
Keesokan Harinya
Salsa hari ini tengah sibuk ia membersihkan seluruh bagian apartemennya hingga benar benar bersih dan rapi hal itu tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama
Salsa berjalan kesana kemari dan membersihkan semuanya setiap inci ruangan dengan teliti tanpa ada yang terlewati
Selang beberapa jam Salsa selesai membersihkannya saat ini Salsa tengah merenggangkan otot ototnya yang kaku dan pegal
" huh...akhirnya bersih juga nih apartemen , perasaan gue nggk jorok jorok amat tapi koq tempatnya kaya nggk di huni belasan tahun aja 😑 ." Ucap Salsa yang heran kenapa tempat tinggal nya ini begitu kotor sedangkan ia selalu mencoba menjaga kebersihan lingkungannya
" emm.. jadi keinget Aunty Sama Uncle deh udah lama nggk jenguk mereka apa nanti gue main ke sana aja kali ya ." Salsa berfikir memang ia sudah sangat lama tidak berkomunikasi dengan Uncle dan Auntynya semenjak ia pindah ke apartemen , walaupun dulu saat dia di Luar Negri ia juga jarang menghubungi Uncle dan Auntynya tapi itukan karena jarak jauh nah sekarang tinggal satu kota tapi nggk berkunjung
" ya udah deh nanti ke sana aja." Ucap Salsa memantapkan niatnya untuk pergi mengunjungi Aunty dan Uncle nya
Setelah itu Salsa memutuskan untuk membersihkan diri dari debu dan kotoran sehabis bersih bersih rumah yang kotor ini
Berbagai macam wangi wangian dan jenis perawatan lainnya sudah tercampur di dalam bathup yang berisi air tersebut
Salsa pun masuk ke dalam bathup dan berendam di dalamnya , ia menikmati detik detik berendamnya , aroma yang begitu wangi dan menenangkan dan membuat ia tenang
Cukup lama Salsa berendam di dalam air dan menikmati nikmatnya berendam hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri aktivitasnya lalu keluar dan melakukan ritual mandi selanjutnya
Beberapa menit kemudian Salsa selesai mandi ia juga sudah keluar dengan baju yang baru
Salsa pun duduk di kursi depan meja rias dan ia mulai mengeringkan rambutnya dan menyisirinya dan memolesnya sebuah crem perawatan di kukit wajahnya yang mulus
Setelah selesai Salsa pun duduk di ranjang ia mengambil ponselnya dan memainkannya
( maaf kalau cuma gini gini aja 😑)
Sore pun tiba
Salsa kini sudah siap pergi ke rumau Uncle Jhon ia pun mulai mengendarai mobilnya menuju rumah Uncle Jhon
Setelah menempuh beberapa waktu di perjalanan Salsa akhirnya tiba di rumah Uncle Jhon , terlihat mobil Uncle Jhon sudah terparkir rapi di garasi yang mana menandakan jika Uncle Jhon ada di rumah
Salsa memakirkan mobilnya dan keluar dari dalam mobil ia berjalan ke depan pintu dan mengetuk pintu
tok..tok...tok
" Permisiii ."Ucap Salsa tak butuh waktu lama pintu terbuka , seorang art membukakan pintu tersebut
" eh nona silahkan masuk non ."Ucapnya , Salsa mengangguk dan tersenyum tipis
__ADS_1
" Uncle sama Aunty ada di mana bi ." Tanya Salsa
" Tuan ada di ruang kerjanya non kalau Nyonya sepertinya ada di kamar dan Nona Irene sedang keluar ." Jelas sang Art , Salsa mengangguk ia pun masuk dan menuju kamar auntynya
tok...tok...tok
" Iya sebentar ." Ucap Aunty Sarah dari dalam membukakan pintu kamarnya
" 😱 Salsaaaa ." Pekik Aunty Sarah terkejut dan tak percaya lalu segera memeluk Salsa
" kenapa nggk bilang kalau kesini sih Sa." Ucap Aunty Sarah tersenyum senang
" maaf Aunty ." Ucap Salsa lembut
" Aunty gimana kabarnya maaf ya Salsa jarang hubungin Aunty ." Ucap Salsa
" Aunty baik sayang nggk papa koq nak ."/Ucap Aunty Sarah ia pun mengajak Salsa masuk dan keduanya duduk di ranjang mereka bercekeramah sebentar membahas hal apa saja anggap saja itu melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu
Beberapa saat kemudian..
