
Setelah dari tempat tadi...Ardan dan Daniel mampir dahulu ke suatu tempat
" kapan kau akan membunuhnya ." Tanya Daniel pada Ardan
" lebih baik..sebelum kau membunuhnya..cari tahu apakah ada orang lain di belakangnya.."Imbuh Daniel waspada jika ada musuh lainnya yang akan muncul di masa mendatang
"itu pasti." Ucap Ardan yang masih geram..akan Yulia..
" biarkan dia..mati karena kesakitan dan membusuk ."Ucap Ardan
"owh.." Daniel mengangguk paham
"lalu..bagaimana dengan Irene ?" Tanya Daniel membuat Ardan terdiam langsung kemudian ia memalingkan wajahnya dan berkata
" apa urusanku...memangnya aku harus apa ?"Ucap Ardan dengan santainya
" Bertanggung jawab mungkin ."Jawab Daniel
" masalah rumor..dan berita berita angin..itu sudah ku selesaikan..jadi dia akan hidup seperti dahulu..."Ucap Ardan yang terlihat santai dalam mengucapannya
" apa kau tak berniat menikahinya., jika kedua orang tuanya tau ..mungkin mereka akan meminta pertanggung jawabanmu ."Ucap Daniel yang menerka nerka apa yang terjadi nantinya
"mereka tidak..akan berani melakukan itu ." Ucap Ardan
"kecuali jika..perempuan itu hamil..." Lanjut Ardan dalam hati...ia memang sedikit khawatir jika nantinya Irene hamil dan meminta ia menikahinya...sedangkan ia tak mau hal itu terjadi
"hmm..iya juga ya..ya sudah lah..terserah kau saja..." Ucap Daniel tak mau ambil pusing tentang masalah ini tapi satu yang ia khawatirnya jika hal ini akan mempengaruhi hubungannya dengan Salsa..bukankah itu kemungkinan besar yang akan terjadi ๐ถ
"hmm."
*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~
Beberapa Hari Kemudian
"huh..kau tak mau mengatakannya juga..." Ucap Daniel pada Yulia hari ini ia dan Ardan kembali kesitu
" Sepertinya hatimu...memang terbuat dari kotoran yang telah membusuk..."Ucap Daniel
" Sungguh sangat di sayangkan...raga ini harus di huni oleh dirimu yang begitu menjijikkan..."Ucap Daniel lagi
" Tapi apa boleh buat.. ..semua sudah terjadi ."๐ Ucap Daniel
srettt...
Sebuah goresan ia berikan pada wajah Yulia , kulit yang tadinya bersih kini telah berubah menjadi sangat kotor
goresan , pukulan dan bekas..buka ada dimana mana..darah pun berceceran dan sebagian telah mengering
Walaupun disiksa sampai mati pun ia tak kunjung memberi tahukan rencana nya , percuma ia berjuang sampai disini jika akhirnya akan mati sia sia
"Cih...๐Walaupun aku mati kalian tak akan pernah bisa tau..dan hidup kalian akan menderita ." Ucap Yulia dengan sinis
" Sepertinya kau memang tak pantas di kasihani ." Ucap Ardan mengeluarkan pistol dan siap menarik pelatuknya
"bunuh saja aku...karena itu akan sangat menyenangkan hahaha ." Ucap Yulia tertawa keras
__ADS_1
Geram dan tak tahap Ardan pun langsung menarik pelatuknya
dorrr...dorr
Dua kali tembakan dan melesat mengenai tubuh Yulia
Ardan tidak menembaknya di kepala atau di jantung tapi bagian yang lainnya
dorr...
