Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Twenty six


__ADS_3

Da xi masih sibuk mengamati hadiah yang diberikan oleh kakaknya itu. Saking senangnya dengan hadiah yang diberikan oleh Dan yi. Matanya itu tidak bisa lepas pandangan dari hadiah yang ia dapatkan. Bahkan membuat mai yang tengah sibuk melipat pakaian, hanya bisa menggeleng heran.


Babang tamvanku memang tidak pernah mengecewakan. Dia memang paling mengerti membuat seorang wanita senang. Andaikan saja dia bukan saudaraku. Aku pasti akan lebih memilih menikah dengannya. Daripada dengan si putra mahkota impoten itu.


Walapun Da xi terlihat hanya diam, sambil memandangi gelang giok ditangannya dengan senang. Namun dalam hatinya ia bersungut ria tak mau diam.


Ehm.. tapi ngomong - ngomong. Kenapa gelang giok ini terasa tidak asing ya? sepertinya aku memiliki barang yang hampir mirip seperti ini. Namun apa ya..??


Setelah lama memandangi gelang giok miliknya. Seketika Da xi mengingat sesuatu yang hampir mirip dengan gelak gioknya itu. Namun dia tidak terlalu ingat, apa yang dimaksudnya.


Apa ya..?


Dia benar - benar berusaha keras untuk mengingatnya. Beberapa detik kemudian..


"Ah.. iya aku ingat!" teriaknya senang.


Seketika suara yang keluar dari mulutnya itu membuat mai terkejap kaget dan melihat kearah nonanya penuh tanya. Dia begitu bersuara nyaring, padahal tadi dia hanya diam saja.


"Oh.. ya mai," panggilnya pada mai.


Mai hanya bengong menatap kearah nonanya itu dengan tangannya yang terus sibuk melipat baju yang belum ia selesaikan.


Karena tak ada sahutan sama sekali dari Mai, Da xi mencoba memanggilnya kembali.


"Mai.., kau mendengarku tidak?" tanyanya dengan suara agak meninggi.


Mai yang bengong, seketika menyahut karena sudah tersadar nonanya tengah memanggil dirinya.


"Ah.., ehm.. ya nona kenapa?" jawab Mai yang belum sepenuhnya sadar.


"Ish.." decihnya. "Kau ini melamun terus, apa sih yang kau lamunkan?" tanya Da xi kesal dengan pelayannya itu.


"Heheh.. maaf nona" jawab mai cengengesan. "Coba nona ulangi lagi. Nona tadi tanya apa?" lanjut mai tersenyum cengengesan pada nonanya.


Da xi hanya menghela napas kesal. "Kau lihat cinicin giokku tidak?" tanyanya pada mai.

__ADS_1


"Cincin giok?" berpikir. "Memangnya nona punya?" tanyanya bingung.


"Punyalah, memangnya kau tak ingat hah?" tanyanya balik.


"Tidak"


"Aduh.. mai, cincin giokku yang berwana hijau emerald seperti ini (menunjukan gelangnya sebagai contoh). Coba deh kau ingat - ingat lagi" kata Da xi menyuruh untuk mengingatnya kembali.


"Mai beneran tidak tahu nona. Coba nona cari di tempat laci yang biasa nona taruh perhiasan" jawab Mai.


Mengikuti yang dikatakan oleh mai, Da xi pun segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi kearah lemari. Ia buka laci lemarinya itu dan mencoba mencarinya disana. Namun tetap saja, benda yang diinginkan tidak ketemu.


"Tidak ada mai" teriak Da xi mengobrak - abrik lacinya.


"Coba nona cari yang benar, pasti ada. Biasanya kan nona suka begitu kalau menaruh barang. Lupa letak menaruhnya dimana" saut mai yang masih sibuk dengan melipat pakaian.


Sudah Da xi obrak - abrik pun barang yang dicari tetap saja tidak ia temukan. Sehingga membuatnya frustasi kesal.


