
Happy Reading readers jangan lupa like nya ya dan juga komen ,vote and gift π
ππππππππππππππ
Selesai dari Cafe Salsa meminta di antar pulang semasa perjalanan ia hanya diam dan bersikap cuek bagaimana tidak secara tidak langsung tadi perkataan Daniel saat di Cafe telah menyinggungnya
Jadilah kekasihku maka kamu akan bahagia dengan seribu kemewahan yang ada dan juga fasilitas yang lengkap tugasmu hanya satu menjaga namaku agar tidak pernah tersisihkan di hatimu
Walaupun kata itu di ucapkan dengan manis tapi tetap saja itu melukai harga diri Salsa sebagai perempuan , memangnya ia perempuan macam apa π£ yang hanya memanfaatkan kekayaan seorang pria demi kesenangannya sscara tidak langsung juga kalimat itu mengatakan jika ia telah menjual dirinya
" apa aku serendah itu baginya hingga dia bisa mengucapkan kalimat itu dengan begitu mudahnya dan percaya diriπ." Batin Salsa menggerutu kesal , ia pun bersikap cuek pada Daniel dan tidak terlalu menganggap keberadaan pria itu
Sedangkan Daniel diam diam memperhatikan Salsa ia bingung ada apa dengan perempuan itu masa ngambek
" Sa." Panggil Daniel yang tak tahan mendapat sikap cuek dari Salsa
"hmm ." Salsa menyautinya dengan deheman tanpa menatap Daniel ia malah menatap luar jendela
" koq gitu sih , kamu kenapa marah? marah karena apa? aku ada salah sama kamu ?" Tanya Daniel lembut
"pikir aja sendiri !" Ketus Salsa
" Mana aku bisa tau Sa kalau kamu nggk bilang apa salah aku ." Ucap Daniel π
" Ya di cari tau lah , jangan cuma ngomong doang tanpa di saring ." Ketus Salsa kesal
" π© haish ya sudahlah ." Ucap Daniel pasrah bicara dengan perempuan yang sedang ngambek itu pasti susah
" perempuan memang aneh kenapa gue terjebak sih di situasi ini ." π₯ Batin Daniel mengeluh dalam hati
Setelah menempuh beberapa waktu di dalam perjalanan kini mereka sudah sampai di apartemen Salsa
" Mampir nggk ?" Tanya Salsa masih dengan wajah tak bersahabat
" nggk usah , byee selamat istirahat ." Ucap Daniel berlalu pergi begitupun dengan Salsa yang langsung menuju kamarnya
Ia melempar tasnya dengan kasar dan duduk di ranjang dengan kasar pula wajahnya di tekut dan cemberut π£
" Dasar nyebelin , seenaknya sendiri nggk ngertiin perasaan orang , emang ya cowok dingin itu nggk peka ." Gerutu Salsa sambil meremas gulingnya untuk melampiaskan kekesalannya saat ini
__ADS_1
" ikhhh....dasar huh ." Kesal Salsa dan langsung merebahkan dirinya di ranjang ia memeluk gulingnya erat tanpa melepas sepatu terlebih dahulu
" Bobok aja deh berharap saat membuka mata raja yang kejan telah musnah ." Ucap Salsa dan memejamkan matanya lalu terlelap π΄π΄
.. .... .... ....
