Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Seventeen


__ADS_3

Melihat hal itu, mereka malah menjadi semakin panik dan tambah berteriak histeris memanggil majikannya yang akan berbuat nekat.


Aishh.., kenapa malah jadi begini? benar - benar deh, diancam malah tambah berisik. ucapnya dalam hati, tak sesuai ekspetasi.


Da xi membuang pandangannya kearah yang lain. Karena tidak ingin melihat wajah para bawahannya yang tengah dilanda kepanikan. Apalagi mereka sangat berisik dan mengganggu mentalnya menurur da xi.


Ampun deh, sepertinya lama kelamaan aku disini bakakan punya penyakit mental. Karena mereka terlalu berisik dan membuatku kesal setiap saat. memalingkan wajah dari pandangan mereka.


Namun ketika ia memalingkan pandangannya , ia melihat sesosok pria tampan tengah bersandar dipohon yang tak jauh dari tembok yang ia naiki. Pria itu tengah memperhatikan dirinya dari kejauhan.


Siapa orang itu? bertanya - tanya dalam hati.


Da xi yang tengah fokus memandangi pria itu dari kejauhan. Sampai - sampai dirinya tidak mendengar teriakan para bawahanya yang tengah menggonggong di bawah sana. Karena dia saking fokusnya memandangi pria tersebut.


"Bagaimana ini, nona tidak mengindahkan kita. Kalau terus begini, bisa - bisa nona akan terluka" ucap pengawal 1.


"Iya betul.Pasti tuan wu do ran akan marah, kalau sampai mendengar putri semata wayangnya terluka" saut pengawal 2.


Mai pun terdiam mendengar ucapan kedua pengawal itu. Lalu dengan segera mai menyuruh para pengawal untuk mencari bantuan dan mencari apapun yang bisa membuat nona segera turun.


"Kalian berdua, cepat pergi sana mencari bantuan. Dan juga, cari apapun yang bisa membantu nona turun dari atas sana" perintah mai pada para pengawal.


Mereka berduapun mengangguk mengerti dan segera bergegas pergi.


Nona, bisakah satu hari saja tak buat masalah? ucap batin mai.


Da xi yang masih memandangi pria itu, terus menatapnya lekat - lekat. Bahkan ia tak sungkan memberi kedipan mata. Sehingga membuat si pria tersebut terlonjak kaget, karena da xi menyadari kehadirannya.


Wahh kagetnya.., dari mana aja kamu tampan. Dari tadi aku liatin ga sadar - sadar, tersenyum dalam hati.


Menyadari da xi mengetahui keberadaannya, pria tersebut malah akan pergi. Namun dia berhenti karena da xi melambai - lambaikan tangannya dan bergerak penuh semangat di atas sana.


"Nona.., hiks.. hiks.. jangan menyiksa mai seperti ini. Nona ini yah benar - benar tak menyayangi nyawa nona sendiri" rengek mai. Khawatir karena melihat nonanya malah melambai - lambai kegirangan diatas sana. Tanpa perduli akan jatuh atau tidak.


Mai yang kepanikan melihat nonanya semakin menggila di atas sana. Langsung saja pergi dengan tergesa - gesa. Entah apa yang akan dilakukannya itu.


Sedangkan itu, pria tersebut menatap da xi penuh kepanikan. Matanya tak berhenti melirik kanan kiri seakan akan mencari sesuatu.

__ADS_1


Bagaimana ini, sepertinya dia menyadari keberadaanku.


Merasa sudah tertangkap basah memperhatikan da xi dari kejauhan. Ia begitu kelabakan dan akan melarikan diri. Namun niatnya itu ia urungkan. Karena melihat da xi yang melambaikan tangan dan banyak bergerak diatas sana. Apalagi itu sangat membahayakan dirinya, kalau sampai kehilangan keseimbangan dan jatuh.


Aish..., mengapa dia hanya diam saja? sudah ku panggil - panggil juga. Batin da xi bertanya - tanya.


"Hei.., kakak!" panggil da xi berteriak.


Namun panggilannya itu tak digubris sama sekali olehnya. Pria itu hanya diam seperti manekin yang tak berbicara.


Tidak menyerah, Da xi pun kembali memanggilnya. "Hei kakak!!" teriaknya.


Namun lagi - lagi orang itu hanya diam, tidak menyahut atau menghampiri. Sehingga membuat da xi hampir kehilangan kesabaran. Namun ia berusaha untuk tenang dan kembali memanggil orang itu.


