Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Twenty two


__ADS_3

Da xi kini tengah makan dengan kesal, tak lupa dirinya itu mendumelkan seseorang yang tak lain adalah kakaknya sendiri Zouyu. Bagaimana ia tak merasa kesal coba? masa kak Zouyu meninggalkan dirinya disini begitu saja. Padahalkan yang mengajaknya pergi kesini dia. Perginya pun harus nyamar - nyamar segala, pake pakaian cowo. Ditambah tempat yang di datangi adalah kerumah bordir. Rumah yang sebenarnya tidak boleh Da xi datangi. Karena rumah bordir itu sendiri, bisa dikatakan seperti rumah tempat para pel*cur dan para pria hidung belang berada. Kalau ketahuan bisa hancur reputasinya, apalagi sebenatar lagi dirinya itu akan dipersunting oleh kaisar masa depan, sang putra mahkota.


"Menyebalkan banget sih, si kaka Zou itu. Masa bisa - bisanya dia tinggalin aku disini sendirian. Dia gak takut apah, kalau sampai adiknya yang cantik ini kenapa - kenapa?" dumel Da xi bicara sendiri.


Walaupun dirinya itu tengah mendumel kesal. Tetapi mulutnya itu terus mengunyah disela - sela dumelanya.


"Huh..! kalau saja tadi mai ikut, pasti aku ga bakalan kebosanan gini. Huh.. menyebalkan," dumelnya kembali sambil terus makan.


Zouyu ini benar - benar sangat pengertian, walau dia meninggalkan sang adik sendiri. Ia tak membuatnya menunggu sampai kelaparan. Bahkan sebelum pergi, ia sudah memesankan makanan terlebih dahulu. Karena dia tahu, Da xi paling suka makan.


"Tapi ngomong - ngomong, ni makanan pada enak - enak banget yah. Cantik lagi..," ucapnya baru tersadar dengan rupa si makanan.


"Sayang baget kalau ga di abadikan. Huhu.. coba aja ada ponsel, pasti udah ku foto dan share di webook. Pasti auto dapat banyak like. Apalagi kalau bikin video mukbang, kalau liat makanan sebanyak ini. Pasti langsung dapat banyak viewrs di wetube dan jadi trending. Sayang banget..," ucapnya sedih.


Namun ketika Da xi akan melanjutkan makannya kembali. Tiba - tiba dirinya kebelet ingin buang air kecil. Otomatis dia langsung berlari keluar kamar menuju toilet.


Tapi ketika ia sudah berlari lumayan cukup jauh dari kamarnya. Tiba - tiba ia teringat tidak tahu letak toilet sama sekali. Sehingga membuatnya kesulitan untuk mencari keberadaan sang toilet.


"Aduh.. udah ga tahan lagi, dimana ya toilet nya?" celingak - celinguk mencari kesetiap penjuru.


Ketika dirinya tengah kebingungan mencari keberadaan toilet yang tak kunjung ia temukan. Tak sengaja dia berpapasan dengan sekelompok penari yang ia lihat waktu pertama kali masuk kerumah bordir.


Seketika para penari itu terkesima dengan wajah tampan yang dimiliki oleh Da xi, lalu menghampirnya tanpa pikir panjang.


"Tuan.., mengapa anda begitu tampan?" tanya wanita itu dengan tatapan berseri - seri.


Da xi hanya tersenyum canggung mendengarnya.


Hehehe.., dia bilang aku tampan. Belum tau aja aku ini sebenarnya siapa, ucapnya dalam hati.


"Terima kasih nona atas pujianya," menjawab dengan senyum penuh kecanggungan.


"Aw.. tuan, kau ini sungguh manis sekali." Kata wanita lain, sambil mencolek lengan da xi manja.

__ADS_1


Seketika Da xi begidig ngeri di buatnya.


Mereka ini apa - apaan sih! buatku begidig ngeri saja. Aku ini masih normal kali, ucapnya sembari menatap aneh pada para wanita itu.


Awalnya para penari wanita itu hanya terkesima dengan wajah tampan yabg dimiliki Da xi. Namun lama kelamaan, mereka malah terpesona dan jatuh hati. Memang sih saat itu tak bisa dipungkiri rupa Da xi terlihat sangat tampan. Walaupun sebenarnya dia adalah seorang wanita. Bahkan sesama wanita pun terpesona olah rupanya.


"Emm.., maaf nona - nona cantik. Aku ada urusan jadi harus cepat pergi. Nanti saja ya kalau mau berkenalanya," ucapnya mencari alasan agar bisa kabur.


Namun tetap saja, para wanita itu tak perduli sama sekali dengan ucapnya dan langsung mendekap lengan Da xi manja.


Tentu saja tindakan hal itu seketika membuatnya terlonjak kaget. Apalagi setelah para wanita itu menjemaah tubuhnya tanpa permisi.


Astaga.., mau apa mereka? ucap batinya melotot.


"Eyy..., mau diapakan aku ini?" teriak Da xi panik.


Da xi menjadi risih dengan perlakuan para penari itu yang seenak jidatnya saja meraba - raba tubuhnya.


"Tuan.., mengapa kulit anda sangat lembut. Bahkan lebih lembut dariku," kata wanita itu denga suara manja.