"Salsa mau nemuin Uncle dulu ya Aunty ." Pamit Salsa
" Iya , Uncle mu pasti juga udah kangen sama kamu 😊." Ucap Aunty Sarah , Salsa pun mengangguk dan keluar lalu menuju ruang kerja Unclenya
"Siapa?" Tanya Uncle Jhon dari dalam
" Ini Salsa Uncle ." Jawab Salsa dari luar , mendengar itu Salsa Unvle Jhon segera menbukakan pintu sama seperti Aunty Sarah , Uncle Jhon langsung memeluk Salsa
Mereka mengorbol sekedar basa basi melepas rindu kemudian mereka duduk di kursi yang di sediakan di situ pintu pun tak lupa di tutup
" Perusahaan Uncle gimana ? lancar kan ?" Tanya Salsa
" Lancar nak sampai sekarang tidak ada kendala juga banyak sekali para insvestor yang mau menananmkan saham mereka di perusahaan Uncle , ini semua berkat bantuan dari Tuan Muda Ardan ." Ucap Uncle Jhon menjelaskan
" oh, jadi Kak Ardan juga bantuin perusahaan Uncle .' Ucap Salsa dan mengangguk paham
" iya nak ." Ucap Uncle Jhon
Mereka pun lanjut mengobrol berbagai hal entah hal bisnis atau pribadi yang jelas itu menyita waktu yang cukup lama
" Udah mulai petang Salsa pamit pulang dulu ya Uncle ." Ucap Salsa pamit undur diri , saat ini jam sudah menunjukkan pukul 5 sore
" lho nggk nginep aja Sa padahal baru sebentar lho ." Ucap Uncle Jhon
__ADS_1
" lain kali ya Uncle maaf ya ." Ucap Salsa sebenarnya ia tak enak hati tapi mau bagaimana lagi
" ya sudah kalau begitu hati hati ." Ucap Uncle Jhon
" Iya Uncle ." Ucap Salsa ia berpamitan pada Unclenya dan Auntynya lalu pergi meninggalkan rumah tersebut , Irene juga belum pulang ke rumah tersebut
Salsa melajukan mobilnya melewati jalan raya yang ramai karena banyaknya para pekerja yang pulang kerja membuat jalanan macet
"ish.macet lagi ." Dengus Salsa yang merasa bosan jika harus terjebak macet
30 menit berlalu akhirnya para kendaraan bisa beroperasi dengan lancar walaupun tetap saja harus pelan pelan
" udah mau jam 6 mampir ke resto kali ya ." Ucap Salsa memilah milah dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke resto terdekat
lampu kerlap kerlip nampak menghiasi jalanan di malam ini
Salsa memakirkan mobilnya di salah satu tempat makan ia pun keluar dan mencari tempat duduk namun pandangannya tak sengaja menangkap seseorang yang tak asing baginya
" kaya kak Ar, baru selesai meeting kah tapi koq pakai baju santai ." Gumam Salsa ia memperhatikan pria itu
bruk..
seseorang tanpa sengaja menabrak Salsa membuat Salsa kaget untung ia bisa jaga keseimbangan
" maaf nona ." Ucap sang waiters merasa bersalah karena telah menabrak salah satu pengunjung di tempat ia bekerja
" tidak apa apa ." Ucap Salsa , hal itu membuat beberapa orang menoleh termaksud pria tadi
" Sekali lagi saya minta maaf nona ." Ucap sang waiters benar benar tulus campur takut
" tidak masalah ini hanya hal sepele toh saya tidak terluka ." Ucap Salsa tersenyun dan menenangkan sang waiters perempuan itu
" Sa." Panggil seseorang membuat Salsa menolah dan ya dia adalah pria tadi yang tak lain adalah Ardan
" Kamu nggk papa ."Tanya Ardan
" eh.. nggk papa koq kak ." Ucap Salsa sedikit kaget akan keberadaan Ardan
" Kamu bisa pergi ." Ucap Salsa pada sang waiters sang pelayan itu segera pergi dengan sopan
.
.
__ADS_1
*Bersambung