
Ardan dan Irene masih dalam posisi yang sama yaitu dimana Ardan memeluk Irene tanpa sadar dan begitu lembut
Setelah Irene tenang Ardan baru sadar jika ia baru saja memeluk perempuan itu , bahkan menenangkannya
"Emm. Sory ." Ucap Ardan dan segera melepas pelukannya ia mundur beberapa langkah
" ah...iya tak apa aku juga minta maaf ."Ucap Irene setengah menahan malu
" j.jadi kau ingin makan apa ?"Tanya Ardan mengalihkan pembicaraan , rasanya sedikit memalukan jika mengingat kejadian barusan
" a.aku..akan memakan makanan ini saja , sayang sudah terlanjur di beli ."Ucap Irene
" kau serius? , jangan di paksaan jika tidak mau ."Ucap Ardan
" tidak aku tidak memaksakannya , dan aku akan memakannya , lagipula aku sudah lapar ."Ucap Irene
" ya sudah kalau begitu , kau duduklah biar ku siapkan ."Ucap Ardan hendak menatap makanan yang di pesan ke atas wadah
" eh.. Tidak perlu biar aku saja ."Ucap Irene tak enak hati jika harus merepotkan Ardan apalagi Ardan adalah seorang pria dan berstatus suaminya , sebagai istri ia tentu saja tak mau jika pekerjaan seperti ini di lakukan oleh suaminya
" Duduklau! Kau diam saja dan nikmati biar aku yang melakukannya ."Ucap Ardan kekeh pada pendiriannya
" B.baiklah terima kasih dan maaf telah merepotkanmu ."Ucap Irene duduk di kursi meja makan
"Hmm ." Ardan hanya berdehemn singkat dan mulai menatanya ke atas wadah tak butuh waktu lama kini semuanya telah tertata rapi
"Makanlah ." Ucap Ardan setelah selesai menata rapi semua makanannya
" iya , kau juga makanlah ."Ucap Irene tersenyum tipis
" aku nanti saja ."Ucap Ardan hendak pergi
"tidak boleh! Kau harus makan sekarang hari sudah siang , dan kau belum makan tadi pagi pun kau hanya makan sedikit !" Tegas Irene
__ADS_1
" aku belum terlalu lapar ."Jawab Ardan sejujurnya ia menghindar makan satu meja dengan Irene karena canggung
" Makan lah sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang , jadi sekarang makanlah kau butuh asupan ."Ucap Irene menasehati Ardan , dengan terpaksa Ardan pun bersedia makan satu meja dengan Irene
" Begitu dong ."Ucap Irene tersenyum tipis
Mereka pun makan bersama dalam keheningan , tak ada percakapan atau saling lirik semuanya fokus ke makanan
Setelah selesai makan siang ,Irene pun membereskan semuanya sendiri , walaupun tadi Ardan hendak membantunya tapi Irene menolak karena ia masih bisa melakukannya sendiri
**
Di Apartemen Salsa
Saat ini Salsa tengah melakukan videon call dengan Daniel , walaupun tadi sudah bertemu tapi sampai di tempat masing masing mereka tetap melakukan komunikasi
" Udah siang Honey , makan dulu gih ."Ucap Daniel pada Salsa
" gimana mau makan kamu aja ngajak video call π ."Ucap Salsa manyun
" Kamu juga belum makan bee , jadi kamu juga harus makan ." Ucap Salsa mengingatkan Daniel yang juga belum makan
" I.iya iya Honey aku juga makan tapi setelah kamu ."Ucap Daniel
"Ya nggk boleh gitu lah masa harus nunggu aku ." Ucap Salsa
" lha trus gimana , kita makannya barengan gitu ?"Tanya Daniel pada Salsa
" Boleh tuh ide bagus , ya udah bentar aku ngambil makanannya dulu kamu juga ambil makanan kamu π."Ucap Salsa dengan bersemangat
" okay bentar ya ." Ucap Daniel , pria itu pun menyuruh bawahannya untuk membelikan makanan sedangkan Salsa peegi ke dapur untuk memasak makanan , perempuan itu memutuskan untuk membuat sup
15 Menit Kemudian
__ADS_1
Mereka berdua telah siap dengan makanan masing masing , keduanya pun makan sambil bercanda walaupun di pisahkan oleh jarak tapi tak pernah menjadi halangan mereka untuk melakukan hal hal romantis dan saling bemesraan
*****
Hubungan ini memang masih sampai di jenjang ini tapi tak akan pernah ia biarkan jika hanya berhenti disini , hubungan ini akan ia lanjutkan sampai ke jenjang pernikahan dan akan mempertahankan pernikahan itu sampai akhir hayat mereka
***
Waktu terus berjalan selalu bersama siang malam tentu saja akan membuat mereka saling terbiasa akan keberadaan satu sama lain , selalu berinteraksi setiap hari membuat mereka semakin akrab
Yaa..
Mereka sudah sama sama dewasa dan mengerti bagaimana sikap yang harus mereka tunjukkan dalam menghadapi jalan hidup ini
Mereka tau apa itu arti pernikahan dan mereka tak akan pernah menjadikan sebuah pernikahan menjadi permainan yang bisa di akhiri dan di mulai kapan saja , dengan siapa saja yang bersedia
" Jadi bagaimana menurutmu ?"Tanya Irene pada Ardan , tak terasa ternyata mereka telah menjadi suami istri lebih dari sebulan lamanya
" Aku akan meneruskan pernikahan ini walau tak di dasari cinta , memang aku belum mencintaimu tapi aku akan bertanggung jawab untukmu dan anak kita , kalian tanggung jawabku ."Ucap Ardan tulus dari hatinya yang paling dalam
" Tak akan pernah ada kata "talak" dalam hubungan kita ."Ucap Ardan memegang telapak tangan Irene
" Bersediakan engkau menjadi istriku dan ibu dari anak anakku sampai maut datang menjemput ?"Tanya Ardan
" aku bersedia , menjadi istrimu dan ibu dari anak anakmu sampai akhir hayat ."Jawab Irene
" terima kasih ."Ucap Ardan
" Mari kita perjuangkan hubungan ini Bunda ."Ucap Ardan tersenyum tipis dan di balas oleh Irene
" Tentu Ayah ." Jawab Irene
Mereka berpelukan di dalam kamar Irene , memang belun ada rasa cinta tapi sikap dewasa mereka membuat mereka mengerti apa yang harus di lakukan
__ADS_1
*Bersambung
πnext bentar lagi tamat