"Kakak.. yang ada disana, hello... aku memanggil mu. Tolong kesini, bisakah aku meminta tolong?" teriak da xi kembali.


Namun lagi - lagi orang itu hanya diam saja tanpa merespon. Dan kali ini Da xi benar - benar sudah kesal dibuatnya.


Aish.. orang itu benar - benar yah. Sudah ku panggil - panggil juga. Dia itu tuli atau bodoh sih sebenarnya? Benar - benar deh membuatku kesal. Dumelnya dalam hati.


Tapi lagi - lagi orang itu hanya diam dan menatapnya dari kejauhan.


Astaga.. orang ini, huh!!. menghela napas kasar habis kesabaran.


Pria itu benar - benar menguji kesabarannya da xi. Merasa sudah tidak bisa menahanya, Da xi memanggilnya kembali.


"Woii.. gila!!!" teriaknya kasar.


Orang itu terlonjak kaget dengan apa yang diucapkan oleh da xi.


Nahh.. kan!


Tiba - tiba mai sudah kembali dengan membawa seutai tali.


"Nona ayo turun, mai sudah membawa tali agar nona bisa turun dari atas sana" ucap mai.


Da xi menoleh padanya dan menatap mai heran.

__ADS_1


" Tali?"


"Iya tali, nanti nona ikat ini ke penyangga tembok dan segeralah turun dari sana. Tadinya mai mau membawa tangga, namun tangganya tidak ada" bujuk mai.


Yaiyalah tangganya ga ada, kan ada disitu. Ucap batinya sambil menatap tangga yang terkapar diluar.


"Mana bisa aku turun dengan itu mai. Itu kan tali jemuran, mana kuat" decih da xi.


"Akhh.. benar juga," gumamnya.


Da xi lalu berpaling dari mai yang kebingungan dan kembali melihat pria itu yang hendak pergi. Panik melihat pria itu akan pergi, lalu dia meneriakinya.


"Hei.. kakak, mau kemana? Lihat sini, jangan pergi. Hei.. kak!!" teriaknya panik.


Karena panik melihat satu - satunya penolong dia akan pergi. Membuat da xi banyak bergerak di atas sana. Apalagi orang itu adalah harapannya untuk bisa pergi dari sini. Kalau sampai dia bisa membujuknya untuk menolong dirinya itu mengambilkan tangga dibawah sana. Namun orang tersebut malah akan berpaling pergi, tanpa sempat membantunya.


Da xi pun kelabakan dan terus berteriak memanggil orang itu. Karena ia terlalu banyak bergerak diatas sana dan posisinya saat itu masih dalam keadaan berdiri. Tiba - tiba ia kehilangan keseimbangan dan membuatnya oleng.


Mai terkejut melihat nonanya oleng, begitu pula dengan pria itu yang hendak pergi kemudian berbalik kembali. Melihat da xi tengah bergoyang - goyang terombang - ambing bagai ombak dilautan dan berusaha untuk menstabilkan keseimbangannya.


Da xi pun panik, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan berusaha untuk menstabilkannya. Namun apa mau dikata, ia terlalu panik dan membuatnya semakin kehilangan keseimbangan. Lalu tubuhnya miring, seperti berat sebelah. Dan membuat ia kehilangan keseimbangan sepenuhnya, lalu ia akan jatuh.


Mai berteriak panik bercampur khawatir, terkejut melihat nonanya akan jatuh. Dan pria itu pun sama, matanya seketika membulat akan keluar. Karena terkejut melihat da xi akan jatuh.


Mai yang tidak bisa berbuat apa - apa saat itu, hanya bisa berteriak saja sejadi - jadinya. Namun berbeda hal dengan si pria, ia langsung berlari dengan cepat kearah da xi.


"Aaaaa..." teriak da xi yang akan terjun bebas diatas sana sambil menutup mata ketakutan. Dibarengi sang pria yang berusaha berlari kearahnya. Kemudian...


Bruukk!!!


"Nona....." teriak mai kencang memanggil nonanya karena sudah tak terlihat. Lalu segera berlari untuk melihat keluar tembok.


tbc..


Hello guys! jangan lupa support aku dengan like, komen, rate dan juga vote. Makasih ya sudah mau baca😊


Makasih❤

__ADS_1


__ADS_2