
Dan yi membulatkan matanya terkejut tak percaya. Namun sedangkan itu, si pelaku terus tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
"Bagaimana kalau kita kawin lari saja kak? kakak bilang kan mengkhawatirkanku, kalau kakak tidak berada disampingku? jadi.., lebih baik kalau gitu kita menikah lalu pergi sejauh mungkin dari sini kak. Bagaimana?" ucapnya mengadahkan kepala tersenyum menatap sang kakak penuh percaya diri.
Dugh!
Untuk pertama kalinya Dan yi melakukan tindakan kekerasan pada sang adik. Dengan mengetuk kepalanya pakai tangan, tepat didahi sang adik.
"Aw.." seru Da xi mengaduh kesakitan sambil mengusap kasar dahinya pakai tangan.
"Kau ini, kalau bicara suka tidak dipikirkan dulu yah." Kata Dan yi tersenyum menggelengkan kepala. Untuk sekian kalinya ia merasa konyol dengan perkataan sang adik yang diluar nalar.
"Kakak ini!" ujar Da xi cemberut ngambek kesal. Namun Dan yi hanya melihat kearahnya terus tersenyum.
Huh.., apa - apaan dia itu. Aku kan sedang kesal padanya. Mengapa dia terus tersenyum bak malaikat begitu padaku? aku kan jadi goyah melihat senyumannya itu.
Dan yi tak bisa berhenti tersenyum melihat ekspresi sang adik yang begitu menggemaskan.
"Aku ini serius kak. Kenapa kakak tersenyum terus begitu sih. Ini kan bukan lelucon.." Omelnya cemberut kesal. Karena sang kakak tak mempercayai perkataanya.
"Heemm.., Xixi.. jangan bercanda begitu. Sudahlah.., ada - ada saja kau ini." Mengusap pucuk kepala sang adik dengan senyum.
Dan yi masih menganggap perkataan sang adik hanya sebuah omong kosong. Karena ia tahu sang adik sangat tidak ingin menikah. Sehingga memungkinkan pikirannya itu berkeliaran memikirkan yang tidak - tidak.
"Kakak! aku ini serius. Ayo kita kawin lari saja bagaimana? Kakak kan mengkhawatirkanku dan juga menyayangiku. Akupun begitu pada kakak. Jadi ayo kita pergi kawin lari dan hidup berdua terus punya anak." Ujarnya masih kekeh mengajak sang kakak untuk kawin lari bersamanya. Apalagi ia mengatakan hal itu dengan sangat percaya diri dan menyunggingkan senyum.
Kali ini Dan yi semakin menlongo saja dibuat terkejut dengan perkataan sang adik yang semakin tak masuk diakal. Bagaimana bisa dia mengucapkan hal itu penuh keberanian begitu. Apalagi dia bilang hidup bahagia berdua terus punya anak?
Dan yi tersenyum kekeh, sambil berkata "Kau ini ada - ada saja xixi". Menggeleng penuh keheranan.
Kenapa dia terus tersenyum begitu sih. Woi babang tamvan, aku ini serius tahu. Dih.., dalam hatinya ia merasa kesal.
Da xi mulai frustasi. Karena sang kakak tak menganggap ucapanya itu serius, melainkan hanya sebuah candaan bodoh sang adik. Tiba - tiba Da xi mendapatkan ide dan langsung bertindak.
__ADS_1
Bagaimana ini, dia tak mempercayai ajakanku. Apa aku tarik paksa dia saja yah? lalu bawa kabur dia berasamaku? Aa.. ide itu bagus juga.
Da xi mengulurkan tangannya, meraih tangan sang kakak. Lalu menggenggam tangan itu dengan erat Untuk melancarkan aksinya yang sudah ia persiapkan secara mendadak. Namun ketika ia akan melangkahkan kakinya pergi. Suara teriakan melengking khas seseorang yang ia kenal memanggil namanya dan seketika membuatnya terdiam membeku.
Cih..,sial ! Kenapa orang itu selalu muncul dikeadaan yang seperti ini sih? membuatku kesal saja. Mana sempat kabur kalau begini caranya, sudah keburu ketauan.
"Hahhh.. nona," teriak mai dikejauhan.
Mai datang sambil terengah - engah kehabisan napas. Tentu saja kedatangannya mai membuat sang nona menatap dia tak suka. Sedangkan itu Dan yi yang masih digenggamnya menangkap situasi yang terjadi.
"Nona.., kenapa nona pergi begitu saja meninggalkan mai. Nona tega sekali, huh.. huh.." mengatakan dengan napas yang terengah - engah.
Da xi tak menjawab dan terus menatap tajam mai tak suka.
"Nah.., karena mai sudah ada. Kakak pergi dulu ya. Jaga dirimu baik - baik adikku.." sela Dan yi mengusap kepala Da xi lalu pergi meninggalkannya begitu saja.
"Aa.. kakak" menatap sendu kepergian sang kakak dan berusaha meraihnya.
Yah.. dia malah pergi. Uhhh.. ini semua gara - gara si mai. Menyebalkan sekali sih dia.., berbalik arah lalu menatap tajam mai kembali.
"Terserah kau sajalah mai," saut Da xi acuh. Kemudian pergi meninggalkan pelayannya itu.
Melihat sang nona pergi, mai bergumam keheranan "lagi - lagi dia pergi meninggalkanku? sabar mai sabar.." sambil ngelus dada.
