
Keesokan harinya
Da xi tengah berdiri mengamati sesuatu di hadapanya. Bahkan saat itu pandangannya begitu fokus mengarah hanya pada satu titik saja.
"Hmm.., tidak buruk?" pikirnya sambil menaruh jari letiknya itu di dagu.
Masih fokus mengamati. Tiba - tiba munculah banyak pertanyaan dalam benaknya itu.
Kenapa dia menyuruhku memakai ini? dan kenapa lagi dia belum kembali juga? benar - benar aneh. Pikirnya dalam hati.
Entah siapa yang di maksud olehnya saat itu.
Tapi..., bukankah ini adalah pakaian yang di pakai oleh pria kan?
Mengangkat kedua tanganya sampai bahu untuk memastikan pakaian yang melekat pada tubuhnya.
Benar! ini benar pakaian pria. Terheran takjub dengan apa yang ia pakai.
Aaaa.., aku mengerti. Jangan - jangan dia akan..
Belum sempat da xi melanjutkan perkataanya itu. Tiba - tiba ia mendengar suara pintu kamarnya di buka dari arah luar, sehingga saat itu dia langsung menoleh.
"Bagaimana, kau sudah siap belum?" tanya orang itu masuk.
"Aaa.. sudah," jawabnya dengan senyum sumringah.
"Kalau sudah siap, ayok pergi" ajak orang itu pada Da xi. Yang tak lain adalah Zouyu kakak pertamanya, yang akan mengajaknya pergi.
"Ohh, baik" jawab Da xi dengan senyuman.
Lalu Zouyu pun mengagguk dan lansung berbalik arah pergi. Tetapi baru saja ia melangkahkan kakinya sampai pintu. Tiba - tiba dia menghentikan langkah kakinya itu. Karena tidak mendengar langkah kaki Da xi yang mengikutinya di belakang.
Zouyu memberhentikan langkah kakinya dan berdiam bingung di tengah pintu. Lalu berbalik, menatap Da xi yang hanya diam saja mematung tak mengikutinya. Padahal tadi dia sudah mengajaknya pergi.
"Kenapa hanya diam saja?" tanya Zouyu bingung menatap sang adik.
Da xi menatap kakaknya itu lekat - lekat. Lalu.., "Apa tidak masalah aku pakai ini?" tanyanya balik.
"Kalau tidak mau, yasudah tak perlu ikut" ucapnya berbalik seolah tak perduli.
Da xi kelabakan, melihat kakanya itu akan pergi meninggalkannya begitu saja. Padahalkan tadi ia hanya cuma ingin bertanya saja mengenai pakaian yang seharusnya tidak ia pakai itu. Karena ia tahu kalau hukum dizaman kuno ini tidak terlalu bebas, apalagi untuk seorang perempuan. Ia tidak ingin melakukan kesalahan, makanya ia bertanya.
Arghh.., mengapa dia meninggalkanku? aku kan cuma mau bertanya saja, lirihnya sebal karena di tinggalkan.
Tidak mau ditinggal begitu saja. Sebelum menyusul untuk mengejarnya, Da xi berbalik menghadap cermin sekilas menatap dirinya untuk sekedar merapikan. Lalu segera berlari pergi keluar dari kamar untuk mengejar sang kakak yang sudah pergi meninggalkannya.
__ADS_1
------
Beberapa jam kemudian, mereka sampai di suatu tempat. Sesampainya disana, sontak saja Da xi membulatkan matanya kareba terkejut melihat tempat yang mereka datangi itu. Lalu melirik kearah Zouyu penuh selidik, sambil tersenyum cengengesan tak percaya. Pikiranya saat itu, benar - benar dipenuhi oleh spekulasinya sendiri.
Zouyu yang melihat ekspersi wajah sang adik, seolah tahu apa yang tengah dipikirkan oleh adiknya itu. "Jangan berpikir yang macam - macam" ujar Zouyu memperingati.
Da xi hanya tersenyum cengengesan tak perduli, dia masih terus meneruskan pikirannya yang liar itu. Da xi berpikir saat itu Zouyu hanya bicara omong kosong untuk menutupi rasa malunya.
Ahaha.., ternyata semua pria itu sama. Batinya cengengesan sendiri.
"Kakak Zou tidak usah malu, Xixi mengerti kok. Kakak butuh asupan kan? makanya mengajakku kesini?" ucap Da xi tersenyum meledek padanya, sambil menaik turunkan alisnya dan menyenggol bahu sang kakak.
"Apaan sih kau ini!" sewot.
Zouyu mendengus kesal dengan ledekan sang adik, Lalu segera pergi meninggalkan Da xi yang terus cengengesan sendiri terbuai dengan pikiran tak masuk akalnya itu.
Ahhhh.. lucu sekali dia kalau sedang malu begitu, ucapnya menatap punggung Zouyu yang pergi menjauh.
Karena tidak ingin tertinggal, segeralah Da xi masuk kedalam menyusul Zouyu. Tapi saat itu dia masih saja cengengesan tak jelas dengan pikiranya sendiri.
.
.
