Terbangun Menjadi Seorang Putri

Terbangun Menjadi Seorang Putri
~Six


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu gracia sudah kembali ke kehidupan yang sebenarnya dan dua hari kemudian ia sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Walaupun dirinya masih belum bisa berjalan, karena ada sedikit cedera di kakinya itu.


Saat ini, gracia sudah berada di rumahnya. semenjak kepulangan dari rumah sakit, ada hal yang membuatnya terus terdiam. Dia diam bukan tanpa sebab, dia masih tak percaya bahwa ia kembali ke dunianya secepat ini. Padahal di drama - drama, kenyataannya tak seperti itu. Mereka akan kembali setelah melalui percintaan yang rumit, kisah comedy romansa, setelah itu berujung bahagia. Sangat berbanding terbalik dengan yang ia alami, huft kecewa.


Gracia terus melamun karena memikirkan hal itu, ia bahkan tidak semangat untuk makan lagi. Karena perubahan sikapnya itulah membuat siska ibunya khawatir. Bagi ibunya, lebih baik gracia menggila seperti dulu, dari pada diam seperti bosan hidup. Padahalkan dia masih muda, sayang sekali huf.


Kreak..


Tiba - tiba pintu kamar gracia dibuka, ternyata ibunya yang melakukannya.


"Cia.., ibu pergi ke restaurant dulu. Kalau ada apa - apa langsung telpon ibu yah," ucap ibu pamit.


Tanpa menjawabnya, gracia mengangguk mengerti. Lalu ibu pun langsung keluar kamar gracia dan pergi menuju restaurant.


Aku rindu babang tamvan ku dan pelukannya, rengek gracia dalam hati.


Beberapa jam kemudian..


Gracia tengah tengkurap di tempat tidur dengan keripik singkong di sebelah kanannya dan berbagai snack - snack di kirinya, sambil menikmati menonton drama china kerajaan di laptop.


"Wo.. wo.. wow," teriak gracia heboh. Ketika si pemeran perempuan akan mencium laki - laki.


"Oh.. my gosh," berusaha menutup kedua matanya dengan tangan. Namun di sela - sela jarinya terlihat ada celah yang sengaja ia sisakan agar bisa melihat adegan hot itu.


Gila tuh cewek, bener - bener deh. Harusnya kan yang agresif itu cowok. Wow!! lihat, oh my gosh. ucap batinya tak habis pikir dengan pemeran wanita yang sangat berani.


Nanti, gitu juga akh gue. Ucap batinya lagi cekikikan.


Gracia sengaja menonton drama china, karena ia sangat rindu dengan babang tamvannya itu. Sudah 5 hari lamanya, ia setelah kembali dari time travel. Benar - benar sangat merindukan kehidupan kunonya waktu itu, itulah yang ada di pikiranya.


"Aaa.. a..a.., rasanya kalau menonton saja tidak seru. Aku butuh praktek," tutur gracia frustasi.


Saking frustasinya, gracia sampai mengacak rambutnya sendiri. Lalu menjatuhkan badanya di kasur.


7 hari berlalu


Keadaannya masih tetap sama, karena ia masih belum pulih total. Apalagi kakinya masih belum bisa berjalan. Waktunya habis dengan berdiam diri di rumah seharian. Di temani cemilan dan menonton drama. Sedangkan ibunya, sibuk mengurus restaurant ayam miliknya itu sendirian.


Hari ke-10


Gracia sudah sembuh dan bisa berjalan sedikit, walaupun harus teratih - atih. Sekarang ia tengah berada di kamarnya, sambil menatap laptop menonton drama. Tiba - tiba ibunya masuk dan memberitahukan hal yang membuat ia kesal.

__ADS_1


Kreak..


"Cia ibu mau ke resto dulu, kalau ada apa - apa langsung hubungi ibu ya" ucapnya.


"Iya bu, cia ngerti kok. Perasaan setiap ibu masuk kamar gracia, bilangnya itu mulu deh. Ga bosen apa?"


"Kamu mah aneh, anak orang lain mana ada ibunya perhatian kaya gitu sama anaknya. Sebelum pergi, cek anaknya dulu. Kalau ada apa - apa di suruh langsung telpon orangtua nya" kata siska heran.


"Bukannya ibu juga kek gitu ya, baru sekarang - sekarang ini aja perhatian sama anaknya. Biasanya juga, sering ngomelin" gumam gracia dan gumaman'nya itu terdengar oleh siska.


Platk!!


"Aduh, ibu apa - apaan sih. Kebiasaan deh, sakit tahu" kesal gracia. Karena ibunya menjitak kepalanya itu.


"Emangnya ibu ga denger apa gerutuan kamu itu" sahutnya. "Sudahlah, baik - baik yah di rumah. Jangan lupa, kalau ada apa - apa langsung hubungi ibu. Kalau gitu ibu pergi yah" kata siska akan pergi.


Namun ketika baru beberapa saja siska melangkah, ia berbalik. Karena lupa akan sesuatu dan bicara kembali pada anakanya itu.


"Cia.." panggil siska kembali.


Gracia pun berbalik, "ada apa lagi sih bu, katanya tadi mau pergi."


"Ibu tuh, tangannya kebiasaan deh" ucap gracia kesal.


