Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Twelve


__ADS_3

Dan yi terkejut karena tiba - tiba ada yang memeluknya dari arah belakang. Terlebih lagi yang memeluknya adalah da xi. Namun saat itu juga, pandangan matanya tak lepas dari seseorang dihadapanya. Karena saat itu, ia sedang menjamu tamu.


"Xixi..!?" ucap dan yi terkejut.


Sambil terus memeluk dengan erat, da xi tersenyum pada kakanya.


"Kakak ini sulit sekali sih di temukannya, xixi cari kemana - mana tidak ketemu" serunya denga nada manja.


Saat itu, da xi masih belum menyadari kehadiran tamu kakaknya. Sedangkan dan yi hanya bisa tersenyum canggung.


"Kakak, kau tidak suka yah aku datang? dari tadi kakak hanya diam saja?" tanyanya cemberut. Karena dan yi tak merespon atas kedatangan dirinya.


"Aaahh.., bukan seperti itu" sangkal dan yi. "Hanya saja..," ucapnya terpotong. Karena mendengar suara mai yang berteriak, meneriaki nama da xi.


"Nona da xi, nona ada dimana?" teriak mai yang hanya terdengar suaranya saja.


Astaga anak itu, membuatku malu saja.


Da xi hanya bisa menahan kesal karena mai. Dirinya benar - benar tidak habis pikir dengan pelayannya itu. Saat itu rasanya ia ingin, menyumpal mulutnya mai dengan cabe agar ia berhenti berteriak memanggil - manggil namanya.


"Nona da xi.."


Teriakannya mai semakin terdengar jelas, beberapa saat kemudian.


"Ya ampun nona, kau ini ya benar - benar buat mai berolahraga setiap hari. Nona tau tidak, betapa tersiksanya mai yang harus mengimbangi setiap langkah kaki nona. Bahkan mai pun harus berlari juga, apa nona tak kasihan pa..da.. mai?" cerocos mai mengomeli da xi. Namun di akhir perkataannya tersendat, karena telah melakukan hal yang tidak baik bagi seorang pelayan.


Melihat mai yang tiba - tiba bicara tersendat, da xi menjadi merasa aneh. Apalgi setelah mendapat kode dari mai.


"Shutt.. nona, lihatlah yang ada di depanmu" ucap mai komat - kamit tanpa suara.


"Hah, apa?" tanyanya tak mengerti.


"Itu.." kata mai mencoba memberitahu.


Seberapa pun banyaknya mai memberitahukan da xi melalui kode - kodean. Namun tetap saja dia tak paham, terlebih da xi orangnya kurang peka.


"Itu nona, itu.." berusaha menunjuk memberitahu.


"Apa sih mai, apa?" tanyanya tak paham. Saking tak paham, matanya pun ikut melotot bereaksi.

__ADS_1


"Itu..," menunjuk dengan jari telunjuknya agar lebih jelas.


Akhirnya da xi mengikuti apa yang ditunjuk oleh mai. Tapi tiba - tiba setelahnya, ia memasang wajah syok dan malu.


Hancur deh berantakan, batinya menyerengit penuh malu.


Kedua bola matanya hampir keluar karena sangat terkejut dengan apa yang ia lihat.


------


Aaaa.. aku benar - benar kacau, bagaimana aku bisa bertingkah seperti itu dihadapan orang lain. Pasti mereka berpikir yang tidak - tidak tentangku. Hancur sudah reputasiku.


Da xi berjalan dengan sangat cepat sambil terus ngebatin tentang dirinya yang sudah melakukan hal yang memalukan.


Bagaimana ini?


Dirinya benar - benar menyesal sudah melakukan hal itu. Dan sekarang, ia hanya bisa menghela napas penuh penyesalan. Sedangkan di sisi lain, mai juga kesal karena nonanya itu selalu saja meninggalkannya. Apalagi ia tidak begitu bisa mengimbangi jalan cepat nonanya.


"Aaaa... aku benar - benar bodoh. Mai ini semua gara - garamu tidak memberitahukan aku lebih awal. Aku kan jadi terlihat tidak baik dihadapan mereka. Nanti bagaimana kalau mereka berpikir yang tidak - tidak dengan ku?" cerocos da xi kesal dan menyalahkan pelayannya itu.


Mai yang sudah dibuat kesal dengan nonanya yang sekaku meninggalkannya, ditambah kesak lagi dengan da xi yang menyalahkannya karena tidak memberitahukan lebih awal.


