Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 22


__ADS_3

Setelah Kepergian Daniel kini Salsa sendirian di ruangan tersebut , rasanya sangat membosankan ,jarum jam terus berputar dengan berirama sesuai urutannya


ceklek


Suara pintu terbuka mampu mengalihkan pandangan Salsa terlihat suster membawa nampan berisi makanan dan juga sebuah obat


" huh minum obat lagi😾." Ucap Salsa dalam hati ia paling malas jika di suruh minum obat


" Selamat Pagi nona ." Sapa suster tersebut tersenyum ramah


" Pagi sus ." Jawab Salsa membalas senyuman sang suster tersebut


" sekarang waktunya nona makan ini , makanannya dan ini obatnya nona ." Ucap Sang suster meletakkannya di nakas


" aku tau kali itu makanan sama obat ." Batin Salsa


" Iya sus makasih ." Jawab Salsa


" apa perlu bantuan nona ." Tanya sang suster


" nggk ada sus ." Ucap Salsa , suster pun berlalu dari situ , lalu Salsa memandangi makanan tersebut


" makan nanti aja kali ya ." Ucapnya berfikir dan ia pun memilih memakannya nanti sekarang ia sedang malas makan apalagi minum obat


beberapa menit kemudian pintu terbuka kembali Salsa heran siapa yang datang , kalau Daniel tidak mungkin , suster gk mungkin, Aunty Sarah sama Uncle Jhon juga gk mungkin , Irene ? mana mungkin lalau siapa


Salsa bertanya tanya dalam hatinya , hingga pada akhirnya pertanyaan itu terjawab setelah seseorang memakai sebuah jas berwarna navy memasuki ruangan tersebut


Dia adalah Ardan


" tumben dia kesini ." Heran Salsa


" bukannya dia orang sibuk koq masih punya waktu buat kesini , dateng dateng muka di tekuk lagi ." Batin Salsa terheran heran


Tanpa menyapa Salsa Ardan memilih duduk di sofa yang ada di situ dan menyenderkan tubuhnya


" Tuan .. eh bukan Tuan .. Pak.. eh bukan juga .. mas haish gk ah .. kak aja Kali ya ." Batin Salsa yang bingung mau manggil Ardan bagaimana


" ekhen Kak ." Salsa berdehem terlebih dahulu


Ardan mengankat kepalanya dan menatap Salsa


" kamu memanggilku ." Tanya Ardan menunjuk dirinya sendiri , Salsa menangguk


Beda lagi hawanya kalau sedang berhadapan dengan Ardan dan Daniel jika dengan Daniel Salsa bisa begitu santai tapi jika dengan Ardan yang memiliki wajah tampan namun menyeramkan membuat ia sedikit merinding


Entah karena status atau apa ia tak tau yang jelas ia tak bisa santai jika ada di dekat Ardan

__ADS_1


" Kakak.. kesini sendiri ? " Tanya Salsa


" hmm.." Pria itu hanya berdehem


" udah masuk gk salam di tanya jawabnya juga hmmm hmm aja ." Batin Salsa


" Tumben kesini sendiri biasanya Sama Ibu Nayra ." Ucap Salsa


" Aku lebih sering kesini sendiri tanpa Ibuku daripada bersama Ibuku ." Ucap Ardan


Owhhh


Salsa mengangguk paham


" Tumben pagi pagi sudah kesini , apa kamu nggk sibuk ." Tanya Salsa akhirnya ia melontarkan pertanyaan tersebut


" Kalau bukan karena Ibuku aku tak sudi meninggalkan pekerjaanku hanya karena mu ." Terdengar nada kekesalan di kalimatnya tersebut terlihat dengan jelas jika pria itu terpaksa datang kemari dan meninggalkan perkerjaannya


" Maaf sudah membuatmu terpaksa melakukan ini ." Ucap Salsa ia merasa bersalah telah membuat Ardan kesal tapi koq pas sama Daniel nggk ada rasa bersalah bersalahnya ya πŸ˜†πŸ˜†


