
"Ayah..?" gumamnya sambil mengucek mata. Seolah - olah seperti orang yang baru saja bangun. Lalu matanya melihat kearah lain, ternyata ada kedua kakaknya juga. Kemudian tersenyum pada mereka.
Ayah membalas senyuman itu, begitupula dengan kakak keduanya Dan yi. Namun tidak dengan kakak pertamanya Zouyu. Dia hanya menatap kearah Da xi tanpa ekspersi dan penuh maksud yang tidak bisa di artikan.
Sudah kuduga, padanya akan sulit. Ucap batinya.
Menatap kearah Zouyu, karena orang itu akan sulit di tangani, apalagi di bohongi.
Masa bodolah, dia belakangan. Yang penting para malaikatku dulu (ayah dan kakak ke-2). Soal iblis itu.. (kakak ke-1), entahlah..? kalau dia memang ingin jadi malaikat. Jangan hancurkan rencanaku, lanjut batinya.
"Xixi putriku.., apakah ada yang sakit nak?" tanya ayah membuyarkan pandangannya.
"Tidak ayah, xixi sudah merasa baikan sekarang" jawabnya tersenyum. Lalu melirik kearah Zouyu yang masih terus memperhatikanya.
"Syukurlah.. kalau begitu, ayah sungguh mengkhawatirkanmu. Bagaimana bisa kau melakukan hal itu putriku? itukan sangat berbahaya, kalau terjadi sesuatu yang membuatmu pergi jauh dari ayah selamanya bagaimana? ayah pasti akan sangat sedih," ucapnya sendu.
Akhirnya, pertanyaan yang da xi hindari tiba juga. Dia pun jadi merasa bersalah telah bohong begini. Apalagi setelah mendengar perkataan Wu do ran yang mengkhawatirkannya.
Beruntung sekali dia, ayahnya begitu menyayanginya. Huft.., aku ini seperti iri pada diriku sendiri. Aku menjadi merasa bersalah padamu, ucap batinya untuk diri sendiri terlebih untuk Da xi yang sebenarnya.
"Ayah.., maafkan xixi." Balasnya tulus dan merasa bersalah.
Ayah pun menjadi tak tega melihat putrinya itu. Tadinya dia akan memarahi, namun setelah melihat putrinya memasang wajah sendu merasa bersalah membuatnya menjadi tak tega memarahi. Putrinya memang benar - benar kelemahannya.
"Huft.." menghela napas dan kemudian memeluk putrinya. "Tidak apa - apa, jangan di ulangi lagi ya.." ucap ayah mendekapnya erat.
Lalu dia pun membalas pelukannya, walaupun harus sambil menahan geli. "Iya ayah.." jawabnya.
Keharuan diantara kasih sayang mereka berdua membuat mai tersenyum, begitu juga dengan Dan yi yang melihatnya. Namun lagi - lagi, Zouyu hanya menatapnya saja dengan wajah datarnya itu.
Huh.., aku benar - benar merasa tidak habis pikir dengannya. Yang lain tersenyum terharu melihat ini. Sedangkan dia..? sudahlah.. tak penting juga, menatap ke arah Zouyu.
Da xi melepaskan pelukannya dari ayah, karena sudah merasa kegelian. Lalu kembali tersenyum padanya.
__ADS_1
"Sudah, kalau begitu beristirahatlah. Ayah akan pergi dulu. Jaga dirimu baik - baik," ucapnya sambil mengelus pelan pada kepala da xi.
"Iya ayah.." tersenyum.
Ayah pun beranjak untuk pergi. Namun sebelum itu ia berpesan terlebih dahulu pada mai. "Mai.., tolong jaga nonamu dengan baik. Bila nonamu merasa kesakitan, langsung panggil fang kesini" ucap Do ran.
Mai mengangguk mengerti, "baik tuan" jawabnya.
Setelah mengatakan hal itu, dia pun pergi. Lalu kemudian, Dan yi menghampiri adiknya.
"Xixi.., kalau ada apa - apa jangan sungkan - sungkan untuk memanggil kakak. Jaga dirimu baik - baik yah," ucapnya mengelus kepalanya Da xi sayang.
Da xi tersenyum, lalu langsung memeluknya manja "Iya kakak, terima kasih".
Dan yi tersenyum, dia begitu gemas melihat sang adik yang manja padanya.