Hari cuti atau tidak itu sama saja bagi Ardan karena ia akan tetap bekerja dan bekerja siang malam tanpa kenal waktu
Seperti sore ini Ardan tengah bekerja bedanya hari ini ia bekerja dari rumah tidak di kantor seperti biasanya jika bekerja
Ardan tengah mengurusi beberapa masalah yang terjadi di cabang kantornya di kota lain
" hmm .." Ardan berfikir apa penyebab perkembangnya pertumbuhan cabang perusahaannya begitu lambat tidak seperti yang lainnya
Ia kembali membaca seluruh dokumen yang ia terima dengan teliti dan menyalinnya satu persatu dan mengamatinya hingga ia bisa menemukan solusinya
Setelah cukup lama menganalisis data yang ada akhirnya Ardan berhasil memecahkan masalahnya dengan sempurna
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannnya Ardan merenggangkan otot otot tangannya yang pegal , sejenak ia teringat sesuai kemudian Ardan mengambil ponselnya dan menekan sebuah nomor
Tak butuh waktu lama panggilannya sudah tersambung
" gue denger-denger ada penangkapan di Apartemen 123 itu ulah lo ?" Tanya Ardan langsung to the point
"hmm ." Jawab si lawan bicara
" Hah..serius, perasaan lo nggk petnah buat kegaduhan kaya gini deh masa cuma nangkep buronan gitu aja sampai masuk ke berita terkini π." Ucap Ardan menertawakan si lawan bicara
"B4angs4t diem lo , belum ngrasain nggk usah ngejek ." Kesal si lawna bicara
" dih siapa juga kali yang ngejek lo Niel gue kan cuma bilang faktanya aja ." Ucap Ardan dan ya yang ia telefon adalah Daniel.
Penangkapan yang di lakukan di Apartemen 123 adalah salah satu misi Daniel yang sedang melakukan penangkapan namun saat itu Daniel hanya memerintah karena boss nya dan 99% tanggung jawab hal itu ia serahkan pada anak buahnya karena ia yakin jika anak buahnya sanggup melaksanakan itu
Tapi siapa sangka jika bisa jadi heboh begini π
" Bodo amat nyesel gue angkat telefon dari lo ." Ucap Daniel kesal
" Nggk ada gunanya ." Ucap Daniel dan segera memutuskan sambungan telefon secara sepihak
__ADS_1
Ardan tertawa puas melihat Daniel yang kesal dan marah mengejek Daniel adalah hal yang menyenangkan baginya apalagi jika melihat wajah kesal Daniel
.... ....
...Malam Hari...
Siang kini telah berganti malam , udara terasa begitu dingin dan menusuk kulit , Salsa duduk sendirian di balkon kamarnya dengan memakai piyama tidur
walaupun udara malam ini dingin tapi itu tidak akan bisa menahan Salsa untuk tetap duduk di luar kamar
semilir angin malam begitu terasa dan menerpa tubuh Salsa , rambutnya yang ia biarkan terurai nampak berantakan karena terkena hembusan angin di malam ini
Salsa duduk dan menatap langit yang gelap , ribuan bintang nampak bertaburan di langit dan juga sang rembulan yang terlihat di tengah tengah ribuan bintang bersinar dengan terang dan menerangi malam ini
Di antara ribuan bintang tentu ada yang paling terang dan Salsa melihatnya , satu bintang yang terlihat begitu terang namun berada jauh dari gerombolan bintang yang lain
" Bintang itu terang bahkan sangat terang dan indah namun ia sendirian dan berjauhan dari yang lain ." Ucap Salsa menatap bintang tersebut
" Jika ia ada di tengah tengah para bintang maka bintang bintang yang redup tidak akan terlihat karena sinarnya yang begitu terang sehingga dirinya lebih memilih menjauh agar dapat memberi celah bagi yang lain untuk terlihat π." Ucap Salsa mengartikan keadaan yang ada versi dirinya
Sungguh menikmati indahnya malam sambil mengamati para bintang sangatlah nyaman dan tenang , hatinya menjadi tenang dan damai tanpa beban sama sekali semua masalah terlupakan begitu saja pada malam ini hanya karena bintang semata
π
Cukup lama Salsa berada di luar akhirnya ia memutuskan masuk ke dalam karena udara nya semakin dingin dan ia tidak tahan maka Salsa memilih untuk masuk ke dalam
Malam sudah semakin larut dan rasa kantuk pun mulai menyerang sehingga Salsa memutuskan untuk tidur saja dan memgistirahatkan tubuhnya agar besok bisa bangun dengan segar dan tidak lesu
Salsa menarik selimutnya sampai hanya memperlihatkan kepalanya saja ia pun memejamkan matanya tenang perlahan lahan Salsa mulai terlelap dan masuk ke dalam alam mimpi
*Bersambung
Tuan Mark π
Hiks..author mau ngasih visualnya lupa lupa mulu , btw ganteng ya visualnya π
__ADS_1