Ehem.., walaupun lebih tepatnya mai sih yang merawat tubuhku ini. Sepertinya setelah kembali nanti, aku harus berterima kasih padanya (mai).


"Nona ini.., kau terlalu berlebihan. Terima kasih ya atas pujiannya. Namun sayangnya aku harus cepat - cepat pergi dari nona - nona yang cantik ini. Kalau begitu aku permisi dulu," ucap Da xi langsung lari dengan terbirit - birit meninggalkan para wanita tersebut.


Melihat Da xi yang langsung kabur dengan lari tebirit - birit seperti itu. Sontak saja para wanita tersebut memanggiil - manggilnya dengan suara manja khas mereka.


Emangnya aku ini apaan! masa apem ko sama apem.., pikirnya dalam hati bergidig ngeri.


Akhinya Da xi bisa terlepas dari para wanita penari itu yang menyulitkannya. Dan sekarang yang membuatnya sulit adalah mencari keberadaan toilet yang belum ditemukan. Padahal sekarang ini dia sudah tak dapat menahannya untuk lebih lama lagi.


"Duh.., dimana toiletnya sih!" ujarnya kesal.


Dalam kebingungan mencari toilet, tak sengaja Da xi berpapasan dengan seorang pria. Pria itu tengah lewat, namun setelah melihat sekilas Da xi. Tiba - tiba ia kembali berjlan mundur dan mulai mengamatinya lekat - lekat.

__ADS_1


Da xi hanya menatap balik pria yang tengah mengamatinya itu dengan tatapan heran dan bingung.


"Kau ini wanita ya?" ucap pria itu enteng mngetahui penyamarannya. Padahal pria itu hanya sekilas lewat saja dan sebelumnya belum pernah bertemu dengan Da xi.


Tentu saja pernyataan itu membuat Da xi terkejut.


"Eh.. bukan, bukan.." berusaha menyangkalnya.


Namun pria itu tetap kekeh dan mengatakan kalau Da xi adalah seorang wanita. Tentu saja Da xi terkejut dan tak kalah kekeh buat menyagkalnya. Masa dia harus berkata iya, ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah seorang wanita. Gak mungkin dong, kan saat ini dia tengah menyamar.


Lama kelamaan Da xi kesal, karena pria itu terus mengatakan hal itu padanya. Apalagi ketika Da xi ngotot kalau dia itu pria. Tapi pria itu tak percaya sama sekali dan langsung akan membuktikannya dengan menoel dadanya. Sontak saja saat itu Da xi langsung mundur ketakutan dadanya akan di pegang.


Hey.., apa - apaan dia ini. Ucapnya dalam hati melotot pada pria itu.


Sedangkan pria tersebut hanya cengengesan tanpa rasa bersalah ataupun malu.


Ternyata drama - drama kerajaan dimana tokoh wanitanya nyamar jadi laki - laki itu bohong. Ternyata ketika cewek nyamar jadi cowok itu bisa langsung ketahuan hanya dengan sekali lihat. (ya, iyalah. wkwkwk)


Lalu pria itu kembali bicara, dia menduga kalau Da xi ketempat ini untuk menangkap kekasihnya yang lagi selingkuh atau semacamnya. Namun Da xi menyangkalnya, dia kesini hanya untuk bersenang - senang saja dan tidak ada hubungannya dengan menangkap sang kekasih yang tengah selingkuh atau sebagainya. Lalu dia mengalihkan pembicaraan dengan bertanya letak toilet berada dimana.


Namun tetap saja pria itu tak menghiraukan ucapanya dan terus menerus bicara tentang selingkuhan, kekasih atau semacamnya lah. Perkataan pria itu sontak saja membuat Da xi sangat kesal. Aapalagi ia saat itu sudah tak tahan ingin segera ke toilet.


Agar pembicaraan yang tidak penting itu segera berakhir. Da xi pun sengaja mengeluarkan uang dikantongnya. Lalu memberikan uang itu padanya dan bertanya letak toilet ada dimana.


Tentu saja di kasih uang oleh Da xi, dia melotot kesenangan. Dan langsung memberitahu letak toilet ada di sebelah mana. Setelah di beritahu Da xi langsung pergi tanpa berpamitan ataupun sekedar basa - basi sebelum pergi pada pria itu.


"Hei nona..!" teriaknya, namun langsung dilarat. "Hmm.. maksudku tuan, toiletnya ada di sebelah sana. Terika kasih yah uangnya..." lanjutnya berteriak memanggil Da xi yang sudah berjalan jauh.


Setelah Da xi sudah tak terlihat lagi. Seketika pria itu baru tersadar, dia malah mengarahkan Da xi ketoilet pria. Padahal dia tahu bahwa Da xi adalah seorang wanita yang tengah menyamar menjadi pria.


"Masa bodolah.., yang penting aku dapat ini" ucap pria itu tersenyum sumringah melihat banyaknya uang yang diberika oleh Da xi padanya. Dia tidak ambil pusing mengenai dirinya yang mengarahkan Da xi ke toilet pria, toh saat ini Da xi tengah menjadi pria.


Tbc..

__ADS_1


Hai semua, maaf baru update lagi. Jangan lupa setelah baca like, komen, rate dan juga vote bagi yang mau. Terima kasih banyak bagi yang sudah mampir dan membaca. See you..


Makasih❤


__ADS_2