
"Wu da xi," panggil seseorang dingin.
Aish.., siapa lagi sih yang menggangguku! baru saja aku bisa merasakan yang namanya kebebasan dan pergi jauh - jauh dari mai yang menyuruhku untuk tidak melakukan ini itu, ujar batinya kesal.
Da xi yang kala itu tengah tertidur langsung murka dibuatnya. Bagaimana iya tidak merasa kesal, ia yang saat itu tengah menikmati bobo cantik di siang bolong malah diganggu.
"Hei, wu da xi!" panggil orang itu mulai meninggikan suaranya.
Biarkan sajalah, aku saat ini tidak mau diganggu. Lebih baik aku terus mengabaikannya dan tidur, batinya dalam hati.
"Da xi! kau ini bodoh atau bagaimana?!" tanya orang itu, suaranya yang mulai terdengar kesal karena diabaikan.
Yaa.., seterah kau sajalah. Mau mengataiku seperti apa? yang jelas aku tidak bodoh atau bagaimana - bagaimana seperti yang kau ucapkan itu, kata batinya masa bodo.
Mulai kehilangan kesabaran karena orang yang dipanggil - panggil nya itu tidak menyahut ataupun membuka matanya untuk sekedar melihat siapa yang sedang memanggilnya. Orang tersebut pun mulai memanggil da xi untuk ketiga kalinya.
"Wu da xi!" teriak orang itu dingin. Namun tetap saja da xi mengabaikannya.
"Aish.. kau ini benar - benar yah," gumamnya kesal. "Wu da xi, woi wu da xi" teriak dia kesal dan menggoyang - goyangkan tubuh da xi dengan kakinya.
Apa - apaan sih orang ini**!, rutuknya murka. Karena tubuhnya di goyang - goyangkan oleh kaki orang itu. Semakin kesal karena orang itu tidak mau berhenti menggoyangkan tubuhnya dengan kakinya tersebut. Da xi pun sangat kesal dan tak bisa menahan lagi kekesalannya.
"Woi !!! bisa diam ga... si...h," makinya terhenti ketika membuka matanya melihat orang tersebut.
Wagelaseh.., siapa lagi ni cowok? cakep bener gila, batinya dalam hati kegirangan memandang rupa orang itu. Ini sih gantengnya kelewatan, tingkat surga banget. Ternyata setelah babang tamvan dan yi ku, ada lagi yang gantengnya level dewa, ucap batinya. Tak bisa berhenti memandang orang tersebut.
Orang yang di tatap tanpa berkedip oleh da xi memamdangnya heran plus aneh. Apalagi orang tersebut menyerengitkan dahinya karena saking anehnya melihat da xi yang masang wajah seperti orang tengah melihat barang kesukaan.
__ADS_1
"Ada apa dengan dia?" ucap batinya bertanya - tanya.
Ya ampun, ini sih benar - benar luar biasa ganteng. Kalau di indonesia pasti sudah viral nih orang ganteng. Secarakan muka bagus dikit langsung direkrut jadi artis, batinya tak berhenti lepas memandang.
Apalagi..., uhuy.. jadi malu. Gila roti sobeknya, walaupun pake baju insting aku bilang kalau dia wow banget. Secara aku kan punya kemampuan tembus pandang soal kek gituan.
Da xi terus tersenyum cekikikan dengan fantasinya sendiri yang mengenai si pria tampan yang berada dihadapannya. Sedangkan orang tersebut hanya diam saja dipandangi oleh da xi.
Apa jangan - jangan dia jo..doh.. k.., ucap batinya terhenti dengan kedatangan mai tiba - tiba.
"Nona!!," panggil mai terengah - engah.
Keduanya saling berpaling ke arah mai.
"Aduh nona kau ini bikin mai susah terus, tau ga nona mai terus mencari nona kesana - kemari. Kalau tuan tahu nona tidak ada bisa gawat, nanti mai bisa kena hukum. Apa nona tidak kasihan dengan mai?" cerocos mai terus mengomel dan saat itu ia tidak menyadari kehadiran orang lain yang sedanf bersama nonanya.
"Nona sudahlah jangan terus - terusan membuat mai khawatir. Siapa yang akan susah? mai juga kan?" omel mai tak berhenti.
Hustt.. mai, mai.. diam, ucap da xi pelan. Mengkodenya agar berhenti bicara. Namun tetap saja mai terus cerocos panjang.
Da xi jadi malu diomeli oleh pelayannya sendiri di hadapan pria itu. Saking malunya ia menutupi dirinya dengan jari - jari tanganya. Dan penasaran dengan reaksi si pria yang saat itu mendengar ocehan mai, da xi pun membuka celah sedikit du jarinya itu. Betapa terkejutnya ia melihat ekspresi sang pria yang memandanginya seolah tak percaya.
Hahh, mamp*s!! da xi pasrah dengan reaksi pria itu. Mai benar - benar yah, batin da xi gereget dan mencubit perut mai agar berhenti bicara.
"Aww.., nona. Apa yang kau lakukan?!" teriak mai yang dicubit perutnya.
"Diam," da xi mengkode mai dengan matanya agar pelayan pribadinya itu diam dan tidak terus bicara. Tapi karena mai terlalu pintar, ia tidak begitu mengerti apa maksud nonanya itu.
__ADS_1
"Maksud nona apa?" tanya mai tidak mengerti.
Mendengarnya membuat da xi kesal dan frustasi, karena mai benar - benar tidak mengerti yang dia maskud. Mau bagaimana lagi dia hanya bisa pasrah citranya akan buruk di hadapan pria tampabn itu.
Sepertinya aku memang tidak berjodoh dengannya, kata batinnya sedih.
Mai yang melihat perubahan raut wajah nonanya yang tiba - tiba berubah menjadi bingung. Namun ketika ia akan menghampiri nonanya,
"Nona kenapa kau jadi be.., tuan mu-da?!" ucap mai kaget setelah melihat pria tersebut.
Tuan mu-da?
Da xi bingung, mai memanggil orang itu dengan sebutan tuan muda. Karena merasa bingung dengan situasi yang terjadi, da xi melihat pria itu lalu melihat mai kembali dan seterusnya begitu sampai ia mencerna situasi.
"Memangnya dia siapa mai, kau kenal dia?" bisik da xi penasaran.
"Ya ampun nona, apa kau juga lupa dengannya. Dia itu kakak nona," jawab mai memberitahu.
Da xi terkejut setelah mendengarnya, lalu melihat ke arah pria itu yang ternyata adalah kakanya juga.
Pupuslah harapanku buat dapat cogan tapi tak jodoh, ucap da xi dalam hati sedih.
Ia sangat menyayangkan, dirinya yang selalu gagal dapat cogan yang dia kira akan jadi jodohnya. Sudah dua kali dirinya tertipu, ternyata dua pria tampan itu tak lain adalah kakakku sendiri.
Pria itu tak lain adalah kakaknya yang bernama wu zouyu. Anak pertama, sekaligus kakak tertua di kediaman mantan perdana mentri wu do ran. Wu zouyu sendiri adalah seorang ksatria kerajaan dan saat ini baru saja di angkat menjadi jendral perang ternama dikerajaan negri ini. Dan ia baru saja pulang setelah selama 2 bulan di camp perbatasan untuk memenangkan perang. Karena hal itu pula ia jarang terlihat di kediaman, jadi wajar saja kalau da xi alisa gracia tidak tahu mengenai kakak pertamanya itu.
"Sebenarnya, ada apa yang terjadi?" tanya zouyu tiba - tiba. Da xi dan mai pun saling pandang bingung, karena tidak tahu harus jawab apa.
__ADS_1