" Ini bukan salahmu , sudah lupakan saja bagaimana keadaanmu ." Tanya Ardan mengalihkan pembicaraan


" sudah cukup lebih baik hanya saja kakiku masih sedikit sakit ."Jelas Salsa , Ardan bangkit dari duduknya dan menghampiri Salsa


" Oh.." Ardan mengangguk tanpa sengaja tatapannya bertemu pada makanan yang ada di nakas


" aku malas ." Jawab Salsa


" jika kau malas maka kau tak akan bisa sembuh dengan cepat ." Ucap Ardan


" Cepat makan sekarang ." Perintah Ardan mengambil makanan itu dan memberikannya pada Salsa


Salsa berusaha duduk tapi susah , melihat itu Ardan tak tega ia pun membantu Salsa duduk


" terima kasih ." Ucap Salsa


" hmm ."


" biar aku suapkan sekalian ." Ucap Ardan yang hendak menyuapi Salsa


" tidak usah aku bisa sendiri ." Tolak Salsa


" tidak usah banyak bicara , aku tau kau kesusahan ." Ucap Ardan menatap tajam Salsa membuat Salsa pasrah


Ardan pun mulai menyuapi Salsa , dengan porsi yang besar dan dalam jangka waktu singkat


" stop ." Ucap Salsa

__ADS_1


" kenapa kau baru makan satu suapan ." Heran Ardan


" apa kau ingin membunuhku dengan menyumpal mulutku menggunakan makanan ini ." Kesal Salsa


" apa maksudmu ." Heran Ardan


" apa maksudmu? kau bertanya seperti itu huh..tidakkah kau menyadari berapa banyak kau menyendok makanan itu , apa kau kira mukutku sebesar itu aku bahkan tak bisa mengunyahnya ." Ucap Salsa


" mana ku tau , ku kura kau sanggup ." Ucap Ardan tanpa rasa bersalah sedikitpun


" huh ."


" sudah makanlah lagi , sudah ku kecilkan porsinya ." Ucap Ardan menyuapi Salsa dengan prosi sedikit demi sedikit , Salsa menurut setelah makanan nya habis Ardan memberikan Salsa air minum


" minumlah ." Ucap Ardan Salsa menerimanya dan meneguknya


" sekarang minum obatmu ." Ucap Ardan mengeluarkan beberapa pil obat


" hmm ." Salsa menerimanya dan segera menelannya lalu ia meneguk air lagi


" Terima kasih ." Ucap Salsa setelah selesai makan dan minum obat


" Iya ." Jawab Ardan


" Apa kau punya saudara ." Tanya Salsa


" Untuk apa kau bertanya ." Sorot mata tajam Ardan di tujukan pada Salsa


" aku kan ingin tau ." Ucap Salsa


" cari tahu sendiri ." Ketus pria itu


" iya iya. "


" Kak .." Panggil Salsa


" apa ."


" Bagaimana kelanjutan hubungan ini , jujur aku tak mau di jodohkan apalagi dengan orang asing dan menikah tanpa cinta itu menyakitkan ." Ucap Salsa ia menerawang jauh


" Aku juga tidak mau , tapi setelah kejadian yang menimpamu Ibuku memberikan kita kesempatan untuk berpendapat antara menerima atau tidak ." Ucap Ardan menjelaskan Salsa mengangguk


" lalu.. kamu menerima atau menolak ." Tamya Salsa penasaran


" aku menolaknya tapi aku belum mengatakan ini , aku akan mengatakannya setelah kau sembuh nanti dan masalah langsung bisa selesai tanpa harus banyak berdrama ." Ucap Ardan


" owhh.. baiklah aku akan segera sembuh dan menyelesaikan masalah ini setelah itua aku bisa hidup bebas ." Ucap Salsa ia sangat bahagia jika bisa hidup bebas seperti semula melakukan suatu hal tanpa perlu di awasi oleh siapapun dan tak ada yang melarangnya untuk melakukan itu , ia sangat merindukan masa masa itu

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2