"Tetap saja tidak ada mai.." teriaknya kesal.


Dia benar - benar kesal saat itu karena tak menemukannya. Sampai - sampai dia mengobrak - abrik lacinya itu menjadi sangat berantakan. Mai yang melihat nonanya itu memberantakan semua isi laci menjadi risih. Karena ujung - ujungnya yang membereskan kekacauan itu adalah dia.


"Mai kau ini gimana sih, bukannya bantuku mencarinya malah mengomel begini" sautnya kesal.


"Bagaimana aku ini tak mengomel nona? lihat! apa yang sudah nona buat?" tunjuknya pada barang - barang yang berserakan ulah Da xi.


"Ish.., nanti juga kan akan dibereskan kembali" ucapnya sinis.


"Ya.., tapi dibereskan olehku" balas mai dengan ekspresi cemberut.


"Yayayaya... maaf deh. Tapi bukankah itu memang tugas mai kan..?" ujar Da xi sambil menaik turunkan alisnya.


Mendengar itu mai tersenyum kecut pada Da xi. "Teganya.." ucapnya sambil menyunggingkan bibir kesal.


Da xi hanya tersenyum melihat itu. Dalam hati mai dia merutuki sang nona yang kejam padanya.

__ADS_1


Mai memunguti barang - barang yang berserakan dilantai karena ulah Da xi. Setiap sang majikan berulah, dialah yang membereskan untuknya. Namun si tersangka hanya terduduk diam tanpa membantu.


Kira - kira cincin giokku ada dimana yah. Masa sih aku lupa taruhnya, kan gak mungkin banget. Apalagitu cincin lumayan mahal dan bentuknya juga sangat unik. Limited edision banget. Aaaa... sayang banget kalau hil..


Belum sempat Da xi menyelesaikan dugaanya itu. Tiba - tiba ia teringat kejadian yang menimpa dirinya pas awal - awal tinggal di zaman ini. Setelah ingat semuanya, ia menjerit histeris.


"Aaaahhhhh... cincin giokku...." teriaknya histeris.


Sontak saja mai terkejut karena teriakan sang nona. Bahkan ia pun hampir menjatuhkan barang - barang yang dia pegang.


"Nona! menagapa nona berteriak begitu?" teriak Mai yang kesal karena kaget.


"Mai.. gawat, cincinku.." ucapnya histeris.


"Iya kenapa nona?" tanya mai khawatir melihat perubahan sang nona.


"Cincinku mai.." rengeknya.


"Iya cincin nona kenapa?"


"Cincinku.. sepertinya hilang pas aku jatuh tercebur kesungai waktu itu" rengeknya yang mulai menangis.


Mai jadi bingung melihat nonanya tiba - tiba merengek histeris. Lalu kemudian menangis kejer.


Huaa.. aaa.., diriku rugi banyak. rengek batinya menyayangkan salah satu kekayaanya berkurang.


Mai yang melihat nonanya mulai menangis, menjadi bingung.


"Nona tenang. Nanti kita cari yang baru yah," ucapnya mencoba menenangkan sang nona.


"Tidak mau mai, itukan hadiah pertama yang diberikan kakak olehku. Huaaa..aaa" rengeknya kembali.


Mai benar - benar pasrah dengan semua itu. Ia sudah tidak bisa menenangkan ataupun membuat sang nona berhenti merengek.


Rasanya aku ingin berhenti saja. Ucap mai dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan itu disuatu tempat,


Sebuah cincin berwana hijau emerald ditaruh diatas meja. Dalam sekilas cincin tersebut sangat mirip dengan yang dimilki oleh Wu da xi. Namun tak lama kemudian, tangan seseorang datang mengambilnya dan menaruhnya kedalam laci meja tersebut. Yang menjadi pertanyaan, apakah cincin itu adalah cincin giok Da xi yang hilang? ataukah memang itu adalah cincin milikinya?


__ADS_2