Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 31


__ADS_3

Morning day🌹


Di Apartemen Salsa


Salsa baru saja bangun tidur ia pun bergegas pergi membasuh muka dan mandi lalu berganti pakaian


Ia melakukan rutinitas perawatannya yang selalu ia lakukan dulu , setelah selesai ia pun duduk santai di sofa sambil menatap kekuar jendela menikmati pemandangan pagi dari lantai atas di temani secangkir teh dan beberapa potong kue


Cuaca pagi ini sangat cerah dan Indah dari pemandangan lantai atas ia bisa melihat awan yang cerah dan juga sesuatu yang ada di bawah


Sedangkan Keadaan di Rumah Uncle Jhon


Mereka tengah melakukan sarapan pagi dengan tenang dan damai


setelah selesai sarapan Aunty Sarah bersiap pergi ke apartemen Salsa sendiri karena suaminya harus bekerja dan Irene tak mau di ajak jadi ia berangkat sendiri


Saat semuanya hendak berangkat terdengar suara bel berbunyi


" Siapa ya datang pagi pagi ." Tanya Aunty Sarah


" Nggk tau Mom ." Jawab Uncle Jhon , Aunty Sarah pun membuka pintu


ceklek


eh.


" Tuan Muda ." Kaget Aunty Sarah saat melihat keberadaan Ardan di depan pintu , pria itu tersenyum tipis


" Eh mari masuk Tuan ." Ucap Aunty Sarah mempersilahkan Ardan untuk masuk , Ardan mengangguk dan masuk ke dalam rumah


Melihat siapa yang datang Uncle Jhon langsung menyapa Ardan dengan hormat


" Selamat Pagi Tuan Muda , kenapa pagi sekali sudah datang kemari apa ada sesuatu ?" Tanya Uncle Jhon setelah mempersilahkan Ardan untuk duduk


" Saya ingin menemui Nona Salsa ." Ucap Ardan


" Dimana dia sekarang ." Tanya Ardan


" mmm.itu Tuan Muda Salsa sekarang sudah pindah ke apartemen nya ." Ucap Aunty Sarah


" Pindah?" Ardan nampak heran


" Apa dia sudah sembuh ?" Tanya Ardan karena memang ia belum tahu jika Salsa sudah sembuh


" Sudah Tuan ." Jawab Uncle Jhon

__ADS_1


" Kenapa dia pindah dan dengan siapa dia pindah ?" Tanya Ardan dengan nada dingin


" Dia pindah sendiri Tuan dan kami tidak tau mengapa ia pindah ." Jawab Aunty Sarah


" hah..Tidak bisakah kalian menahannya agar tidak pindah , apa kalian tidak takut terjadi sesuatu dengannya ." Ucap Ardan kesal


" Maaf Tuan ." Lirih Aunty Sarah


" Dimana ia tinggal ." Tanya Ardan berdiri dari duduknya


" Apartemen 123 lantai 8 kamar nomor 111 ." Ucap Aunty menyembutkan nama apartemen dan nomor kamar milik Salsa


" hmm , permisi ." Ucap Ardan segera berbalik badan dan pergi dari situ ia pun mengendarai mobilnya menuju apartemen dimana Salsa tinggal sekarang


Karena kedatangan Ardan Aunty Sarah tak jadi menemui Salsa


...


Setibanya di Apartemen 123


Ardan segera menuju kamar Salsa , sampai di depan pintu ia segera memencet bel yang di sediakan


ting...tong


Salsa yang sedang menikmati teh nya pun menghentikan aktivitasnyai karena mendengar suara bel berbunyi ia pun bergegas membuka pintu


ceklek


Pintu kini terbuka dengan lebar


" 😲 Kak Ar ." Ucap Salsa tak percaya jika yang datang adalah Ardan


" Bisakah aku masuk ." Tanya Ardan , Salsa pun tersadar dan segera mempersilahkan Ardan masuk tak lupa ia menutup pintu


" Ngapain kesini dan tau darimana kalau aku tinggal di sini ." Tanya Salsa langsung to the point


" Apa begini sikapmu saat ramu baru saja masuk ." Ucap Ardan


" Serah aku dong ." Ketus Salsa


" Yayaya terserah ." Ucap Ardan ia tak ingin adu argument dengan perempuan itu


" Sejak kapan kamu sembuh ." Tanya Ardan


" Udah lama , udah ada berjam jam ." Jawab Salsa yang membuat Ardan kesal

__ADS_1


" Kenapa kamu pindah kesini apa mereka mengusirmu atau apa ." Tanya Ardan lagi


" Lagi pengen bebas aja emangnya kenapa ."


" Tidak ada hanya bertanya ." Jawab Ardan memasang wajah datar


" Besok aku akan datang lagi dan kita pergi keluar ." Ucap Ardan memberi tahu dengan nada perintah yang mana tidak dapat di tolak


" Mau ngapain , ogah ah kak males ." Ucap Salsa menolak ajakan Ardan


" Mau tidak mau kamu harus mengikuti perintahku ." Jawab Ardan santai


" haish iya , jam berapa ." Tanya Salsa pasrah ia nampak masam


" jam 8 ." Singkat Ardan


" oke jangan lupa di jemput ." Ucap Salsa


" hmm ."


" berapa nomor ponselmu ." Tanya Ardan


" emang kakak nggk tau ." Tanya Salsa


" nggk ku simpan ." Ucap Ardan judes


" mana ." Meminta hp Ardan dan Ardan pun menyerahkannya , Salsa mengetik beberapa digit angka lalu memberikamnya kepada Ardan


setelah saling bertukar nomor Ardan pun pamit untuk pulang dan kembali bekerja , setelah kepergian Ardan Salsa bersiap untuk membeli sarapan karena ia belum makan pagi


Ia pun bersiap dan mengambil tas kecilnya lalu keluar dari apartemennya menuju lantai dasar dan pergi ke cafe terdekat yang letaknya hanya beberapa meter saja


Ia berjalan dengan santai dan memasuki cafe lalu masuk ke dalamnya dan duduk di bangku yang kosong


di lihatnya buku menu di depannya , ia memilih menu makanan yang akan ia pesan setelah menemukan yang pas ia memanggil sang pelayan dan menyembutkan makanan yang ia pesan setelah itu sang pelayan mencatatnya dan pergi untuk menyampaikan pesannya


Beberapa menit kemudian pesanannya datang dengan antusias Salsa menyambutnya dan segera memakannya dengan lahap tapi tetap sopan


Sudah sangat lama sekali ia tidak memakai makanan sejenis ini dan ia sangat merindukannya makanan favoritnya dulu semasa di luar negri


Ia menikmatinya dengan begitu hikmad dan tenang merasakan setiap gigitan yang begitu memanjakan lidahnya


Setelah menghabiskan seluruh makanan yang ia pesan , Salsa pun membayarnya ia belum beranjak dari Cafe setelah membayar karena masih ingin di situ , suasana Cafe yang nyaman dan tenang menbuat ia betah di situ


.

__ADS_1


*Bersambung


like komen , vote , gift dan share ya


__ADS_2