
Istana putra mahkota
Siang hari itu, dikediaman putra mahkota. Para pelayan, baik itu pria ataupun wanita. Tampak tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya masing - masing. Kesibukannya mereka tersebut, bukan tanpa sebab. Karena sebentar lagi, mereka akan menyambut kedatangan nyonya rumah dikediaman tempat mereka bekerja.
Yaa.. seperti yang semua orang tahu dan kalian juga. Putra mahkota beberapa hari lagi akan mempersunting si tokoh utama kita yaitu Wu da xi. Otomatis setelah mereka berdua resmi menjadi sepasang suami istri. Da xi akan tinggal disana dan menjadi sang nyonya rumah. Karena hal itulah mereka sibuk mempersiapkan segalanya untuk majikan baru mereka. Dari perabotan rumah baru hingga semua keperluan yang akan Da xi perlukan nanti, sudah dipersiapkan dengan baik mulai dari sekarang.
Tidak hanya dikediaman putra mahkota saja para pekerjanya sibuk mempersiapkan hal tersebut. Melainkan di istana tempat kediaman raja dan ratupun melakukan hal yang sama. Para pelayan dikediaman mereka tampak sibuk mempersiapkan kedatangan sang menantu ratu nanti. Bahkan sang ratu terlihat begitu sangat antusias dan tak sabaran ingin segera bertemu menantunya itu. Karena rasa tak sabarannya itu, ia bahkan sudah mempersiapkan banyak hal. Termasuk mempersiapkan perhiasan yang akan ia berikan kepada calon menantunya nanti.
Namun kesibukan itu semua tak sebanding dengan para pekerja diaula yang akan dilaksanakan acara sakral tersebut. Mereka begitu sibuk mempersiapkan segalanya yang akan diperlukan untuk hari pernikahan nanti. Sepertinya acara pernikahan putra mahkota dan calon istrinya dipersiapkan dengan secara matang dan sebaik mungkin. Dan juga akan menjadi acara pernikahan yang sangat megah dan mewah. Tentu saja acara pernikahan tersebut, mungkin saja akan menjadi catatan sejarah suatu hari nanti.
Semua orang tampak sibuk mempersiapkannya. Bahkan mereka begitu heboh dalam mempersiapkan segala hal, agar tidak terjadi hal yang tidak mengenakan ketika dihari H tiba. Jangankan untuk berhenti sebentar untuk menghilangkan rasa penat, untuk bersantai ria pun dirasa tidak akan pernah bisa saking sibuknya.
Sedangkan itu sang mempelai prianya sendiri tidak terlihat begitu sibuk ataupun pusing mempersiapkan acara pernikahannya nanti. Dia bahkan terlihat begitu santai dan saat ini dia terlihat bersantai ria bersama teman - temannya.
"Kenapa kau begitu terlihat santai? sedangkan semua orang tengah begitu sibuk mempersiapkan acara pernikahanmu itu?." Ungkapnya heran, seraya melihat kearah sang calon mempelai pria yang terlihat begitu santai tiduran di semacam bale.
"Memangnya kenapa? memangnya kau pikir aku harus sibuk gitu?" jawab putra mahkota enteng.
"Aish.. benar - benar aneh" serunya kembali pada sang putra mahkota.
"Aneh kenapa?" tanyanya heran. "Yang ada itu.. kau yang aneh" lanjutnya menatap tanpa ekspresi sama sekali.
"Sudahlah kalian ini" ucap seseorang menghentikan perdebatan diantara mereka. Kalau misalkan dibiarkan saja akan panjang. "Sudahlah.. tao, dia kan putra mahkota. Tentu saja dia tidak perlu repot - repot mengurusi pernikahannya. Lagipula sudah banyak pekerja yang mengurusi hal itu" lanjutnya menengahkan.
Tao pun hanya berdehem saja mendengar hal itu. Suasana diantara mereka bertiga menjadi sepi kembali. Tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut mereka. Benar - benar sunyi melebihi kesunyian dipemakaman. Namun untungnya kesunyian itu tak berlangsung lama. Setelah kedatangan seseorang yang suara langkahnya sudah terdeteksi oleh mereka.
"Hei kau mau pergi kemana?" tanya tao. Melihat putra mahkota sudah beranjak dari tidurnya dan akan pergi.
"Aku mau pergi" jawabnya dingin.
"Kenapa kau mau pergi? apa karena gara - gara orang itu menuju kesini?" ucap tao menduga.
"Bila sudah tau, kenapa bertanya? kalau begitu aku pergi ya." Ucapnya langsung pergi.
"Aish.. anak itu," decih tao tak habis pikir. "Apa segitunya dia membenci orang itu?" ungkapnya kembali.
