Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 39


__ADS_3

" Owh.." Ardan pun mengambil makanan secukupnya begitupun dengan Salsa , suasana sedikit canggung karena ini merupakan hal yang pertama bagi mereka makan satu meja dengan lawan jenis dan hanya berdua saja di satu ruangan


Hening...


Keduanya sibuk dengan makanannya masing masing tapi Ardan sesekali mencuri pandang ke arah Salsa


" sejak kapan kamu bisa memasak?" Tanya Ardan


" Sejak umur 14 tahun ." Jawab Salsa


" oh ya kak... emangnya dari dulu perusahaan papa kerja sama dengan perusahaanmu ?" Tanya Salsa ia baru di beri tahu beberapa hari yang lalu jika selama ini perusahaan milik Ardan bekerja sama dengan perusahaannya


" iya , dari dulu dua perusahaan itu selalu bersama tapi setelah orang tuamu membangun kantor pusat di luar negri kedua perusahaan itu jarang bekerja sama ." Ucap Ardan menjelaskan


" 😯 ohh ."


" Hari ini kakak mau bahas hal tentang apa?" Tanya Salsa sambil menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya


" nanti kamu juga tau , setelah ini bersiaplah dan ikut aku ke kantor ." Ucap Ardan setelah selesai meneguk air minum


" hah...ke kantor apa aku harus ikut ?" Tanya Salsa yang tak mau pergi ke perusahaan


" Ini penting jadi kamu harus ikut ." Ucap Ardan


" ya sudahlah ." Pasrah Salsa


Setelah selesai sarapan Salsa membereskannya dan menuju kamarnya guna berganti pakaian dengan pakaian kerja yang ia punya , tak butuh waktu lama ia sudah siap dan kedua orang tersebut pun berangkat bersama menuju kantor Ardan


Beberapa Menit kemudian


Mereka tiba di perusahaan , Ardan dan Salsa turun dari mobil dan berjalan beriringan , terlihat para karyawan nampak tercenggang dan terheran heran akan siapa yang datang bersama boss nya


" Siapa perempuan itu kenapa bisa datang dengan Tuan Muda Ardan ?" Ucap si A


" eh tunggu bukankah dia model yang terkenal itu OMG 😱 , mereka saling mengenal dan nampak serasi sekali ." Ucap Si B membuat yang lainnya sadar siapa perempuan yang datang bersama boss mereka

__ADS_1


bisik bisik pun masih berlanjut hingga seseorang menegur mereka


" Hei..sedang apa kalian cepat kembali bekerja ." Tegur orang itu membuat yang lainnya diam seketika dan bubar


Salsa dan Ardan kini sudah tiba di ruangan Ardan


" Duduklah aku akan mengambil berkasnya dahulu ." Ucap Ardan mempersilahkan Salsa duduk dan Salsa pun mengangguk ia duduk di depan meja kerja Ardan


Terlihat Ardan mencari cari sesuatu dari sela sela berkas , cukup lama hingga pada akhirnya Ardan kembali dengan beberapa dokumen


Salsa diam dan memperhatikannya


" Ini berkas kerja sama antara perusahaan kita ." Ucap Ardan ia pun mulai menjelaskan satu persatu mengenai kerja sama yang akan terjalin antara keduanya


Salsa menyimaknya dengan tenang ia mendengarkannya dengan teliti dan memahaminya


Setelah menjelaskan panjang x lebar


" Bagaimana apa kamu paham ?" Tanya Ardan pada Salsa


Mau bagaimana pun Salsa jarang ikut turun tangan langsung di dalam perusahaannya bahkan tidak pernah sama sekali , ia hanya menerima laporan perusahaan setiap minggunya dari orang kepercayaannya yang menjaga kantor pusat perusahaannya yang berada di luar negeri


" Oke..jadi kapan rencananya ini akan di mulai ." Tanya Salsa setelah selesai membaca


" mungkin bulan depan tapi kamu tidak usah turun tangan langsung karena ini bisa di wakilkan , aku hanya butuh tanda tanganmu sebagai bukti persetujuan kerja sama ini ." Jelas Ardan


" syukurlah kalau gitu jadi kerjaanku nggk banyak." Ucap Salsa senang karena tidak memiliki beban terlalu banyak


" Tapi jika kamu ingin melihat kinerja karyawanmu bilanglah kepadaku ." Ucap Ardan , selain menjalin kerja sama dengan perusahaan milik keluarga Salsa Ardan juga di beri wewenang oleh Ibundanya untuk membantu Salsa mengelola perusahaan dan memastikan tidak ada kekacauan atau pengkhianatan karyawan


" Baiklah.." Ucap Salsa


" hmm ." Ardan beranjak menelefon Pak Dio untuk membawakan berkas penting yang di perlukan dan harus di tanda tangani Salsa


bisa di bilang ini kerja sama yang di lakukan secara informal tanpa harus meeting ini itu 😆

__ADS_1


Tak berselang lama Pak Dio datang membawa beberapa berkas ia pun segera menyerahkannya kemudian pamit lagi karena ada urusan


" Ini beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani ." Ucap Ardan menyerahkan beberapa berkas , Salsa menerimanya dan membacanya terlebih dahulu sebelum menandatangai


karena belum terbiasa maka kinerjanya masih lambat tidak seperti Ardan yang cepat


Sambil mengecek laporan Ardan melirik Salsa


" ternyata dia bisa terlihat dewasa jika sesang serius ." Batin Ardan dan segera mengalihkan pandangannya


Cukup lama waktu yang di butuhkan Salsa untuk mengerjakan semua tugasnya , setelah selesai ia merenggangkan otot ototnya dahulu


" Apa kamu haus ?" Tanya Ardan


" 😂 iya ." Ucap Salsa


" Tunggu sebentar ." Ardan menelefon seseorang tak lama kemudian seorang perempuan datang


" Iya ada apa Tuan ." Ucapnya membungkuk sopan


" Buatkan minuman untukku dan Nona Salsa ." Ucap Ardan dingin


" Baik Tuan , apa minuman yang anda inginkan nona ." Tanya nya pada Salsa dengan sopan


" jus jeruk saja ." Ucap Salsa


" Baik Nona Tuan saya permisi ." Ucapnya pamit ia sudah tau minuman apa yang Ardan inginkan


" istirahatlah jika kamu lelah ." Ucap Ardan


" Iya ." Ucap Salsa yang kini berpindah di sofa dan meluruskan kakinya karena pegal duduk terus


Ardan kembali fokus pada pekerjaannya yang selalu saja menumpuk walaupun di kerjakan setiap hari , perusahaannya ada dimana mana membuat ia harus memperhatikan kinerja karyawannya dengan begitu teliti karena takut ada kecurangan yang di lakukan diam diam oleh karyawannya


*Bersambung

__ADS_1


😴😴 author ngantuk guys 😪


__ADS_2