"Yasudah kalau begitu kakak pergi dulu, jaga dirimu baik - baik ya. Jangan lakukan hal yang membuat orang khawatir" ucapnya.
Da xi tersenyum nyengir mendengarnya, ternyata kakaknya mengetahuinya. Kemudian Dan yi pun pergi setelah mengatakan hal itu dan Da xi terus tersenyum mengantarkan kepergiannya sampai sudah tak terlihat lagi.
"Cepat sekali, aku pikir akan lama.Kalau begitu sayang sekali, padahal aku ingin terus melihatnya.." ucap Zouyu tiba - tiba.
Da xi hampir lupa dengan keberadaan iblis yang satu ini. Ternyata dia masih berdiri disana dan menikmati semua pertunjukannya itu.
Aku hampir lupa dengannya.., menatap sebal pada Zouyu.
"Eh.. kakak," ujar Da xi cengengesan canggung.
Lalu Zouyu bergerak dan akan menghampirinya. Tentu saja hal itu membuatnya gugup ketakutan.
Bagaimana ini? dia mau menghampiriku?argh.. tolong aku sekali saja, ucapnya sambil menutup mata.
"Kau pasti melakukan itu karena bosan. Bersiap - siaplah besok," ucapnya pada Da xi dan mengelus kepalalanya lembut.
__ADS_1
Sontak saja Da xi terkejut atas perlakuan hal itu. Dia pikir Zouyu akan memarahinya. Namun ternyata dia malah melakukan tindakan diluar nalar Da xi.
Da xi kemudian membuka matanya itu dan menatap Zouyu keheranan.
"Aktingmu sangat jelek, jangan lakukan lagi. Membuatku ingin mengacaukannya saja" ucapnya dengan nada meledek.
Ia hanya bisa tersenyum cengengesan mendengarnya. Masih tidak bisa mencerna dengan tindakan Zouyu.
Melihat adiknya itu menatap dirinya penuh tanda tanya. Membuat Zouyu berdengus kesal dan berdecih dalam hati. Lalu pergi begitu saja meninggalkan Da xi yang masih melongo padanya.
"Jangan lupa persiapkan dirimu besok. Nanti kau terima hadiah dariku yah," ucapnya sambil berjalan tanpa menoleh ke belakang.
Perkataan Zouyu itu membuat benak Da xi bertanya - tanya. Sebenarnya apa yang dimaksud oleh kakaknya itu.
"Mai.., kau mengerti tidak?" tanyanya pada mai mengenai perkataan Zouyu.
"Nona saja tidak mengerti, apalagi mai?" menatap kearah da xi tidak tahu.
Apa yang di maksud kakak iblis ku itu. Jangan - jangan dia ingin membawaku keneraka lagi? argh.. aku tidak mau, memkirkannya saja sudah membuatku takut. Apalagi nanti.., batinya bertanya - tanya.
Sudahlah.., tidak mau dipikirkan. Lebih baik aku menyelamatkan diriku terlebih dahulu dari kantuku ini. Menguap mengantuk.
Karena merasa mengantuk, Da xi pun langsung menutup matanya. Dengan berharap agar semua yang terjadi itu adalah mimpi yang akan cepat berlalu setelah bangun. Tak berselang lama, Da xi sudah tertidur saja. Bahkan dalam tidurnya ia mendengkur.
Mai yang masih setia berada disampingnya hanya menggeleng. Bisa - bisanya anak perempuan mendengkur sampai terdenga keras begitu. Dan apalagi itu posisi tidurnya, tidak mencerminkan keanggunan sama sekali. Benar - benar deh calon istri putra mahkota ini, pikirnya.
Mai yang sudah merasa lelah, tak terlalu memusingkannya dan lansung saja ia membenarkan selimut pada nonanya itu. Kemudian ia pergi dari kamar nonanya dan menutup rapat - rapat pintu kamarnya.
"Huh.. akhirnya aku bisa istirahat juga," ujar mai sambil meregangkan tubuhnya.
Berjalan menuju kamarnya yang berada dikediaman belakang. Mai begitu terlihat letih dalam langkahnya. Memang semenjak Gracia berada di tubuhnya Da xi, membuat mai kesulitan dan ekstra sabar. Karena harus mengimbangi kekonyolan Gracia yang makin hari makin ga masuk akal.
tbc..
__ADS_1
Hai.. jangan lupa kasih like, komen, rate dan votenya yah. Terimakasi sudah membaca semua:)
Makasih❤