__ADS_1
"Sudahlah tao, kau ini. Kau kan tahu sendiri sifat orang itu (putra mahkota)"
"Ya.. aku tahu. Hanya saja.., ah.. sudahlah membuatku pusing sendiri saja" kata tao mengacak rambutnya.
--------
Sedangkan itu, dikediaman mantan perdana mentri wu do ran. Da xi berjalan di koridor rumahnya sendirian. Sambil berjalan, ia terus menggerutu kesal karena saat ini dirumahnya itu berisik sekali.
Mengapa semua penghuni dirumah ini berisik sekali sih, menganggu tidurku saja. Apa segitu pentingnya mempersiapkan semua itu. Aku saja yang akan menjalankannya pun terlihat santai - santai saja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Benar - benar aneh.., ungkapnya dalam hati.
Da xi benar - benar kesal, karena semua orang yang berada dikediamannya itu berisik. Sehingga menganggu tidur nyenyaknya, padahal hari sudah mulai siang. Mereka berisikpun bukan tanpa sebab. Sama halnya dengan di istana. Saat ini kediaman mantan perdana mentri tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan Da xi.
Benar - benar aneh. Diriku yang mau nikah, malah mereka yang repot, gerutunya.
Semakin lama, langkah kakinya semakin cepat ia jalankan. Dia terus berjalan dikoridor rumahnya itu. Entah dia akan menuju kemana? sedangkan kan dirinya itu tengah dilarang berpergian kemanapun. Dan tumben - tumbenan sekali mai tidak terlihat mengekor padanya.
Kamar Da xi,
"Nona, cepat ba..." ujar mai terhenti.
"Aish.. kemana dia?" tanya mai pada dirinya sendiri.
Mai langsung saja mencari nonanya itu kesetiap sudut kamar. Namun sang nona tidak bisa ditemukan.
"Aih.., benar - benar deh nona Da xi ini. Kenapa dia terus suka sekali menghilang sih" decaknya frustasi.
Mai pun pergi dari kamar sang nona dan segera mencarinya keluar.
....
"Aahhh.., enak sekali" ucap Da xi sembari menutup matanya tenang. "Disini baru aku bisa tenang. Tidak ada yang bisa menggangguku" lanjutnya mulai tertidur.
Saking merasa tenangnya, dia pun mulai akan terlelap. Namun tiba - tiba suara seseorang membuatnya kembali membuka matanya itu.
"Sedang apa kau disini?" tanyanya dingin.
__ADS_1
Namun Da xi hanya diam saja tak menyahut sama sekali dan melanjutkan tidurnya dengan tenang.
"Hei, kau ini dengar tidak?! mengapa kau disini?" tanyanya kembali.
Da xi membuka matanya dan menatap orang itu. "Aku ini sedang tidur, memangnya tidak lihat?" jawab Da xi dengan muka cemberutnya itu.
"Kenapa kau tidur disini. Bukankah kau punya kamar?"
"Disana terlalu berisik. Disini tenang, jadi enak untuk tidur" jawabnya dan mulai menutup matanya kembali.
Lalu orang itu mendesah kesal dan mulai mendekati Da xi untuk membangunkannya.
"Cepat bangun! kenapa kau harus tidur dikamarku" ungkap orang itu kesal, yang tak lain adalah Zouyu kakaknya.
Ternyata Da xi tidur dikamarnya Zouyu. Kamar Zouyu sendiri memang cocok sih untuk menenangkan diri. Karena tidak ada aktivitas para pelayan maupun pekerja yang berlalu lalang disana. Karena Zouyu memerintahkan para pelayan untuk datang seperlunya saja dan itupun ada jam - jamnya mereka datang.
"Ahhh.. kakak, biarkan aku disini yah" rengek Da xi dengan wajah memelas.
"Tidak, kembali saja kau sana" jawab Zouyu tegas.
Mendengar itu Da xi cemberut. Namun Zouyu tak bergeming melihat itu.
"Kakak aku mohon.., sekali ini saja yah. Please.. ok," ucapnya kembali memohon.
Namun Zouyu hanya diam saja tak menjawab.
"Boleh ya.., boleh ya.." sambil menaik turunkan alisnya.
Zouyu hanya diam saja. Da xi kecewa melihat itu dan akan beranjak dari tempat tidur kakanya. Namun suara yang berasal dari mulutnya Zouyu seketika membuatnya berhenti. Lalu kemudian tersenyum senang.
"Kakak, terima kasih" ucapnya tersenyum senang dan langsung memeluk sang kakak.
"Tapi hanya sekali ini saja" ucap Zouyu dipelukan Da xi.
"Iya.. iya.. aku tahu," sautnya melepaskan pelukan. Kemudian kembali berbaring dikasur empuk sang kakak sambil tersenyum.
__ADS_1