
"Kecelakaan yang di alami pasien bukanlah kecelakaan ringan dan juga waktu itu terdapat beberapa tulang yang patah kemungkinan ia akan tidak akan bisa berjalan dengan normal untuk sementara waktu , hal ini masih bisa di sembuhkan jika pasien gigih untuk sembuh ." Jelas Daniel
Shock Aunty Sarah lagi lagi di buat shock ternyata cobaan belum berakhir
" Tapi bisa sembuh kan dok ." Tanya Uncle Jhon
" Bisa Tuan." Ucap Daniel
" berapa lama?"
" Jika pasien melakukan perawatan dengan teratur dan gigih untuk bisa sembuh maka hanya membutuhkan waktu beberapa minggu ." Jelas Daniel setelah ia menjelaskan semuanya Daniel pun pamit undur diri
........
Aunty Sarah menemui Salsa ia berusaha tersenyum agar tak menambah kesedihan Salsa
" Sayang akhirnya kamu bangun juga , Aunty kangen sama kamu maaf ya ." Ucap Aunty Sarah
" Iya Aunty nggk papa , emangnya aku berapa lama tidurnya ." Tanya Salsa
" 5 bulan ." Jawab Aunty Sarah , sontak Salsa membulatkan matanya ia melongo tak percaya
" 5 bulan , selama itu Aunty perasaan kaya sebentar deh ." Ucap Salsa tak percaya
" hmmm."
" gimana keadaan kamu ada yang sakit apa enggak ." Tanya Aunty Sarah
" ππ Badan aku pegel semua Aunty kepala aku juga sedikit pusing tapi nggk papa dan ..." Salsa memandang Auntynya sebelum ia melanjutkan perkataannya
" Apa tadi dokter bilang kalau aku lumpuh π." Tanya Salsa Aunty Sarah terkejut
" aku tadi denger soalnya kalian ngomongnya kenceng banget ." Ucap Salsa lagi , matanya berkaca kaca
" sstt Salsa nggk lumpuh cuma patah tulang dan Salsa bisa sembuh lagi dalam waktu singkat , Salsa harus semangat biar cepat sembuh ." Ucap Aunty Sarah
" Tapi...Salsa pasti udah ngrepotin Aunty sama Uncle ." Lirih Salsa
" nggk ada yang merasa di repotin Salsa itu udah jadi bagian dari keluarga Aunty dan Uncle jadi jangan ngomong gitu kita sayang sama Salsa." Ucap Aunty Sarah
" hiks...Aunty ." Salsa menangis dalam pelukan Aunty Sarah ia bukan menangis karena kondisinya namun akan kasih sayang yang telah Aunty Sarah dan Uncle Jhon berikan kepadanya itu sudah menggantikan kasih sayang yang di berikan orang tuanya dahulu
" sstt udah jangan nangis lagi ya ." Ucap Aunty Sarah ia melepas pelukannya dan membelai rambut Salsa lembut lalu menghapus air mata Salsa
" Makasih Aunty ." Ucap Salsa
" Iya sayang ini udah kewajiban Aunty ." Ucap Aunty Sarah
.
.
__ADS_1
" Aunty. " Setelah hening beberapa menit Salsa memanggil Auntynya
" iya sayang ada apa. " Tanya Aunty Sarah
" Aku laperπ ." Ucap Salsa memasang wajah cute
Aunty Sarah tersenyum ia kira ada apa ternyata lapar
" Ya udah Salsa tunggu dulu disini ya ." Ucap Aunty Sarah , Salsa mengangguk patuh Aunty Sarah pun keluar tak berselang lama ia datang lagi dengan nampan berisi makanan ala rumah sakit
Aunty Sarah membantu Salsa menyuapi makanan tersenyum
" koq pahit sih Aunty ." Ucap Salsa
" namanya juga lagi sakit Sa.. pasti lidahnya pahit ." Ucap Aunty Sarah π
" iya ya π ."