Ibu hanya diam saja melihat gracia kesal, lalu ia pun ingat "Oh.. iya, nanti devano katanya mau mampir ke rumah. Mungkin dia kesini siang, pas jam makan siang kantor. Kemarin dia telpon ibu bilang begitu, mau ketemu kamu" tutur siska memberitahu.


Tentu saja orang yang akan devano temui kaget mendengarnya, bahkan sampai berteriak saking kagetnya. "Apa, ibu bilang!. Om kunyuk itu mau datang kerumah!? temuin aku?" tanya gracia sampai menganga.


Pletak!!


"Ibu" teriak gracia di jitak oleh ibunya.


"Kamu yah, manggil calon suami sih gitu. Awas ya nanti kalau di depan devano bilang om kunyuk. Perasaan waktu dulu kamu manggil dia gak gitu deh," omel ibu. Tak habis pikir gracia, memanggil nama devano seperti itu.


Apa - apann ibu ini, pokoknya aku ga mau nikah sama om kunyuk. Dengar namanya saja sudah buatku kesal, apalagi berhadapan dengan wajahnya yang nyebelin itu. Batin gracia kesal.


"Ibu mau pergi berangkat dulu, nanti jam 12 ibu pulang. Ibu harus temenin kamu ketemu vano, bisa gawat kalau kamu ga ditemenin" ujar ibu berlalu pergi meninggalkan kamar gracia.


Setelah kepergian ibunya, gracia berteriak kencang karena kesal. "Dasar om kunyuk, sampai kapanpun gue ga mau nikah sama lo. Ga mau, pokoknya ga mauuuuu" teriak gracia.


...

__ADS_1


Gracia tengah mondar - mandir karena gelisah, tak lupa ia terus melihat ke arah jarum jam.


Duh, gimana nih. Kabur jangan, kabur jangan, kabur.. atau jangan yah?. gumamnya terus berpikir.


"Mendingan gue kabur aja deh, dari pada ketemu si om nanti" ucapnya.


Gracia pun lalu pergi ke kamarnya dan mengambil tas. Setidaknya ia harus pergi untuk menghindar saat ini, apabila sudah malam baru pulang. Dengan begitu, ia terbebas tidak bertemu dengan devano si om kunyuk.


Sambil jalan tertatih - tatih, ia pergi keluar dari rumahnya. Kebetulan ia tinggal di sebuah apartement pinggiran kota, jadi ia harus turun menggunakan anak tangga dan apartemennya berada di lantai 3 dari 5 lantai yang ada.


"Kalau bukan karena si om kunyuk mau kesini, ogah banget gue yang sakit kaya gini turun tangga sebanyak itu" gerutu gracia kesal. "Kalau bukan karena dia, mendingan tidur cantik di rumah ngemil sambil nonton drama" lanjutnya.


Kangen jadi pengangguran kuno, batin gracia berteriak.


Gracia sudah berada di jalan raya dekat rumahnya. Walaupun namanya jalan raya, tapi jalan daerah situ masih sepi dari kendaraan. Dia saat ini tengah berjalan menuju halte terdekat, ia biasanya tidak naik kendaraan umum. Namun karena motornya rusak akibat kecelakaan saat itu, sehingga motornya harus di perbaiki dan masih berada di bengkel. Tapi ga ada gunanya juga sih kalau misalkan motornya sudah selesai di perbaiki, percuma saja saat ini kakinya masih sakit dan tidak memungkinkan untuk berkendara.


Ketika hendak menyebrang, sebuah mobil mewah melintas melewati gracia begitu saja. Namun gracia tidak menyadari hal itu, karena dia tengah sibuk menggerutu.


"Gue kesel banget, kenapa sih ibu segitunya mau nikahin gue sama si om" gerutu gracia kesal.


"Sebel banget deh, sebel.." ucapnya kesal.


Gracia menatap layar ponselnya dan mengirimkan beberapa pesan ke sahabatnya. Namun setelah melihat pesan balesan, ia kembali kesal.


"What!!, apa - apaan ini?" teriaknya tak percaya. "Jahat banget ya lo, awas aja nanti kalau ketemu gue kasih perhitungan sampai menyesal lo" ucapnya sambil menatap layar ponselnya itu.


Lalu gracia pun menyebrang dengan kesal, sambil membalas pesan - pesan dengan sahabatnya. Tapi tiba - tiba ada bocah di bawah umur mengendarai motor dengan bar - barnya di jalan. Gracia yang saat itu tengah fokus dengan ponsel tidak mengetahui hal itu. Dan apesnya, tiba - tiba ponselnya lepas begitu saja dari genggaman. Sehingga membuatnya berjongkok untuk mengambilnya. Namun..


Brakk !!


Ponsel gracia rusak mengenaskan, gracia jatuh terkulai di jalan, begitu pula dengan si bocah bar - bar itu. Dan terdengar suara seseorang berteriak memanggil namanya. Gracia yang setengah sadar melihat orang itu samar - samar tengah berlari menghampirinya.


"Gracia, gracia bangun" panggil orang itu.


Gracia yang setengah sadar, berusaha meraihnya. Namun tiba - tiba ia langsung tak sadarkan diri.


"Ciaaaa..." teriak orang itu histeris, melihat cia menutup matanya.


+++


Terima kasih sudah mampir dan membaca. Jangan lupa kasih support dengan like, komen, rate dan juga vote❤

__ADS_1


__ADS_2