Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 29


__ADS_3

Happy Reading


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Semuanya masih belum berakhir , masih dalam keadaan dan posisi yang sama , mungkin jika dalam dunia nyata ini sedikit tak masuk akal tapi ingatlah ini hanya kisah fiksi yang hanyalah cerita khayalan dan tak akan pernah terjadi


Aunty Sarah dan Uncle Jhon masih berusaha membujuk Irene untuk membuka pintu hingga pada akhirnya usaha mereka tak sia sia walaupun dengan terpaksa Irene tetap membuka pintunya


matanya sembab wajahnya pun masih di penuhi air mata


Tak ingin menyia nyiakan kesempatan Aunty Sarah segera memeluk putri kandungnya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang


" Maafkan Mommy sayang... maafkan Mommy yang telah menyakitimu dan tidak memperhatikan perasaanmu maafkan Mommy..Mommy janji akan selalu menjadikan kamu yang pertama di hidup Mommy ." Ucap Aunty Sarah sambil terisak ia memeluk erat putrinya


" Mommy sangat menyayangimu nak.. lebih dari apapun itu...kamu putri Mommy sayang ." Ucap Aunty Sarah lagi ia melepas pelukannya dan menghapus air mata Irene yang masih mengalir dari kedua kelopak matanya


" Maafkan Daddy juga nak..Daddy tidak bisa mengerti perasaanmu...Daddy sangat menyayangimu ." Ucap Uncle Jhon


" Maafkan kami nak..jangan marah lagi ya sayang ." Ucap Uncle Jhon ia dan Aunty Sarah memeluk Irene


" hiks...Mommy..Daddy ." Lirih Irene dan membalas pelukan kedua orang tuanya


" Maaf ya sayang ." Ucap Aunty Sarah , mereka melepas pelukannya tiba tiba wajah Irene berubah serius


" Kalau Mommy dan Daddy bebar benar menyayangiku , Momny dan Daddy harus bisa memilih antara aku dan Salsa siapa yang harus pergi ." Ucap Irene serius


" Ren..." Aunty dan Uncle Jhon terperanjat kaget mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh putri mereka ini , itu merupakan pilihan yang sangat sangat sulit bagi mereka karena bagaimana pun mereka sudah di beri amanah untuk menjaga Salsa sampai kapapun itu sungguh sulit bagi mereka jika harus membuat Salsa pergi tapi mereka juga tak bisa terus bermarahan dengan anaknya sendiri


Dilema itulah yang di rasakan Aunty Sarah dan Uncle Jhon


" Kenapa diem Mom..Dad.. jawab pertanyaanku sekarang kalau Mommy dan Salsa sayang sama aku ." Pinta Irene memandang kedua orang tuanya yang nampak mematung


" Sayang..kita benar benar manyayangimu ." Ucap Aunty Sarah lembut

__ADS_1


" Kalau memang itu benar pilih aku atau Salsa Mom ." Ucap Irene yang muka berkaca kaca


" Ren..Salsa itu adikmu bagaimana mungkin kita membuatnya pergi dari sini ." Ucap Uncle Jhon mencoba memberi pengertian kepada anaknya agar merubah pikirannya


" nggk bisa milih kan, itu berarti Mommy dan Daddy tidak benar benar menyayangiku , kalau begitu lebih baik aku yang pergi dari hidup kalian ." Ucap Irene , hujan juga masih belum reda Irene menuju lemarinya hendak mengemasi barang barangnya dengan sigap Uncle Jhon dan Aunty Sarah menahannya


" Irene Mommy mohon ." Ucap Aunty Sarah memohon


" Pilihannya hanya itu mom, di antara aku dan dia harus ada yang pergi ." Ucap Irene tegas


" Jangan..pergi..Kami memilihmu ." Ucap Aunty Sarah , untuk saat ini ia harus bisa membuat anaknya tenang dan bisa di atur masalah permintaan anaknya itu masih bisa di urus nanti


" Bagaimana Dad ?" Tanya Irene pada Daddynya , Uncle Jhon pun mengangguk dengan terpaksa saat ini ia tak bisa berfikir dengan cepat


" Ya sudah kalau begitu aku ingin Salsa pergi dari sini sekarang ." Ucap Irene tersenyum puas , Aunty Sarah dan Uncle Jhon terkjut


" Irene , Salsa sedang sakit ia belum bisa berjalan dengan lancar bagaimana mungkin kita membiarkan dia pergi sendirian ." Ucap Aunty Sarah


" Biarkan dia sembuh dulu Ren..dan kita membicarakan ini dengan baik baik ." Ucap Uncle Jhon


" oke lah , sekarang aku mau tidur Mommy dan Daddy silahkan keluar ." Ucap Irene , Uncle Jhon dan Aunty Sarah pun keluar dan merenungkan ini semua


Di dalam Kamar


Irene tersenyum bahagia jujur ia juga tak berniat mengusir Salsa sekarang mau bagaimanapun ia masih punya hati dan tak mungkin melakukan hal itu


Sekarang ia punya senjata untuk menggertak kedua orang tuanya agar tidak terlalu memberi perhatian lebih pada Salsa dan seluruh kasih sayang orang tuanya hanya untuknya 😈😈😈😈


" Nikmatnya ." Ucap Irene dan bergegas tidur tanpa cuci muka 🙊


... ... ...


Pagi Hari

__ADS_1


Di Kamar Salsa


Pagi hari Salsa terbangun ia segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri , hari ini ia bertekat untuk segera bisa berjalan maka dari itu ia kesana kemari tanpa memakai bantuan berjalan alias berjalan kaki meskipun sambil berpegangan tempok di sampingnya


setelah selesai ganti baju ia kembali teringat kejadian semalam yang mampu menbuatnya tak tenang semalaman


" aku harus cepet sembuh lalu pergi , aku nggk mau jadi perusak keluarga orang lagi , aku nggk mau punya musuh , ayo Salsa semangat. " Ucapnya menyemangati dirinya sendiri dengan senyuman yang merekah ia mulai berjalan mondar mandir di kamar untuk berlatih


sedikit demi sedikit tapi pasti ia sudah mulai sedikit bisa , hatinya senang dengan semangat Salsa terus berlatih hingga suara pintu membuat ia menghentikan aktivitasnya ia pun duduk di ranjang


" masuk ." Ucapnya


" permisi non.. ini sarapan dan obatnya ." Ucap sang Art


" oh makasih bik." Ucap Salsa tersenyum ramah


" kalau begitu saya permisi nona ." Ucap sang pembantu pamit undur diri dan segera keluar


Salsa melahap sarapannya karena kebetulan ia juga sudah lapar dan capek setelah makanan habis ia meminum obatnya


" mm..udah jam 8 ." Gumamnya ingin sekali ia keluar dan melihat suasana tapi kondisi tidak mendukung dirinya


" Ya udah deh nanti aja ." Ucapnya pasrah


.


.


.


.


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2