Setelah makan beberapa suap
" udah Aunty cukup segini aja Salsa dah kenyang ." Ucap Salsa
" serius beneran dah kenyang ." Tanya Aunty Sarah Salsa mengangguk memastikan
" ya udah ini minum dulu ." Ucap Aunty Sarah memberikan air minum dan tentu saja ia membantu Salsa untuk minum
" makasih Aunty ." Ucap Salsa setelah selesai minum , Aunty Sarah hanya tersenyum dan menatap dirinya lembut
" Uncle mana Aunty ." Tanya Salsa
" masih di luar tadi ngobrol sama Nyonya Nayra ." Ucap Aunty Sarah
" Nyonya Nayra siapa ?" Tanya Salsa kebingungan ia merasa masih asing dengan nama itu apalagi Auntynya menyebut seseorang itu dengan embel embel Nyonya
" mm.. itu Sa.. orang tua dari pria yang di jodohin sama kamu ." Ucap Aunty Sarah jujur ia tak ingin mengungkit tentang perjodohan itu saat ini karena takut membuat Salsa sedih
" owhh ... ya udah deh ." Ucap Salsa mengangguk paham ia ma bodo amat
....... .... ........
...Di luar Ruangan...
" Kalau begitu bisakah saya melihat Salsa ." Tanya Nyonya Nayra
" Tentu Nyonya silahkan ." Ucap Uncle Jhon mempersilahkan Nyonya Nayra masuk
" Terima kasih...Ar ayo ." Ajak Nyonya Nayra pada Ardan , Ardan pun pasrah ia mengekor dibelakang ibundanya
Di dalam ruangan
" eh Nyonya Tuan ." Ucap Aunty Sarah kaget akan keberadaan Nyonya Nayra dan Ardan
__ADS_1
" π Salsa bagaimana keadaan kamu ." Tanya Nyonya Nayra
" Udah mendingan..a." Salsa bingung ia mau memanggil Nyonya Nayra bagaimana , Nyonya Nayra yang paham akan itu pun tersenyum
" Panggil Ibu saja seperti Ardan memanggilku Ibu ." Ucap Nyonya Nayra Salsa tersenyum canggung dan mengangguk
" Apa kamu membutuhkan sesuatu ." Tanya Nyonya Nayra lagi
" tidak ada Bu ." Ucap Salsa
" Oh ya kalian berdua mungkin belum terlalu mengenal kalau begitu lebih baik kalian mengobrol berdua ." Ucap Nyonya Nayra ia dan Aunty Sarah pun berlalu
Ardan yang mendengar itu menatap tajam Ibunya yang sudah berjalan membelakanginya
" apaan sih ." Batin Ardan kesal
" Hai ." Sapa Salsa duluan
" hai juga ." Jawab Ardan datar dan cuek ia memasang wajah datar tanpa ekspresj
" Kalau boleh tau siapa nama kamu ." Tanya Salsa ia melirik wajah pria itu
" Bukankah tadi Ibuku sudah bilang siapa namaku ." Ketus Ardan
π
" ish dasar cowok muka es tinggal jawab gitu aja kenapa sih apa susahnya juga." Ingin sekali Salsa mengatakan itu namub ia hanya bisa memendamnya dalam hati nya sendiri dan berusaha tenang
" Tadi nggk terlalu fokus jadi nggk denger ." Jawab Salsa π
" Ardan ." Ucap Ardan singkat
" owh ternyata namanya Ardan toh ." Batin Salsa ia mengangguk paham
" Aku Salsa ." Ucap Salsa
" udah tau ." Jawab Ardan datar
Salsa mengepalkan tangannya ia sekali ia menonjok pria itu
" bisa nggk sih agak lembut dikit gitu sama cewek datar amat ." Kesal Salsa dalam hati ia hanya biaa berbicara dan memaki Ardan dalam hati tanpa berani mengungkapkannya langsung
" gitu ya ." Salsa tersenyum paksa
" Enaknya aku manggil kamu apa ." Tanya Salsa
" terserah ." Lagi lagi pria itu menjawab dengan singkat dan datar bahkan tak memandang Salsa sedikitpun
" aish capek gue dari tadi ngeselin banget deh padahal ada orang nya tapi kaya lagi ngomong sendiri π." Batin Salsa
*Bersambung
__ADS_1