
Ardan merupakan seseorang yang di jodohkan dengan Salsa oleh ibundanya, ia seorang pria muda mapan dan tampan kini ia menjabat sebagai CEO di perusahaan mendiang Ayahnya
Ardan terpaksa menerima perjodohan ini karena ibundanya mengancamnya dengan suatu hal yang paling ia takuti membuat Ardan harus menuruti perintah ibunya
Walaupun ia tak suka akan mamanya dan tak tinggal serumah dengan mamanya tapi ia tetap menghormati mamanya
.
Ardan seseorang pria yang gila kerja , hampir seluruh waktunya di habiskan dengan bekerja dan bekerja tak ada waktunya untuk bersantai apalagi membahas hal berbau asmara
Ia memang orang yang super sibuk sangat sulir untuk meminta waktunya walaupun hanya sebentar
Namun jika kepada orang yang special baginya maka ia akan meluangkan waktunya untuk orang tersebut
...... .......
Kembali ke cerita
Tak terasa malam telah tiba
" Apa Daddy sudah menghubungi Irene ." Tanya Aunty Sarah pada suaminya
" sudah mom , lalu bagaimana apa Mommy akan menginap disini ." Tanya Uncle Jhon
" Sepertinya begitu Dad , mommy tak tega meninggalkan Salsa sendirian ." Ucap Aunty Sarah sendu
" Ya sudah kalau begitu ." Ucap Uncle Jhon ia mengerti perasaan istrinya itu
Aunty Sarah memandang Salsa dari luar banyak sekali alat alat medis yang menempel di tubuh Salsa
Aunty Sarah menatapnya sendu matanya berkaca kaca
" Permisi ." Ucap Seseorang yang mampu memgalihkan pandangan Aunty Sarah dan Uncle Jhon
" Apa benar dengan Tuan Jhon dan Nyonya Sarah." Ucapnya memastikan
" iya benar ada apa ya ." Tanya Aunty Sarah
" Jika Tuan dan Nyonya hendak menginap kami pihak rumah sakit telah menyiapkan ruang khusus untuk Tuan dan Nyonya istirahat ." Ucapnya
" ini perintah dari Nyonya Besar." Lanjutnya lagi membuat Aunty Sarah paham
" Terima kasih ."
" Ruangannya ada di sebelah sini Tuan Nyonya ." Jelasnya menunjukkan letak ruangan tersebut yang berada tak jauh dari ruang inap Salsa
Setelah menyampaikan tugasnya petugas itu pun pergi kembali ke tempatnya
__ADS_1
Karena hari sudah malam Aunty Sarah dan Uncle Jhon pun bergegas tidur
Hari ini merupakan hari yang sangat panjang bagi mereka
🌜🌜🌜🌜🌜🌜
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
Pagi pun menyapa
Di tempat Irene
Gadis itu kesepian karena orang tuanya pergi menemani Salsa dan ia di tinggal di rumah sendirian
Kesal itulah yang ia rasakan tapi dengan terpaksa ia membiarkan rasa kesal itu tak terlampiaskan karena kondisi
kini ia tengah sarapan sendirian
" Hah ." Irene menghela nafas ia tak bernafsu makan lagi , mau ke rumah sakit tapi gengsi sedangkan kalau di rumah bete
Membingungkan
" eh bentar kira kira orang yang di jodohin sama Salsa kaya apa ya , kalau di liat liat dia orang penting deh ." Gumam Irene berfikir
" Kata mommy ama Daddy dia orangnya tampan , baik , kaya dan bertanggung jawab , itukan pria idaman banget tapi koq Salsa nggk mau ya , apa jangan jangan dia Gay ish tapi nggk mungkin di liat dari bodynya aja keren banget hmm." Irene berbicara pada dirinya sendiri ia tengah kepo dengan pria yang di jodohkan dengan adik angkatnya itu
" gue harus bersikap seanggun anggun nya ." Ucap Irene bersemangat 🤖🤖🤖
Setelah itu Irene memutuskan untuk ke rumah sakit nanti siang dan pasti dengan tujuan ingin tau bagaimana wajah orang yang di jodohkan dengan Salsa
. .
Di rumah sakit
Dokter Daniel melakukan pemeriksaam terhadap Salsa pagi ini ia mengecek apakah ada perubahan atau tidak
namun ternyata tidak ada perubahan masih sama seperti kemarin
" Perempuan yang manis ." Gumam Daniel memandang wajah pucat Salsa
" Cepatlah sembuh agar keluargamu tak khawatir juga aku tak harus merawat pasien wanita ." Gumam Daniel lagi
Setelah melakukan pemeriksaan ia keluar dari ruangan
" Bagaimana dok keadaannya apa ada kemajuan ." Tanya Uncle Jhon
" untuk saat ini masih sama Tuan , bersabarlah dan berdoalah agar ia cepat sadar ." Ucap Daniel
__ADS_1
" Baik Dok ."
" kalau negitu saya permisi dahulu ." Ucap Daniel pamir undur diri ia melangkah pergi dari tempat itu di ikuti asisten lribadinya di rumah sakit
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 10 siang
Seseorang datang ke arah ruang inap Salsa
" Permisi ." Ucapnya
" Tuan Muda ." Pekik Aunty Sarah dan Uncle Jhon lirih mereka tak menyangka Tuan Muda Ardan akan datang kemari
" Bagaimana Keadaannya." Tanya Ardan
" Salsa masih belum sadarkan diri Tuan muda ." Ucap Uncle Jhon
" oh saya turut berduka cita semoga ia bisa segera sadar ." Ucap Ardan tulus
" Amin , terima kasih anda sudah menyempatkan waktunya untuk kemari Tuan." Ucap Aunty Sarah
" Itu sudah kewajibanku ." Ucap Ardan
Mereka sedikit mengobrol ringan tentu saja Ardan yang memulai nya Uncle Jhon dan Aunty Sarah mana berani
" Saya ada urusan setelah ini , semoga dia segera pulih seperti semula kalau begitu saya pmit ." Ucap Ardan pamit pulang
" Iya Tuan terima kasih atas kunjungannya ." Ucap Uncle Jhon
Ardan memgangguk dan tersenyum dari balik tembok terdapat Irene yang mengintip ia tak berani muncul dan memilih melihat dari kejauhan
" Astaga dia sangat sempurna bagaikan seorang malaikat ." Ucap Irene terpesona akan Ardan
" Hehe kalau perjodohan mereka batal maka aku akan berusaha mendapatkanmu dengan cara halus ." Gumam Irene bertekat dalam hati ia akan berusaha mendapatkan hati seorang pria seperti Ardan
Membayangkannya saja sudah membuat Irene senang apalagi jika kesampaian
Indahnya hidupnya , ia pasti akan menjadi wanita yang paling bahagia
Saat asik asik melamu Irene teringat dimana ia berada mana mungkin ia akan tetap berada di sini terus menenur kan 😆😆😆😆
*Bersambung
__ADS_1