Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 78


__ADS_3

Pak Dio pun bergegas menuju ke dapur dan membawa kan air putih , ya di ruang kerja Ardan sedang tidak ada air minum


Saat hendak membuka pintu ruang kerja Pak Dio berpapasan dengan Yulia


"Untuk Tuan kan Pak ?" Tanya Yulia


" Iya ."


" Kalau begitu biar saya saja Pak ."Ucap Yulia menawarkan diri


" Tidak perlu Nona... anda sedang sibuk."Tolak Pak Dio yang tak mau mengganggu pekerjaan orang lain


"tidak apa apa Pak saya tidak sibuk ." Ucap Yulia menyakinkan Pak Dio


" Baiklah kalau begitu Nona ." Ucap Pak Dio menyerahkan nampan kepada Yulia


Yulia pun menerimanya dengan senang hati dan segera bergegas masuk ke dalam


Ardan tercenggang dan menahan kesal


" Kenapa kau yang membawanya !"Belum juga berkata Yulia sudah di semprot amukan oleh atasannya dan di berikan tatapan tajam


"M..maaf Tuan saya hanya membantu Pak Dio saja ." Ucap Yulia lembut dan melanjutkan langkahnya


" Ck...terserah kau saja ."Ucap Ardan ketus dan memalingkan pandangannya ke berkas berkas


Yulia tersenyum manis namun licik ia pun meletakkan nampan dan memegang tangan Ardan dengan lembut dan tatapan menggoda


Merasa di sentuh Ardan segera memghempaskan tangan Yulia dengan kasar


"Jaga kelakukanmu jika kau masih ingin bertahan." Ucap Ardan dengan nada dingin dan tatapan mata yang tajam


" Maaf Tuan ."Ucap Yulia menunduk dan memasang wajah memelas


" Saya tidak butuh maafmu , PERGI dari ruangan saya ." Ucap Ardan menahan amarah


" T..tapi Tuan .." Ucap Yulia memelas


" T.tuan liat saya Tuan saya menyukai anda Tuan saya tulus kepada anda , lihat saya Tuan apa kurangnya saya ." Ucap Yulia memegang tangan Ardan dan mendekatkan tubuhnya di tubuh Ardan


Geram nya tak main main Ardan bangkit dari duduknya dan menghempaskan Yulia dengan kasar hingga tersungkur ke lantai


" APA KAU INGIN MATI HAH !" Bentak Ardan emosi berani berani nya ada yang menyentuhnya sembarangan


" saya rela mati demi anda Tuan , saya tulus mencintai anda Tuan ."Ucap Yulia mengeluarkan air mata buaya nya dan memasang wajah tertindas , sungguh menyedihkan


" Ck...Saya paling tidak suka dengan wanita murahan yang mengemis ngemis cinta dan kau tau apa akibatany jika bermain main dengan saya ." Ardan berbicara dengan penuh penekanan akan akibat jika berani mengganggunya

__ADS_1


" S..saya tau tuan apa akibatnya tapi saya rela tuan saya rela melakukan apapun demi Tuan saya mencintai anda Tuan. " Ucap Yulia penuh drama ia bersujud di kaki Ardan berharap agar mendapat belas kasihan yang mana bisa melancarkan niatnya


"ck..menyusahkan , BERDIRI !" Ucap Ardan dengan tegas membuat Yulia terpaksa berdiri


Penampilannya acak acakan


"Kau tau ini dimana hmm 😏?" Tanya Ardan dengan dingin dan penuh penekanan


"Saya mencintai anda Tuan sangat sangat mencintai anda ." Ucap Yulia bukannya menjawab ucapan Ardan ia malah berkata lain dan memeluk Ardan dengan erat menempelkan tubuhnya di tubuh Ardan


"Enyahlah kau !" Bentak Ardan yang sudan tak tahan akan sikap Yulia yang kelewat batas


Ia pun menghempaskan tubuh Yulia hingga terpental ke tempok


"aws..." Pekik Yulia kesakitan ia tak menyangka jika Ardan akan semenyeramkan ini saat sedang marah


Ardan memanggil Pak Dio ke ruangannya


" Iya Tuan Ada apa ?"Tanya Pak Dio yang terkejut akan kondisi di ruangan itu apalagi melihat Yulia yang teraniaya


