Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Twenty three


__ADS_3

Da xi berlari menuju toilet yang ditunjukan oleh pria tadi. Lalu setibanya disana, ia langsung masuk begitu saja tanpa melihat papan bertuliskan " toilet pria " di depan pintu.


"Duh.. ga tahan banget" ucapnya menyerengit lansung masuk.


Da xi langsung masuk kedalam toilet pria tanpa permisi saking kebeletnya buang air kecil. Lalu mulai membuka bagian bawah pakaiannya di salah satu bilik. Tanpa menyadari seseorang disebelahnya, yang jelas saja orang tersebut melongo melihatnya ada disana. Sepertinya orang tersebut mengenal Da xi.


Baru sedetik kemudian Da xi menyadari kenehan bagian bawahnya. Ia lupa, bahwa dirinya itu adalah seorang wanita saking mendalami penyamarannya. Dan lebih terkejutnya lagi ia setelah melihat kehadiran orang disampingnya. Apalagi saat itu posisi orang disampingnya tidak seharusnya ia lihat.


"Opss.." seru Da xi menatap pria itu seraya tersenyum kikuk padanya.


Lalu Da xi langsung berlari keluar secepat kilat sambil bilang maaf pada orang tersebut dalam bahasa inggris, dengan raut wajahnya yang sudah merah padam karena tersipu malu.


Astaga.., aku dapat jackpot. Cuci mata yang sungguh menggairahkan. Ucap batinya, yang sebenarnya tersenyum kegirangan setelah keluar dari toilet.


Da xi keluar toilet dengan perasaan yang sudah tak bisa digambarkan. Dia terisipu malu karena kesenangan sudah melihat pemandangan yang barusan ia lihat didalam toilet. Apalagi orang itu sangat tampan menurutnya. Da xi ini benar - benar menjungjung tinggi orang tampan, hehehe. Benar - benar tidak tahu malu dirinya itu.


------


Da xi tengah berjalan dikoridor, menuju kamar ia berada tadi. Ia terus tersenyum sumringah ketika kembali menuju sana. Tentu saja, ia tersenyum begitu karena masih belum melupakan kejadian di toilet barusan. Kejadian tersebut masih terbayang - bayang dalam benaknya dan membuatnya terus berpikir mesum.


"Sayang banget, tadi aku gak liat begitu jelas. Tapi kalau dilihat dari bentuk tubuhnya. Pasti wow baget, hihi.." gumamnya cekikikan sendiri. Saat itu pikirannya penuh dengan hal - hal kotor.


"Kalau dibandingkan dengan kak Zouyu, lebih ok kak Zouyu sih. Tapi.. dia juga tidak terlalu buruk," gumamnya kembali penuh dengan pemikiran mesum dalam otaknya itu.


Da xi terus berjalan menuju kamarnya. Saat itu, ia tak henti - henti tersenyum dengan pikiran mesumnya itu. Sesampainya dipintu kamar, ia langsung membuka kamar dengan senyuman yang masih melekat dibibirnya. Kemudian..


Ceklek..


Memegang gagang pintu untuk dibuka.


Ketika pintu itu dibuka, seketika senyuman dibibirnya itu tiba - tiba menghilang setelah melihat orang dihadapannya. Ia begitu terkejut, sudah ada Zouyu yang tengah berdiri disana dengan aura dingin dan menatapnya tajam. Melihat ditatap begitu oleh Zouyu, membuatnya bergidig ngeri. Lebih tepatnya sih takut akan diomeli habis - habisan. Untuk menghilangkan kegugupannya dan ketakutanya itu, Da xi mencoba menyapa sambil tersenyum canggung padanya.


"Eh.. kakak" serunya tersenyum kikuk.

__ADS_1


Tak ada respon sama sekali dari Zouyu, dirinya itu hanya terus menatap tajam pada Da xi. Sehingga membuatnya merasa tak nyaman.


Tidak mau memulai pembicaraan kembali. Da xi lebih memilih diam tak bersuara dan mulai menundukan kepalanya bergumam. Ia benar - benar canggung dengan suasana hening yang terjadi saat itu.


"Mengapa dia hanya diam saja? benar - benar susah ditebak orang yang satu ini," gumam Da xi bingung.


Namun suara serak khas pria dewasa itu terdengar. Seketika membuatnya yang tengah bergumam terlonjak kaget dan menatapnya takut - takut.


"Dari mana saja kau?" tanya Zouyu pada adiknya itu dingin.


Pertama, Da xi hanya melirik kearahnya saja sambil menunduk mencari jawaban.


"Hei..! aku ini sedang bertanya padamu, kau ini dari mana saja hah?" tanyanya lagi.


Da xi pun menoleh, lalu menatap kearahnya sambil tersenyum kikuk.


"Hehehe.. kakak, a..a..aku habis ketoilet tadi. Kebelet buang air kecil, heheh.." jawabnya gagap dengan tawa canggungnya itu.


Mendengar itu, Zouyu tak berkomentar lagi, kemudian kembali duduk. Namun Da xi masih berdiri mematung disitu. Sehingga membuat Zouyu berbicara kembali dan menyuruhnya untuk segera duduk.


