
Entah sejak kapan hal ini dimulai. Yang jelas kini Da xi tengah menunduk memberi salam dengan kebingungan. Di hadapanya ada baginda kaisar dan ratu yang tengah memberi berkat padanya dan juga dia? sambil mencuri pandang sang putra mahkota ketika masih memberi salam penghormatan.
Aku pikir orang itu tak sudi untuk melakukan semua ritual yang ada. Apalagi bersanding di pelaminan denganku. Ternyata semua diluar nalar. Disaat - saat orang panik mencarinya, kenapa dia harus muncul segala sih? Kenapa tidak terus menghilang saja? jadi kan aku tidak perlu menderita begini. Mengikuti ritual pernikahan yang sangat tidak masuk akal. Ternyata apa yang kulihat dilayar kaca (drama tv) selama ini hanyalah sebuah kebohongan belaka. Huaa.. kapan semua ini selesai? rasanya aku mau die ha..hua..ha. Rengeknya dalam hati.
Beberapa saat yang lalu..
Didepan aula kediaman sang raja. Terlihat seorang kasim yang terlihat kebingungan dan juga panik. Kasim itu tak lain adalah kasim Chu, kasim yang selalu mendampingi dan mengurusi kediaman sang pengantin pria yaitu pangeran mahkota kita.
Saking paniknya dan merasa gelisah karena putra mahkota belum juga ditemukan. Kasim Chu terus - menerus mondar - mandir ditempat yang sama. Sambil memegang dahinya yang tak sakit, kasim Chu terus saja bicara sendiri menggerutu.
Pangeran, sebenarnya kau pergi kemana ? batin kasim Chu bertanya - tanya.
Bruuk !!
Kasim Chu yang tengah mondar - mandir ketika akan berbalik ia malah bertubrukan dengan pelayan kediaman putra mahkota yaitu Cuang ki.
" Hishh.. kau ini ! " geram kasim Chu terhadap Cuang ki yang menabraknya.
" Heheh.." Cuang ki hanya tersenyum cengengesan.
" Bagaiamana? " tanya kasim Chu.
Cuang ki hanya menggeleng. Melihat hal itu kasim Chu frustasi. Harus kemana lagi ia mencari putra mahkota. Padahal sebentar lagi pengantin wanita akan tiba. Dan ritual pernikahan pun akan segera dilangsungkan.
Tanpa mereka berdua sadari. Iring - iringan pengantin wanita menuju ke arah mereka. Da xi yang melihat dari kejauhan bertanya - tanya melihat tingkah aneh mereka itu. Mai yang menyadari hal sama juga merasa aneh. Lalu menoleh kearah sang nona, bertanya lewat hati. Da xi mengangguk, mengerti apa yang Mai katakan dalam hati.
" Duh.. benar - benar kacau, " decak kasim Chu frustasi. " Kalau sampai baginda kaisar tau, heboh sudah! " lanjutnya.
Cuangki yang melihat hal itu tidak bisa berbuat apa - apa selain mencoba menenangkannya.
" Putra mahkota, sebenarnya kau pergi kemana? " gumam kasim Chu sambil menopang dagunya tak bisa berdiam diri saja. " Kenapa harus hilang segala si?! " decihnya.
" Apa ! putra mahkota hilang ?! " ujar Mai setengah berteriak. Sehingga membuat kasim Chu dan Cuangki menoleh kaget.
Kasim Chu dengan Cuangki saling berpandangan, mereka sudah ketahuan. Dan untuk menyelamatkan diri, Cuangki mencoba beralasan.
" Ah.. , selamat datang calon putri mahkota dan rombongannya. " Ucap Cuangki mencoba mengalihkan.
Mai yang super duper kepo tidak menanggapi ucapan Cuangki. Ia malah bertanya balik mengenai perkataan yang barusan dia dengar.
__ADS_1
" Maaf , tadi aku mendengar putra mahkota hilang ? " tanyanya.
Mendengar itu, kasim Chu dengan Cuangki kembali saling melempar pandagan mata mereka. Mereka benar - benar tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan mereka berdua terlihat gugup dan tegang ketika mendapatkan pertanyaan itu tadi.
Sedangkan itu Daxi yang dibalik tudung pernikahannya, hanya bisa diam saja sambil melihat samar - samar ketegangan diwajah keduanya. Dan dia terlihat tersenyum senang di balik tudung itu. Karena dengan menghilangnya putra mahkota, kemungkinan pernikahan ini akan dibatalkan dan diapun bisa kembali tinggal dikediaman Wu lagi.
Apa ! putra mahkota hilang ? Kalau begitu yes ga jadi nikah. batinnya tersenyum senang.
" Apa benar putra mahkota hilang? bagaimana bisa itu terjadi ? inikah hari pernikahannya. Bisa - bisanya dia hilang dihari yang bahagia ini. Kalau begitu bagaimana dengan nonaku nanti ?! "
" Ah.. i..itu tidak benar. Anda pasti salah mendengar tadi, benar kan kasim? " ucap cuangki sambil menyenggol - nyenggol lengan kasim Chu.
" A..iya itu benar " jawab kasim Chu mengangguk mengiyakan.
" Jelas - jelas aku tadi mendengarnya. Mana mungkin aku ini salah dengar, pendengaranku ini masih berfungsi dengan sangat baik. Mana mungkin aku salah dengar tad! " seru Mai.
Mendengar hal itu kasim Chu dan Cuangki menjadi sangat gugup. Mereka bingung harus memberi alasan apa lagi, karena Mai terlihat sangat ngotot dan tidak mau percaya akan ucapan mereka.
