
Kakak, terima kasih" ucapnya tersenyum senang dan langsung memeluk sang kakak.
"Tapi hanya sekali ini saja" ucap Zouyu dipelukan Da xi.
"Iya.. iya.. aku tahu," sautnya melepaskan pelukan. Kemudian kembali berbaring dikasur empuk sang kakak sambil tersenyum.
Zouyu yang melihat kelakuan sang adik hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Kakak, tidak pergi?" tanya Da xi membuka matanya kembali.
"Kau mengusirku?" ucap Zouyu tak habis pikir dengan pertanyaan sang adik.
"Tidak.. tidak.." elak Da xi. "Aku hanya bertanya saja kak, bukan mengusirmu. Habisnya kenapa kakak masih disini. Itu saja kok, tidak ada maksud yang lain" lanjutnya mencoba menjelaskan.
"Ini kan kamarku sendiri. Seterah akulah mau ngapain, memamgnya ada masalah denganmu?"
"Oh.. begitu, tidak ada masalah kok. Aku pikir kakak masih disini terus mau ikut berbaring juga denganku. Kasurnya masih muat kok kalau mau ikut berbaring, sini cepat kak. Pasti enak deh tidur bareng kakak, apalagi tidurnya sambil peluk" tuturnya enteng sambil menggeser tubuhnya itu kepojokan.
Mendengar tuturan sang adik seketika membuat Zouyu melotot kaget. Bagaimana adiknya bisa bicara dengan mudahnya dan menyuruhnya untuk berbaring disisinya. Apalagi sambil minta dipeluk lagi.
"Kenapa kau bisa bicara enteng begitu mengenai tidur dikasur yang sama!? Dan apalagi tadi kau bilang, enak tidur denganku apalagi sambil dipeluk?" ucapnya terkekeh tak percaya dengan perkataan sang adik. "Kau ini sudah tidak waras ya?" lanjutnya.
Da xi bingung dengan reaksi sang kakak sampai segitunya.
"Kakak.., kau ini kenapa?" tanya Da xi bingung. "Memangnya hal itu salah ya?" lanjutnya masih dalam keadaan kebingungan.
"Benar - benar kau ini," ucapnya masih terkekeh dengan perkataan sang adik.
Da xi semakin dibuat kebingungan dengan reaksi sang kakak.
"Sudahlah.., aku pergi dulu. Silahkan kau sepuasnya kuasai tempat tidur ku. Aku benar - benar sudah tidak bisa menghadapimu.." ucapnya berlalu pergi.
Aish.. benar - benar anak itu. Bagaimana bisa dia punya pikiran menyuruku untuk tidur di sampingnya. Benar - benar sudah gila. Dan apalagi yang dia katakan, tidur memelukku? Aish.. benar - benar..., antara pria dan wanita tidur bersama dan berpelukan? benar - benar membuatku gila memikirkannya. Aish.. apa dia lupa hah?, ucap batin Zouyu.
__ADS_1
Zouyu keluar dari kamarnya sambil mengacak rambut dengan kasar frustasi setelah berbicara dengan sang adik. Sedangkan Da xi melihat itu kebingungan. Sebenarnya kenapa kakaknya itu berekasi segitunya mengenai ajakkan-nya itu. Padahal dia pikir tidak terlalu menjadi masalah.
Aneh, benar - benar aneh. Aku kan cuma mengajaknya untuk berbaring disampingku. Memangnya ada yang salah dengan itu? Lagipula kita ini kan kakak dan adik, jadi tidak ada masalah kan?. Ucap batinya bertanya - tanya penuh kebingunan.
------
Mai masih mencari keberadaan sang nona. Dia benar - benar kelabakan karena tidak bisa menemukannya.
"Nona, sebenarnya kau itu ada dimana sih?" ujar mai berdecak kesal karena tak bisa menemukan nonanya.
"Aish.., mengapa sih nona ini suka sekali menghilang. Buatku pusing saja, arghh.." ucapnya kembali berteriak frustasi.
Mai begitu kebingungan tidak bisa menemukan sang nona. Dia sudah mencari kesana - kemari, namun belum juga ditemukan. Bahkan ia sudah menyusuri setiap inci kediaman ini tapi tetap saja tidak bisa ditemukan.