"Apa yang kau bilang?!" saut da xi.


" Memangnya kau pikir, aku tidak mendengar cacianmu mai. Telingaku masih begitu baikloh mai," lanjutnya di liputi kemarahan.


"Ampun nona, mai salah.." ucap mai menysal.


Namun da xi yang kini sudah diliputi oleh kemarahan, sudah bersiap - siap mengeluarkan tanganya itu. Tak lama kemudian ia mengangkatnya dan siap mendaratkan tanganya tersebut di wajah da xi.


Melihat nonanya sudah mengangkatkan tanganya keatas dan siap mendarat di wajahnya. Mai pun tak sanggup untuk melihat, lalu memejamkan matanya saking merasa gugup.


"Nona...," teriak mai ketakutan. Setelah melihat tangan nonanya yang akan bersiap - siap mendarat.


Namun..,


Platak!!!!


"Aduh.., nona sakit" mai kesakitan didahinya, Karena da xi.

__ADS_1


Mai berpikir nonanya itu akan memukulnya, ternyata semua itu tidak benar. Nona hanya menjitak dahinya saja. Karena hal itu ia bersyukur dan menghela napaa lega. Namun setelah itu, lagi - lagi ia di tinggalkan oleh da xi dan berusaha mengejarnya sambil terus menerus memanggil nama nonanya itu.


"Nona.. nona..," teriak mai berlari mengejar nonanya.


Dan semua kejadian barusan, di lihat oleh seseorang misterius. Namun sosoknya tidak di diketahui oleh siapapun.


Sedangkan itu di gazebo, setelah kedatangan da xi yang tiba - tiba, membuat mereka terdiam tanpa pembicaraan. Yang ada saat itu hanya sunyi dan saling menatap satu sama lain. Karena tidak ingin terus dalam situasi seperti itu, dan yi pun berusaha memecahkan kesunyian dengan memulai pembicaraan.


"Ehem..," dan yi berdehem sebelum memulai bicaranya. "Emm.. maaf tuan - tuan sebelumnya sudah membuat situasi menjadi seperti ini," ucapnya sambil tersenyum. "Maaf atas tingkah laku adik perempuan saya. Adik saya memang terlalu dimanjakan, sehingga tolong dimaklumi atas kejadian barusan" lanjutnya berusaha meminta maaf.


Para tamu tersebut saling pandang, lalu kemudian tersenyum. "Ehm.. tuan muda tidak perlu bicara seperti itu, saya mengerti" sautnya tersenyum mengerti.


Dan yi pun tersenyum membalasnya.


"Namun..," lanjutnya terhenti.


"Iya tuan, mengapa? lanjutkan saja" ucap dan yi.


"Emm.. nona da xi, mengapa terlihat berbeda?" tanyanya hati - hati.


Dan yi sudah menduga akan mendapatkan pertanyaan seperti itu. Memang benar semenjak da xi tecebur ke kolam di pesta waktu itu. Sikap dan semua perilakunya berubah total. Ia pun sempat terkejut atas perubahan itu, ketika baru bertemu denganya kembali setelah kepulangannya mengurusi perdagaangan waktu itu.


Dan yi tersenyum, "benar tuan, adikku memang berubah dan berbeda dari sebelumya. Hamba harap tuan mengerti, karena beberapa bulan yang lalu adik hamba mengalami kecelakaan. Sehingga tabib mengatakan bahwa dirinya mengalami amnesia dan tidak mengenali dirinya sendiri" ujar dan yi menjelaskan.


Tuan tersebut pun menganga tak percaya, di ikuti dengan pengawalnya.


"Apa!!," ucapnya terkejut. "Bagaimana itu bisa terjadi?" tanyanya.


Dan yi menghela napas sedih dan berkata "Saya pun tida begitu tahu kejadiannya seperti apa? karena waktu itu saya sedang berada diluar kota" jawabnya sendu.


Namun tiba - tiba percakapan mereka terhenti dan berbalik.


"Siapa yang kalian maksud amnesia itu?" tanya orang itu dingin.


Menatap pada seseorang yang tiba - tiba masuk kedalam pembicaraan mereka. Melihat orang itu, mereka langsung berdiri dan memberi salam hormat. Sepertinya orang itu adalah orang penting.


tbc..


Jangan lupa like, komen, rate dan vote yah kawan - kawan❤

__ADS_1


__ADS_2