–—–
Biasanya sebelum pernikahan akan dilangsungkan. Pengantin wanita biasanya akan melakukan banyak sekali ritual. Baik itu ritual adat, maupun ritual - ritual yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan wanita yaitu membersihkan dirinya dari bulu - bulu hingga daki - daki yang menempel membandel ditubuh. Dan kini, hal itulah yang dilakukan oleh Da xi sekarang. Ia tengah melakukan berendam diri disebuah bak berukuran besar dengan bermacam bunga yang menemaninya.
Akhirnya, aku bisa rilex juga setelah seharian penuh tersiksa sama acara adat yang bejibun. Aku pikir ritual adatnya ga sebanyak didrama. Tapi ternyata, didrama itu cuma omong kosong. Pembohong!
Da xi yang tengah berendam menggerutu kesal dalam hati. Ia hari ini benar - benar tersiksa karena harus mengikuti bermacam ritual adat yang dilakukan sebelum pernikahan. Apalagi saat makukan ritual ia tidak diperbolehkan makan. Alhasil sampai sekarang ia belum makan dan dia pun kelaparan.
"Lapar.." ucapnya dengan bibir mengkerut.
__ADS_1
Da xi merasa kelaparan, lalu memegangi perutnya yang berada dalam air.
Sungguh tidak berkeprimanusiaan sekali mereka itu. Setidaknya kan beri aku makan sedikit kek. Kalau gini caranya kan, sebelum pernikahan dilangsungkan bisa - bisa calon pengantin wanitanya bakalan mati duluan. Huh bener - bener deh orang zaman dulu itu. Pantas saja di drama - drama tokoh wanitanya tersiksa. Dan sekarang, aku berada diposisi mereka. Huhuhu..
Da xi hanya bisa merengek kesal dalam hati sambil merutuki orang - orang yang sudah membuatnya begini. Saking kesalnya ia bahkan menenggelamkan seluruh tubuhnya itu sampai tidak terlihat. Kebetulan saat Da xi melakukan itu, mai masuk kedalam membawa sabun yang akan digunakan sang nona. Namun ketika masuk ia terkejut, karena tak melihat sang nona. Mai pun menjadi kelabakan dan mencarinya kesekeliling kamar mandi. Tetapi tetap saja sang nona tidak bisa ia temukan.
"Nona.., nona kau dimana? jangan seperti ini sama mai.." rengek mai.
Mai benar - benar bingung, karena sang nona tidak bisa ia temukan. Ia sempat berpikir, nonanya jangan - jangan kabur dan melakukan hal yang membahayakan dirinya lagi. Namun pikirannya yang tak baik itu segera ia tepiskan. Dia tidak boleh memikirkan hal yang tidak - tidak mengenai nonanya.
"Nona kau dimana? Mai mohon jangan bertindak yang konyol lagi nona. Mai tahu nona sangat tidak ingin menikah. Namun tidak begitu caranya nona.." cerocos mai khawatir.
Namun ternyata kekhawatirannya terbukti. Setelah dirinya itu tak sengaja sorot matanya melihat kearah bak mandi. Di sana terlihat gelembung - gelembung yang keluar dari dalam air. Sontak saja mai teriak histeris melihat hal itu dan mengepakan tanganya kedalam air berusaha untuk menolong sang nona.
"Nona...." teriak mai sambil mengepaki tanganya didalam bak.
Tak lama kemudian Da xi langsung menongholkan kepalanya dari dalam air. Lalu berteriak meneriaki mai dengan molotot kesal.
"Mai...." bentaknya dengan sorot mata tajam berteriak kepada Mai.
Mai yang tadinya mengepak - ngepak tangannya dalam air. Seketika diam membeku karena terkejut.
"Kau ini bodohnya benar - benar diluar nalar yah. Kau ini bisa diam tidak sih! hampir saja aku mati karena ulah..! Aaaa...."
Da xi yang tadi tengah mengomel, tiba - tiba berteriak kaget. Lalu langsung menyembunyikan seluruh tubuhnya dalam air dan hanya menyisakan kepalanya saja yang terlihat. Ia begitu karena terkejut melihat orang - orang datang kedalam kamar mandinya ramai - ramai. Mereka begitu karena berpikir sudah terjadi sesuatu padanya. Setelah mendengar teriakan Mai yang khawatir kala melihat dirinya menenggelamkan kepalanya kedalam air itu.
Disana terlihat ayah dan kedua kakanya datang dengan raut wajah cemas. Selain ada anggota keluarganya, ada juga beberapa pengawal rumah yang ikut masuk. Namun para pengawal tiba - tiba wajahnya merona karena melihat sang nona tengah berada dalam bak mandi. Zouyu yang wajahnya merona juga, ketika menyadari hal itu langsung menyuruh para pengawal segera pergi dan hanya menyisakan Dia, Dan yi dan ayahnya saja.
❤❤❤
Bagi kalian yang sudah menunggu - nunggu. Maaf banget baru up lagi. Itu pun cuma satu bab doang, hehehe.
Makasih banyak loh atas supportnya. Pasti untuk kedepanya bakalan rajin up. Tapi ga janji yah.. Diusahain bakalan up terus tiap hari.
__ADS_1
Nah, abis baca jangan lupa kasih support aku denga like, komen, rate dan juga yang berkenan boleh sumbang vote. Sekali lagi makasih😊