Daniel pun menambahkan satu tembakan untuk Yulia
setelah menembak Yulia kedua pria itu pergi dan menyuruh anak buahnya memindahkan... Yulia yang masih setengah sadar ke kandang serigala
biarkan orang itu mati di makan hewan buas ๐ฑ
**
" Dasar perempuan iblis..." Umpat Ardan
" hmm...percuma..dia telah menyusun rencana dengan sangat matang dan mengunci rapat rapat rencananya tanpa sedikitpun membocorkannya ."Ucap Daniel
" Tapi setidaknya siksaan ini telah membayar sebagian ulahnya sendiri ."Ucap Ardan
" ya udah gue pulang duluan ."Ucap Daniel pamit pulang duluan ia ingin menemui kekasihnya karena sudah 4 Hari tidak bertemu karena ia sibuk dengan urusan pekerjaan dan tak sempat menemui gadis itu bahkan menghubunginya pun menjadi jarang karena jadwal yang padat
Daniel melajukan mobilnya menuju apartemen Salsa tak lupa ia mengganti baju dengan yang baru karena tadi sedikit terkena darah.
Setibanya di apartemen Salsa
" humm...lama sekali ."Gumam Daniel yang tak sabar
ceklek
Pintu pun terbuka
"Hubby ?"
" Honeeeeyy..." Daniel langsung memeluk Salsa dengan penuh kasih sayang
"ikh...baru dateng langsung asal peluk aja ." Ucap Salsa melepaskan pelukan Daniel
" hihi..maaf Honey...aku terlalu kangen sama kamu ." Ucap Daniel dengan eskpresi manja
" Humm๐."
" koq gitu sih ekspresinya kenapa sih..marah ya ." Tanya Daniel yang melihat Salsa terlihat aneh dan terkesan ada rasa kesal padanya
" menurut mu ?" Tanya Balik Salsa
" jan marah dong Honey kan aku sibuk...ini juga buat kepentingan kita ."Ucap Daniel mencoba memberi pengertian walaupun kadang marah tapi jika karena kesibukan pekerjaan jarang sekali Salsa marah seperti ini
" ngapain kesini ?!"Tanya Salsa
" koq di tanya ngapain kesini ya kan mau ketemu kamu Honey..."Ucap Daniel
__ADS_1
" ๐huh.."
" masuk dulu yuk ." Ajak Daniel merangkul Salsa masuk ke dalam
"eh ๐ฒ." Salsa terkejut akan tindakan Daniel
langkah Daniel terhenti kala melihat Irene ada di situ
๐ถ
" Hai ." Sapa Daniel
" emm..hai juga ." Jawab Irene sedikit kaku dan berjalan mundur tak mau menganggu
Daniel pun masa bodo dan fokus ke kekasihnya tapi...ia kembali fokus ke Irene saat perempuan itu tak sengaja menjatuhkan sebuah benda
Dari jauh benda itu telah terlihat dengan jelas dan Daniel tau apa itu
"Tunggu! "
"You..?????" Daniel menatap Irene seolah olah meminta pertanyaan..akan hal ini ia pun melepas rangkulannya
"em..."
" huh...eonnie mau ngecek apa ia lagi itu atau enggak ."Ucap Salsa menjawab tanpa di tanya
"owh... kenapa nggk di rumah sakit aja.. atau me periksa ?"Tanya Daniel yang begitu santai
" Enggak !" Jawab Irene spontan
"why?? yang lebih pasti aja ." Ucap Daniel
" Enggak mau ."Jawab Irene ia takut jika benar benar hamil , ini saja udah takut
" Tapi ke rumah sakit juga nggk papa kak ."Ucap Salsa
" Tapi..Sa.."
"tenang aja semuanya aman okay ." Ucap Daniel meyakinkan
" ya udah lah ." Ucap Irene pasrah
" nah good, amab koq karena ini menyangkut my ponakan ๐ ."Ucap Daniel
plakk...
Sebuah pukulan ringan Salsa berikan pada Daniel
"aws..sakit Honey ." Ucap Daniel mengelus tangannya
" Salsah siapa bahas ponakan ponakan...urus dulu situ punya abang..jangan bahas ponakan dulu ." Ketus Salsa
"iya iya..." Jawab Daniel kapok bilang itu lagi
*Bersambung
__ADS_1