" Buat surat pemecatan kepada orang itu sang usir dia jauh jauh dari sini pastikan dia tidak di terima dimana pun itu ."Ucap Ardan sambil menahan amarah


"B.baik Tuan akan saya lakukan ." Ucap Pak Dio sedikit ketakutan saat melihat Tuannya marah


"Bawa orang itu pergi dari ruangan ku ." Ucap Ardan yang tak mau menyebutkan siapa yang ia maksud tapi Pak Dio telah paham


" SIALAN! "Umpat Ardan kesal ia pun memukul meja untuk melampiaskan kemarahannya


" Berani berani nya dia mengusikku apa dia pikir aku akan kasihan begitu!"Geram Ardan ketika mengingat kejadian tadi


Ia pun mendudukkan diri di kursi dan menyenderkan kepalnya guna menenangkan pikirannya sejenak


Sudah mendapat pekerjaan segunung di tambah masalah ini bikin pusing saja rasanya kepala nya ingin pecah jika mengingat semuanya 🤕


20 menit Kemudian


Ardan sudah tenang tapi malas untuk bekerja di tambah ruangannya belum di tata ulang karena kerusakan tadi


ceklek


Pintu terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu , Ardan hanya meliriknya sekilas karena sudah tau siapa yang datang


"OMG apa yang terjadi dengan ruangan ini 😱 kenapa seperti kapal pecah saja ck...ck..ck Kau sungguh tak menjaga kebersihan Hyung ." Ucap Daniel berdecak , ia pun pergi duduk di sofa


" ada masalah ?" Tanya Daniel saat melihat Ardan tengah tak bersemangat


"sedikit tadi ." Jawab Ardan singkat

__ADS_1


" Sedikit ? tapi sampai merusak ruangan ini ." Ucap Daniel tak percaya


" Hmm..."


" memang masalahnya apa ceritalah padaku Hyung..kali saja kau bisa tenang setelah bercerita ." Ucap Daniel


" ada kacang yang lupa kulitnya tadi , dia mencoba merayu ku ." Ucap Ardan singkat jelas dan padat


Daniel mengangguk paham


"ternyata masalah itu owh...." Ucap Daniel


"ternyata Hyungku banyak yang naksir juga ya pfftt.." Ucap Daniel menahan diri untuk tidak menertawakan Ardan


" Memangnya salah 😒, kau pikir diriku ini kau apa ! yang tak punya penggemar ." Ucap Ardan sinis dan meledek Daniel


" Hei! Apa kau kata begini begini aku lebih laku darimu tau !" Kesal Daniel tak terima di ejek


" iya akan laku jika di jual di pasar rosokan 😝 ." Ucap Ardan meledek Daniel lagi


" Hei! Jaga ucapan mu ya ." Ucap Daniel kesal


" Tapi yang ku katakan adalah benar ."Ucap Ardan tak mau kalah


" Aku akan membunuhmu 👿!" Ucap Daniel menatap Ardan dengan tatapan membunuh


"hupp 🙊." Ardan langsung diam dan memalingkan wajahnya ke arah lain


"bagus...anak manis 😎." Ucap Daniel tersenyum puas berhasil menutup mulut Ardan yang terlalu percaya diri itu saat berucap hanya dengan satu kalimat " aku akan membunuhmu "


Bwahahahaha menggelikan sekali seorang kakak takut dengan adiknya


***


Kini sang Office Boy tengah membereskan ruang kerja Ardan dengan sangat hati hati apalagi di situ terdapat dua Tuan Muda yang tengah menatapnya dengan tatapan yang tajam hingga bisa menembus jiwanya


Keringat dingin membasahi dahi mereka karena terlalu gugup dan merinding berada dalam satu ruang dengan orang yang dingin dan berbahaya


Setelah kurang lebih 15 menit ruangan kembali bersih dan rapi , terlalu lambat sebenarnya karena mereka di landa rasa takut jadi kinerjanya melamban membuat semuanya menjadi lama


Setelah menyelesaikan pekerjannya para office boy itu segera berlalu pergi dengan cepat karena tak tahan berada di dalam ruangan tersebut


Di luar ruangan mereka bernafas lega dan mengelus dada kemudian mereka kembali ke tempat mereka semulanya dan mengerjakan hal hal yang lain


.


****Bersambung

__ADS_1


Kejam sekali anda oppa 😷***


__ADS_2