Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Twenty nine


__ADS_3

"Mai, kau pasti sedang kesulitankan mencari nonamu?" seru Zouyu.


"Apa!?" mengadahkan kepalanya bingung.


Mai saat itu benar - benar terkejut dengan perkataan Zouyu. Mai pikir Zouyu akan memarahinya.


"Ah.. iya tuan. Bagaimana tuan muda bisa tahu?" tanyanya canggung.


"Kau pergi saja ke kediamanku mai. Da xi berada disana, sekalian kau urusi nonamu itu" ucapnya memberitahu lalu pergi.


Zouyu berbalik dan meninggalkan mai sendirian penuh kebingungan.


Kenapa nona bisa ada disana? itukan tempat yang paling tidak boleh dimasuki sembarang orang. Apalagi mengingat sifat tuan muda Zouyu, bingung.


Mai pun segera pergi dari situ dan bergegas menemui sang nona.


Sabar mai.., setelah nona menikah kau tak akan kerepotan seperti ini lagi.


—–—–


Dikamarnya Zouyu, orang itu sudah terlelap dalam tidurnya. Dia bahkan tidak perduli ataupun merasa takut sedang tidur dimana ia sekarang. Bagi orang awam, tidur ditempat yang baru itu akan sedikit mengganggu karena belum terbiasa. Sedangkan baginya, dengan begitu mudahnya ia tertidur seperti seorang mayat yang sudah tak bergerak. Hah.., pantas saja dia sangat cepat beradaptasi di dunia ini.


Namun tak berselang lama, orang yang tertidur bagaikan mayat itu bergerak menggeliat. Kemudian dia tiba - tiba menguap selebar - lebarnya.


"Hoaamm.." sambil mengusap perutnya yang tersibak dan terlihat.


"Nyaman sekali. Apa aku nanti terus tidur disini saja ya," ucapnya mengigau.


Tiba - tiba terdengar suara dentuman keras pintu dibuka. Sepertinya pintu itu didorong dengan kencang dari arah luar. Walaupun begitu, matanya masih menutup. Mengatakan bahwa tidurnya sangat nyenyak dan tak bergeming sama sekali.


Ternyata yang mendorong pintu itu adalah mai. Mai masuk dengan langkah kaki yang sangat cepat, menuju sang nona yang tengah terlelap tidur.


"Aish.. orang ini," menatap tak percaya kearah nonanya yang tengah tidur nyenyak. "Bisa - bisanya dia tidur seperti itu. Benar - benar tak mempunyai rasa kekhawatiran" lanjutnya mengeleng - geleng heran sekaligus sedikit merasa kesal.


Mai cukup lama memandangi sang nona yang terlelap tidur dikasur milik Zouyu. Dia hanya bisa berdecih, berdecak dan berdesah kesal melihat kelakuan sang nona.


"Benar - benar melebihi batas toleransi.." ucapnya sambil berdecak pinggang menatap tajam kearah sang nona.

__ADS_1


Da xi kalau sudah tidur, lupa akan segalanya. Ga akan bisa bangun, walaupun sudah dibangunkan pun. Apalagi setelah dikurung, hobinya cuma makan dan tidur. Cuma hal itu yang ia lakukan setiap hari.


"Aku harus cepat - cepat membangunkannya," gumam mai penuh tekad. "Ya.. harus" mengepalkan kedua tangan memberi semangat.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, mai langsung bertindak saat itu juga untuk membangunkan sang nona. Karena hari ini ada kegiatan yang mengharuskan sang nona hadir.


"Nona.., mengapa nona ada disini. Ayo cepat bangun," panggil mai dengan suara yang lumayan kencang.


Namun orang yang dibangunkan tidak menyahut sama sekali. Apalagi bergerak, menandakan kalau ia terganggu. Tetapi dua - duanya ga sama sekali.


Karena mai sudah terbiasa dengan sang nona yang akan sulit bangun, kalau hanya diteriaki saja. Mai pun segera beranjak naik keatas kasur yang sama dengan Da xi dan kemudian duduk menghadapnya untuk membangunkan.


"Nona... ayolah cepat bangun. Nona.. bangun, nona ini kenapa suka sekali tidur sih. Ayo nona bangunlah... nona.." teriaknya sambil mengguncang - guncangkan tubuh Da xi.


"Arghh.. berisik sekali sih kau mai! mengganggu tidurku saja" Omelnya kesal. Bangkit dari tidur berteriak meronta - ronta kesal.


"Kau ini kenapa sih mai!? kau punya dendam yah padaku?" menatap tajam penuh kekesalan pada mai.