"Ah..,baik" seru Da xi menurut.


Mereka berdua pun duduk saling berhadapan dan mulai menghabiskan makanan yang terdapat dimeja. Tak ada pembicaraan diantara mereka ketika sedang makan, yang ada hanya ada suara kunyahan yang terdengar.


Tak terasa waktu sudah berlalu, malam pun tiba. Setibanya Da xi dikediaman, dia langsung terkapar diatas kasur dengan masih memakai pakaian pria di tubuhnya.


Hari ini dia bisa keluar bersenag - senang itu semua berkat Zouyu. Walaupun kakanya yang satu itu terlihat dingin dan kaku, apalagi sangat minim bicara. Namun tetap saja Da xi merasa senang karenyanya. Kalau bukan karena dia, dia akan mati kebosanan disini. Apalagi sekarang ia tidak diperbolehkan untuk keluar kediaman sampai hari pernikahannya tiba.


Untung saja hari ini ia keluar bersama Zouyu, itupun harus dengan diam - diam. Kebetulan saat itu, ayahnya dan kak Dan yi sedang tidak ada dikediaman. Mereka tengah pergi ke desa sebelah untuk bernegosiasi mengenai bisnis perdagangannya dan akan kembali pada ke-esokan harinya. Karena kak Zouyu tidak mengurusi perdagangan, jadi ia tidak ikut pergi. Lagipula sebentar lagi dia akan pergi ke camp latihan perang. Karena kan dia sudah diangkat menjadi seorang jendral kekasisaran dan saat ini tengah libur sebelum kembali.


"Ahhhh... capenya," tutur Da xi yang sudah terbaring diatas kasur dengan masih memakai pakaian pria yang melekat pada tubuhnya.


Ketika ia tengah meregangkan otot - ototnya yang kaku setelah berpergian untuk bersenang - senang. Tiba - tiba mai masuk dengan membawa banyak barang ditangannya.

__ADS_1


"Nona.., nona.." panggil mai yang berjalan menghampirinya.


Da xi tidak terlalu memperdulikan panggilan pelayannya itu. Ia lebih memilih diam sambil merasakan empuknya kasur yang tengah ia tiduri itu.


"Nona.., nona.., cepat bangun. Mai sudah bawakan nona baju ganti dan juga peralatan mandi" ucap mai berdiri disamping ranjang nonanya itu.


Namun tetap saja Da xi hanya diam tak menyahutinya, sehingga membuat mai kesal.


"Aish.. nona! cepat bangun, jangan tidur seperti itu. Nona ini kan wanita, harusnya lebih memperhatikan tubuh nona sendiri. Masa nona tidur tidak mengganti baju terlebih dulu. Apalagi badannya nona itu berkeringat setelah berpergian keluar seharian. Setidaknya harus ganti baju terlebih dahulu dan mandi," cerocos mai mengomel.


Da xi tak peeduli dengan ocehannya mai yang sudah mulai menceramahinya itu. Ia lebih memilih diam lalu membalikan badannya membelakangi mai dan melanjutkan tidurnya itu. Melihat dirinya terus diabaikan oleh sang majikan, membuat mai kesal dan mulai mengguncang - guncangkan tubuh nonanya itu. Menyuruhnya untuk cepat bangun dan segera membersihkan diri.


"Nona.. nona..! nona ini yah selalu saja tidak mau mendengarkan mai. Cepat bangun nona.., bangun. Ayok.. bangun lalu pergi membersihkan diri. Masa anak gadis jorok begini, tidak mau mandi?" omel mai.


"Kalau putra mahkota tahu, pasti dia akan membatalkan pernikahannya nona.." canda mai sebari mengomel.


"Itu lebih bagus mai, itu yang kumau.." saut Da xi berbalik dan tertawa menyahuti candaannya mai itu, kemudian kembali berbalik dan melanjutkan tidur.


Mai merasa bodoh dengan candaannya tadi. Ia lupa kalau nonanya itu tidak mau menikah dengan putra mahkota. Tentu saja dia tidak tersinggung, malahan sebaliknya ia merasa senang. Ia benar - benar lupa akan hal itu.


"Aduh... nona, cepat bangun. Jangan buat mai terus begini nona. Nona... ayok cepat bangunlah nona..." teriak mai terus mengguncang - guncangkan tubuh nonanya itu.


Da xi yang tertidur pun mulai terganggu dengan teriakan pelayannya itu. Lalu berbalik dan menatap mai dengan sangat kesal. Karena tidurnya diganggu oleh mai.


"Kau ini benar - benar yah mai membuatku kesal saja," bentak Da xi melotot marah pada mai.


Namun mai sendiri tak takut sama sekali dengan kemarahan sang majikan, malah dia menantangnya balik.


"Baiklah.. aku mengaku kalah padamu" cemberut kesal pada mai. Kemudian bergegas bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Melihat itu mai tersenyum senang penuh kemenangan, lalu menyusul Da xi pergi.


Bersambung..


Jangan lupa tinggalkan like, komen, rate dan juga vote yah teman - teman.

__ADS_1


Makasih❤


__ADS_2