"Aku tidak habis pikir, mengapa dia suka sekali menghilang sih. Sudah seperti hantu saja, tiba - tiba menghilang dan tiba - tiba muncul. Dimana sih dia sebenarnya.."
Mai tiba - tiba berhenti saking frustasinya. Mau ditaruh dimana mukanya itu kalau tuan sampai tahu bahwa nonanya itu tidak ada.
"Dia itu dimana sih? sudah ku cari sampai kedapur tidak ada. Di kediaman tuan besar juga tak ada. Di kediaman tuan muda Dan yi pun ga ada. Sampai keseluruh ruangan dikediaman ini juga tidak ada. Sebenarnya dia pergi kemana sih?"
Mai begitu bingung, karena tidak bisa menemukannya. Padahal ia sudah mencarinya kesetiap sudut kediaman ini.
"Apa jangan - jangan dia ka..? akh.. tidak mungkin, penjagaan disini kan sudah diperketat. Ga mungkin itu ga mungkin," menggelengkan kepalanya menyangkal semua semua dugaannya itu.
"Terus nona kemungkinan pergi kemana?" ucapnya bertanya - tanya.
Mai berusaha mengingat - ngingat kemungkinan tempat yang belum ia kunjungi dalam pencarian sang nona. Ia berpikir mungkin saja tempat itu besar kemungkinan akan dikunjungi sang nona.
Dikediaman ini tempat yang belum aku datangi itu cuma kediaman tuan muda per-tama.., apa mungkin nona pergi kesana yah? ucap batinya menduga. Akh.. aku rasa itu tidak mungkin. Nona kan selalu menggerutu mengenai tuan muda pertama. Nggak mungkin nona pergi kesana, gak mungkin. Lagipula tuan muda kan paling tak suka ada orang yang mendatangi kediamannya itu.
Mai menduga - duga dalam batinya mengenai kemungkinan sang nona pergi kemana. Namun ketika ia sudah menduga - duga, ia dengan cepat menyangkal dugaannya sendiri.
"Mana mungkin nona pergi kesana. Lagipula tuan muda kan.."
__ADS_1
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya itu. Tiba - tiba orang yang ia maksud menabrak dirinya, sehingga membuatnya terlonjak terkejut
"Aaa.." teriak mai kaget karena ditabrak tiba - tiba. Namun yang menabraknya tidak berhenti dan terus jalan. Tetapi mai malah ketakutan melihat punggung yang menjauh itu ternyata adalah yang menabraknya.
Aaa.. bagaimana ini? bukankah itu tuan muda Zouyu. Apa jangan - jangan dia sengaja menabrakku karena mendengar apa yang ku ucapkan tadi? aduh.. matilah aku, habislah sudah riwayatku. Bagaimana ini nasibku nanti? huhuhu...
Mai panik dan merengek merutuki dirinya, karena orang yang menabraknya tadi adalah tuan muda Zouyu. Dia pikir ini adalah kesengajaan tuan muda yang menabraknya. Mungkin tuan muda marah, karena dia sudah membicarakan tuan muda Zouyu tadi.
"Aaahhh.. habislah aku" meletakkan tangannya pusing karena sudah melakukan kesalahan besar.
Mai merutuki dirinya itu yang sudah bodoh membicarakan tuannya sendiri. Dan hanya ada rasa penyesalan padanya saat itu. Saking kesalnya sudah melakukan kesalahan. Ia memukuli kepalanya sendiri kesal.
Mai..., mengapa kau bisa seobodoh ini sih! ucapnya dalam hati sambil memukul - mukul kepalanya itu.
"Mai.." panggil seseorang membuyarkan lamunan mai.
"Ya.." jawab mai menoleh.
Deg
Seketika jantungnya melaju dengan cepat karena terkejut melihat orang yang memanggilnya itu.
Aaaahhh.., tamat sudah riwayatku.
"Ya, tu..an mu..da?" ucap mai terbata - bata karena takut.
Benar - benar kau ini mai..
Mai menghadap Zouyu takut - takut. Ia berpikir saat ini pasti Zouyu akan memarahinya karena sudah kurang ajar. Untuk mengurangi rasa takutnya, mai menundukan kepalanya.
"Mai, kau pasti sedang kesulitankan mencari nonamu?" seru Zouyu.
"Apa!?" mengadahkan kepalanya bingung.
__ADS_1