Mai hanya diam saja tak menjawab. Bahkan ketika Da xi menatap tajam kesal padanya. Mai tak bergeming tak merasa takut sama sekali.


"Cih.. percuma saja bicara denganmu. Baiklah kau selalu menang!" berdecih kesal dan langsung beranjak turun dari kasur.


Da xi langsung pergi meninggalkan mai yang masih termenung melihatnya pergi. Tak ada rasa penyesalan darinya saat itu. Walaupun sudah membuat sang nona kesal.


Sabar mai, sabar. Tak akan lama lagi dirimu bebas. Dan bisa melanjutkan kehidupanmu yang normal. Kata batinnya melihat punggung nonanya menjauh.


—–—–—


Da xi berjalan dengan perasaan kesal yang sudah menyelimutinya. Bahkan ia mengumpat didalam hati saking kesalnya.


Huh.. menyebalkan sekali. Kenapa mau tidur sebentar saja rasanya sangat* sulit. Padahal yang punya tempat pun tak mempermasalahkan. Kenapa dia yang repot*!


Dalam hatinya, Da xi benar - benar sewot dengan kelakuan mai yang sudah membuatnya kesal.


Dan juga, bagaimana dia bisa tahu aku ada disana. Percuma saja dong aku sudah berusaha pergi jauh dan tak bisa ditemukan olehnya!


Saking kesalnya sampai bersungut ria dalam hati. Da xi menjadi tidak fokus dalam berjalan dan hampir menabrak tiang. Namun untungnya saat itu ia terselamatkan.

__ADS_1


Awkh.. ugh!


Da xi terkejut.


"Lihat - lihat kalau jalan itu, hampir saja kan?" ujar Dan yi mengomel lembut.


"Iya.. maaf," jawabnya. Memegang lengan sang kakak yang telapak tanganya masih menempel pada dahinya itu.


Kalau tak ada tangan Dan yi yang mencegahnya. Mungkin saja dia akan benjol akibat jalan tanpa melihat sekitar. Dan pasti jidatnya akan menonjol karena benjol.


"Kau ini benar - benar ceroboh ya. Sampai kapan kau akan seperti itu? melihat kebiasan burukmu yang tidak menghilang. Aku menjadi khawatir, kalau tidak disampingmu." Ucapnya tersenyum terkekeh dengan kebiasaan buruk sang adik yang tak gampang mengbaca


ng.


Da xi hanya diam saja mendengarnya sambil cemberut termenung disedih - sedihkan. Dan yi yang melihat ekspresi sang adik, hanya tersenyum menggelengkan kepala. Kemudian mengelud pucuk kepala Da xi sayang.


Mendapatkan perlakuan begitu, Da xi melunak dan langsung memeluk sang kakak erat penuh keagresifan.


Huft.. meluk dia itu udah kek rok*ok. Niatnya cuma mau coba - coba karena penasaran. Eh malah kebiasaan, jadi candu. Pasti bakalan kangen banget sama pelukanya, huhuhuu. Babang tamvankuh tersayang.. hiks.


Da xi semakin mendegelamkan kepalanya dalam pelukan Dan yi. Ia benar - benar tak mau lepas sedikitpun dalam pelukan itu. Dan yi sebenarnya agak tak nyaman sedikit, karena Da xi membuat kepalanya menggesek - gesekan dalam pelukan itu. Namun karena ia mengerti dengan perasaan Da xi, ia berusaha menahanya.


Aku tak mau lepas darinya. Kalau bisa terus begini saja deh selamanya.


Sudah hampir 15 menit lamanya Da xi dalam posisi itu. Tak ada suara yang keluar dari mulutnya. Begitupula dengan Dan yi, ia hanya terus diam sambil mengelus punggung sang adik menenangkan.


Hening! begitulah gambarannya saat itu. Tak ada percakapan ataupun sekedar berpatah kata kembali. Namun..., sekalinya berkata..


Dan yi membulatkan matanya terkejut tak percaya. Namun sedangkan itu, si pelaku terus tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.


"Bagaimana kalau kita kawin lari saja kak? kakak bilang kan mengkhawatirkanku, kalau kakak tidak berada disampingku? jadi.., lebih baik kalau gitu kita menikah lalu pergi sejauh mungkin dari sini kak. Bagaimana?" ucapnya mengadahkan kepala tersenyum menatap sang kakak penuh percaya diri.




Hello yeroubun, mau ngingetin nih. Jangan lupa di like, komen, rate dan juga vote yah. Makasih banyak loh, dah mampir dan baca.

__ADS_1



Love you guys❤


__ADS_2