Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 40


__ADS_3

yuhuu dah episode 40 lho guys next ya 😚


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


" Baik Nona Tuan saya permisi ." Ucapnya pamit ia sudah tau minuman apa yang Ardan inginkan


" istirahatlah jika kamu lelah ." Ucap Ardan


" Iya ." Ucap Salsa yang kini berpindah di sofa dan meluruskan kakinya karena pegal duduk terus


Ardan kembali fokus pada pekerjaannya yang selalu saja menumpuk walaupun di kerjakan setiap hari , perusahaannya ada dimana mana membuat ia harus memperhatikan kinerja karyawannya dengan begitu teliti karena takut ada kecurangan yang di lakukan diam diam oleh karyawannya


Salsa memilih bermain handphone nya dan mencari kesibukan sendiri sedangkan Ardan sibuk bekerja


Beberapa menit kemudian


tok...tok..tok


Pintu terketuk dan terbuka terlihat orang tadi masuk dengan nampan berisi minuman .


" Ini nona minumannya ." Ucapnya dengan sopan dan meletakkannya di depan Salsa..


" terima kasih ." Ucap Salsa


" iya nona , dan ini untuk anda Tuan .' Ucapnya kini giliran memberikan minuman untuk Ardan


"hmm ."


" Apa ada yang di butuhkan lagi Tuan Nona ? " Tanyanya


" tidak ada keluarlah ." Ucap Ardan dingin 😐


Orang itu mangangguk dan membungkuk hormat sebelum berlalu pergi meninggalkan ruangan Ardan


" Jika kamu mengantuk tidurnya di ruangan di sampingmu ." Ucap Ardan


" owh oke ." Ucap Salsa tapi karena ia tak mengantuk maka Salsa pun memilih bermain handphone sambil sesekali bekerja


Ia melihat lihat lowongan kerja yang sedang mencari karyawan di dalam bidang yang Salsa tekuni


" aish gk ada yang cocok ." Batinnya mendengus kesal ia pun meminum minumannya


rasa segar dari minuman tersebut membuatnya sedikit tenang tapi ada yang aneh


" emmm kenapa rasanya berbeda dari yang biasanya ." Batin Salsa yang sedikit heran ia pun melihat minumannya dan memperhatikannya intens

__ADS_1


" seperti ada rasa..🤔." Salsa masih berfikir keras untuk menemukan jawabannya , Ardan tak menyadari karena fokus ke pekerjaannya


Salsa pun meneguknya lagi sambil merasakannya 😰


" Ini..astaga kenapa bisa jadi ini ." Gumam Salsa yang sudah tau rasa aneh yang ia rasakan


" Mampus...bagaimana ini ." Batinnya panik karena panik gelas yang masih ia pegangpun tanpa sengaja terjatu


pranggg...


Terkejut..


Ardan segera menoleh ke sumber suara ia pun berdiri dan menghampiri Salsa


" Kamu..kenapa... bagaimana bisa kamu menjatuhkan gelasnya ?" Tanya Ardan ia memperhatikan jika Salsa baik baik saja


" Maaf aku tidak sengaja ." Ucap Salsa


" hmm..tapi...kenapa wajahmu menjadi pucat apa kamu sakit ?" Tanya Ardan cemas , Salsa menggeleng


" tidak...aku..ti..." Belum selesai bicara Salsa langsung menuju kamar mandi karena perutnya terasa mual , Ardan panik ia menghampiri Salsa


" Kamu kenapa Sa.." Tanya Ardan cemas terlihat dengan jelas wajah Salsa berubah pucat dalam waktu singkat


" aghhh dadaku sakit.." Rintih Salsa yang memegangi dadanya yang tiba tiba sakit , kepalanya juga berkunang kunang


tapi belum sampai di tempat nya tiba tiba hidung Salsa mengeluarkan darah


" awsss...sakitt..kak." Rintih Salsa sambil memegangi dadanya


" Bertahanlah ." Karena tak mau membunag banyak waktu Ardan menggendong Salsa dan meletakkannya di ranjang lalu ia dengan sigap menelefon seseorang


" bertahanlah Sa. " Ucap Ardan yang gelisah melijat gelaja yang Salsa alami ia sudah menduga apa yang terjadi tapi sekarang bukan waktunya untuk mengurus hal itu ia harus mengutamakan keselamatan Salsa


Tak butuh waktu lama


Pintu di buka dengan paksa dan datanglah seorang dokter yang tak lain adalah Daniel terlihat pria itu juga cemas


Karena tak kuasa menahan sakit Salsa jatuh pingsan sebelum Daniel datang , Daniel pun dengan sigap segera melakukan pertolongan pertama


Ardan menunggu di samping Salsa


Setelah cukup lama dan keadaan Salsa cukup stabil , Daniel dan Ardan menbiarkan Salsa istirahat sendiri


" Apa kau..bodoh hah sudah tau dia tidak bisa mengonsumsi itu tapi tetap saja kau berikan ." Omel Daniel yang memarahi Ardan habis habisan

__ADS_1


" Diamlah... gue juga nggk tau kalau dia tadi minum itu..." Ucap Ardan yang ikut tersulut emosi


" Terserah yang jelas ini salah lo karena udah bikin dia kaya gitu untung gk parah kalau parah gimana ?" 😡 Ucap Daniel menatap tajam Ardan


" Nggk usah marah marah juga kali...namanya juga nggk tau dan gue nggk sebodoh lo ya tadi udah jelas jelas dia minta minum jus jeruk tapi nggk ada yang tau kalau itu minuman bukan jus jeruk , trus apa itu salah gue 😒." Kesal Ardan yang juga menatap tajam Daniel


" Tetep aja hal ini terjadi disini jadi lo yang salah." Ucap Daniel tak mau dibantah


" Terserah lo deh capek gue ngomong sama lo .' Ucap Ardan


" 😒."


"😒."


" kapan dia sadar ?" Tanya Ardan yang kini membahas tentang keadaan Salsa


" nggk tau belum pasti ." Ucap Daniel


" Apa perlu di bawa ke rumah sakit?" Tanya Ardan lagi


" kalau sakitnya hari ini masih sakit banget lebih baik di bawa tapi kalau udah nggk sakit gk usah ke rumah sakit ." Ucap Daniel menjelaskan


"hmm ."


" Gue balik dulu kabarin infonya kalau dia udah sadar ." Ucap Daniel berlalu pergi , Ardan cuek memudian ia menelefon seseoramg


tak butuh waktu lama orang tadi yang di suruh buatin minuman datang


brakkkk


Ardan memggebrak meja , terlihat jelas guratan kemarah di wajahnya


" Apa kamu sudah bosan hidup hah...!" Bentak Ardan


" Apa kamu ingin membunuh atasanmu." Geram Ardan


" M..aaaf Tuan..sa..ya tidak tau jika minuman itu tertukar ." Ucapnya gemeteran karena takut akan amarah Ardan


" Maafmu tidak berguna , baru seminggu masuk kerja saja sudah membuat onar bagaimana jika sebulan !" Ucap Ardan dengan penuh amarah


" Sekali lagi saya minta maaf Tuan ." Ucapnya menunduk dan mengantupkan kedua tangannya


" Pergi...kali ini kamu saya beri kesempatan tapi jika lain kali .😡" Ardan menatap tajam orang itu , setelah mendapat maaf orang itu langsung pergi karena sayang nyawa


.

__ADS_1


*Bersambung


😭 maaf ya readers kalau ceritanya gaje banget ini cuma halusinasi author aja 😭🙏


__ADS_2