Aduh.. si Mai ini benar - benar membuat orang - orang tidak bisa berkutik terhadapnya. Lihat tuh.., saking terkejutnya mereka jadi terlihat seperti es yang baru saja membeku. Kenapa dia terlihat ngotot sekali sih dengan menghilangnya si putra mahkota itu. Aku saja terlihat biasa - biasa saja, malahan merasa senang, hehehe..
" Aku ini tadi tidak mungkin salah dengar kan ? " tanya Mai ngotot.
Tiba - tiba seseorang yang kedatangannya tidak diketahui sama sekali, mengagetkan mereka dengan tiba - tiba berbicara.
" Sedang apa kalian kumpul disini ? kenapa tidak masuk ? " ujar putra mahkota datar dan masuk begitu saja meninggalkan mereka.
Semua orang terkejut melihat itu, terutama kasim Chu yang melihatnya ingin sekali mengomel. Namun orang tersebut malah melongos pergi begitu saja melewati mereka.
" Aish.. " gumam kasim Chu menahan gemas karena ingin sekali mengomel.
" Siapa dia ? " gumam Mai bertanya - tanya.
Mendengar gumaman-nya Mai, kasim Chu langsung mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam. Sebelum Mai menanyakan hal yang tidak - tidak lagi. Dan merekapun langsung masuk begitu saja mengikuti ucapan kasim Chu.
Aneh.. ! , pikir Da xi dalam hati.
" ***..! nona..! nona.. ! " teriak Mai dengan pelan dari kejauhan. " Aduh.. ada apa dengan nona? " gumamnya gelisah.
Karena Da xi tidak menyahut sama sekali. Seseorang didekat Da xi yang tak lain putra mahkota sendiri, menyenggolnya pelan. Da xi yang masih membungkuk, langsung memiringkan kepalanya begitu saja dan menoleh kearah putra mahkota yang menyenggolnya.
__ADS_1
" Nona.., " teriak Mai kembali dengan suara dipelankan.
Mendengar itu, Da xi menoleh kearah Mai dan menatapnya bingung. Terlebih setelah melihat Mai membuat gerakan - gerakan aneh yang ditunjukan kepadanya, dan membuatnya menjadi lebih bingung.
" Apa ? " tanya Da xi pelan.
Lalu Mai pun memberitahu sang nona dengan gestur bicaranya. Ia menyuruh sang nona untuk segera mengagkat kepalanya itu dan jangan membungkuk terus. Mai bahkan dengan hati - hati menunjuk seseorang didepan sana agar sang nona paham. Namun orang yang diberitahu hanya diam saja kebingungan. Dia tak mengerti sedikitpun petunjuk dari pelayannya itu.
" Hah..! apa..! " tanyanya dengan mengangkatkan bahunya keatas sedikit.
" Itu.." tunjuk Mai.
" Apa ? "
" Huh..! " Mai menghela napasnya kesal, karena sang nona dari tadi tidak paham - paham. Lalu dia memberi petunjuk kembali, agar sang nona mengerti yang diucapnya.
" Lihat i..tu ke..de..pan ! " ujar mai sambil menunjuk.
Da xi yang masih kurang paham diam sejenak. Lalu mengikuti yang dimaksud tangan Mai. Kemudian dirinya melihat kearah yang ditunjuk Mai itu. Mai yang melihat itu sedikit senang. Namun tidak dengan Da xi yang tiba - tiba diam karena terkejut.
Aduh.. , bodoh ! .makinya dalam hati.
Da xi yang kaget dengan orang yang ada dihadapannya itu hanya bisa merutuki dirinya sendiri. Ia kenapa begitu bodoh telah melupakan satu hal. Sekarang ini kan dia tengah menghadap sang penguasa negri ini untuk meminta berkat atas pernikahannya. Namun dia malah bengong ketika melewati prosesi itu. Merasa sudah melakukan kesalahan Da xi langsung membungkuk kembali sembari meminta maaf karena sudah tidak fokus.
" Yang mulia maaf kan hamba ini yang sudah melakukan kesalahan. " Ucapnya membungkuk meminta maaf.
" Tidak apa. Bangunlah..! aku tau kau itu pasti sedang gugup. " Ujar kaisar tersenyum.
" Terimakasih atas kemurahan hatinya yang mulia.." kata Da xi masih membungkuk.
" Bagunlah.., kenapa kamu terus meminta maaf dihari yang bahagia ini. "
Da xi pun langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum dibalik kain penutup yang menutupi wajahnya itu.
Selamat..! ujarnya dalam hati tersenyum lega.
Setelah melakukan prosesi meminta berkat. Mereka langsung melangsungkan acara makan - makan untuk merayakan pernikahan itu. Namun sayangnya ada satu orang yang sengsara karena tidak diperbolehkan makan dalam acara itu, yaitu Da xi sendiri. Karena tidak diperbolehkan memakan apapun Da xi sempat mau curi - curi makanan yang ada dihadapannya sedikit. Tapi keburu ketauan oleh Mai. Mai yang melihat itu memukul tangan sang nona yang hendak merayap - rayap mengambil makanan. Karena ketahuan Da xi hanya bisa marah dalam hati dan merutuki mai sebal.
...****************...
__ADS_1
Hai semua, maaf baru update. Karena aku kelupaan password akun novel ini. Kedepannya bakalan update terus tapi tergantung situasi yang ada. Terima kasih banyak untuk yang setia menunggu dan baca novel aku ini. Terima kasih semua❤