyu mengambilkannya.
"Anak pintar," ucapnya senang. Lalu menepuk pipi kakak pertamanya sembari tersenyum. Sontak saja perlakuan da xi membuat pipi zouyu merona.
Bahkan apa yang dilakukan daxi pada zouyu membuat para tamu wanita muda merasa iri dan menghujatinya dalam hati. Dan daxi pun merasakan hal itu, namun ia masa bodo. Tentu saja ada rasa bangga di hatinya, karena sudah membuat para wanita iri. Lantas karena hal itu ia memikirkan sesuatu yang akan membuatnya senang.
Permainan baru saja dimulai, ucap batinya dengan senyuman devil.
"Kakak yiyi makanlah"
Setelah menyuapi dan yi, dia melirik kearah para tamu wanita. Lalu merasa puas melihat para wanita muda itu kebakaran jegot karena iri padanya. Tapi ternyata yang merasa iri bukan hanya para wanita itu, zouyu pun menatap dirinya iri.
Aahh.. aku lupa sudah melupakannya, melirik kearah zouyu.
Sambil tersenyum da xi menyodorkan makanan pada zouyu dan akan menyuapinya juga. "Kakak jojo, ini makanlah. Xixi menyiapkan ini khusus untukmu."
Zouyu terdiam dan memandang kearah daxi lama. Sampai - sampai daxi dibuat pegal tanganya menuggu zouyu melahap makanan yang akan ia suapi itu.
"Kakak, makan" ujar da xi sambil mengangkat alisnya. Namun zouyu tetap diam saja, karena hal itu ia khawatir akan balik di tertawakan oleh para tamu wanita.
Aish.., apa susahnya sih. Tangan ku sudah pegal tahu, cepat makan bodoh tampanku.
Da xi sudah mulai kesal dan memperlihatkan raut wajah kesalnya itu.
__ADS_1
Sudahlah, sepertinya aku bakalan jadi bahan tertawaan mereka malam ini. Kau sih, segala mau pamer, jadi beginikan. Huh.. karma, rutuknya pasrah.
Ketika ia sudah pasrah akan jadi bahan tertawaan. Tiba - tiba zouyu melahap makanan yang akan disuapinya. Sontak saja hal itu membuat daxi terkejut, begitupula dengan para tamu wanita.
"Terima kasih," ucap zouyu pada da xi dengan tersenyum.
Hah.., dia tersenyum padaku?
Ia tak percaya dengan apa yang barusan zouyu lakukan. Karena si babang tamvannya yang satu ini. Baru saja berbicara sekaligus tersenyum selama acara ini berlangsung. Dan hal itu membuatnya jadi sorotan.
––––
Hahahahaha...
Da xi yang sudah ada dikamarnya, tidak bisa berhenti tertawa setelah acara itu. Ia begitu senang melihat ekspresi iri para wanita padanya. Bahkan karena kejadian hal itu, ia tertawa terus dan dikatai gila oleh mai.
"Mai, kau tadi lihat tidak ekspresinya mereka? hahahaha, aku benar - benar merasa puas melihat itu. Hahaha," ucapnya terus tertawa.
Mai hanya memandang nonanya itu dengan aneh. Karena ia baru pertama kali melihat sang nona tertawa sampai terbahak - bahak begitu. Yang ia tahu, nonanya selama ini hanya tersenyum mesem saja dan tak pernah tertawa sampai mengeluarkan suara.
"Nona, sepertinya nona semakin aneh setelah jatuh dari sungai?" tanya da xi.
"Hah.., ha, ha, aduh.. mai. Kau lebih suka aku yang seperti ini atau aku yang dulu?" tanyanya balik.
"Ehmm sebenarnya mai lebih suka nona yang sekarang, nona lebih terlihat ceria dan tidak murung lagi. Tapi..,"
"Tapi apa?
"Ehmm, tapi nona terlalu berisikk.." ujar mai kabur.
"Apa kau bilang?!" teriak daxi kesal. Menatap kepergiam mai yang kabur setelah megatainya.
__ADS_1