Matanya itu terbelalak kaget, karena melihat para penari wanita tengah menari - nari dengan sangat anggun. Namun sesekali wanita itu menyibakan pakaiannya ketika hendak berputar. Sehingga memperlihatkan lekukan kakinya yang lumayan mulus itu. Apalagi cuma karena tindakan itu langsung membuat para lelaki hidung belang langsung berteriak histeris dibuatnya.
Cih.. itu sih apaan, cuma segitu mana hot. Decihnya tertawa mengejek.
Zouyu yang sudah berjalan terdepan, seketika memberhentikan sejenak langkahnya itu. Hanya untuk melirik tajam kearah sang adik agar mempercepat langkah kakinya. Da xi yang mendapat lirikan tajam langsung menghampiri dan tersenyum cengengesan tak bersalah. Melihat itu, Zouyu hanya bisa menghela napas panjang dengan kelakuan adiknya yang tak pernah punya rasa takut itu.
Ternyata mereka berdua sedang berada di rumah bordir. Entah mau apa mereka berada di situ? pantas saja sebelum pergi kesana, Zouyu memberikan pakaian pria pada Da xi. Dan menyuruhnya untuk memakai pakaian yang dia berikan.
"Selamat datang tuan."
Seorang pria paruh baya membungkuk hormat pada Zouyu. Namun yang diberi salam hanya diam acuh.
"Silahkan, saya akan mengantar anda" ucapnya jalan mendahului.
Ehmm.., sepertinya dia sering datang kesini. Pikir Da xi dalam hati, melihat keramah tamahan pria paruh baya itu terhadap kakaknya.
Kemudian Zouyu dan Da xi mengikuti di belakang. Berjalan menuju sebuah koridor yang terdapat banyak pintu di kanan kirinya. Setelah berjalan cukup lama, lalu sampailah mereka di sebuah pintu bernomor 25.
"Silahkan tuan - tuan," membukakan pintu.
Langsung saja Zouyu masuk setelah dibukakan pintunya, begitupula dengan Da xi yang mengekor dibelakang.
__ADS_1
Kosong..? ucap batinnya kala masuk.
Da xi pikir ketika ia masuk kedalam, kamar itu penuh dengan barang - barang seperti kasur dan lain - lain. Namun yang ia lihat hanya ada sebuah meja kecil di lantai dengan sebuah bantal untuk alas duduk.
"Kenapa cuma berdiri saja disana? cepat sini duduk," ucap Zouyu.
"Ahh.. baik," jawabnya menurut.
Da xi pun mendekat dan duduk berhadapan dengan kakanya. Ia tampak bingung saat itu, karena ia pikir Zouyu mengajaknya ke rumah bordir untuk melakukan hal yang biasanya di lakukan seperti di drama - drama. Namun ternyata, sangat jauh dari ekspetasi.
Huh.., terlalu membosankan. Ucap batinya cemberut.
Zouyu yang melihat sang adik cemberut, seakan tahu apa yang sedang adiknya cemberutkan itu. Namun ketika dia akan berbicara pada adiknya. Tiba - tiba seorang pelayan wanita masuk dan menyodorkan sebuah buku.
"Kau ingin apa?" tanya Zouyu pada adiknya.
Da xi yang masih cemberut tak terlalu memperdulikannya dan hanya diam tak merespon. Melihat itu, Zouyu hanya bisa menghelakan napas.
"Baiklah. Aku mau ini.., ini.., ini.." tunjuk Zouyu.
Pelayan itu mengerti, lalu langsung pergi keluar kamar.
"Kalau kau terus seperti itu, lebih baik kita kembali pulang saja" kata Zouyu tiba - tiba.
Da xi yang cemberut langsung bereaksi dan menolaknya "eh... Jangan! baru juga datang masa langsung pulang begitu saja." ujarnya dengan nada setengah berteriak.
"Makanya jangan memasang raut wajah seperti itu."
"Iya baiklah tu-an" jawabnya malas. Lalu berdiri, berjalan menuju jendela.
Namun ketika ia membuka jendela, matanya lagi - lagi terbelalak membulat sempurna. Karena melihat pemandangan yang indah malam itu. Pemandangan malam kota khas permukiman rumah zaman kuno dengan kerlap kerlip lampu disetiap jalanya.
Wah.. keren, sama persis c-drama kerajaan yang ku tonton. Jadi ini maksudnya.., berbalik menatap kearah Zouyu tersenyum.
"Makasih..," ucapnya pada Zouyu dengan senyum yang merekah.
Mendapatkan senyum merekah dari sang adik membuat Zouyu tersipu malu. Kemudian memalingkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya itu.
"Dih.., apa - apaan dia ini!? ku kira dia akan senang? Namun ternyata.., bodo amatlah yang penting hari ini aku sangat senang" gumamnya tak perduli dan melanjutkan melihat keindahan malam itu. Karena yang terjadi hari ini akan sulit terjadi lagi untuk kedepanya.
tbc..
Guys.. jangan lupa like, komen, rate dan juga vote ok. Karena itu sangat memberikan semangat untukku. Love you guys, see you next episode.
Makasih❤
__ADS_1