
2 Hari kemudian
Pagi yang cerah telah tiba , sinar mentari mulai memperlihatkan dirinya , para manusia memulai aktivitas mereka di pagi hari ini
Latar dari cerita ini masih sama yaitu di rumah sakit
Hari ini Aunty Sarah dan Uncle Jhon tidak bisa ke rumah sakit karena ada urusan penting yang mendadak dan mereka harus ke luar kota selama 1 hari 2 malam
Pagi ini Salsa baru saja selesai melakukan olaharga pagi di ranjang , bukan olahraga itu ya readers 😁 melainkan merenggangkan otot ototnya yang kaku
Setiap pagi dan sore menjelang malam Daniel akan melakukan pemeriksaan pada Salsa , begitu juga pagi ini ia dengan setelan jas putih berjalan dengan gagah dan berkharisma menuju ruang inap Salsa
ceklek...
Pintu terbuka , Daniel masuk ke dalam dengan memasang wajah dingin dan datar tapi hal ini tak berlaku bagi Salsa menurutnya dokter muda ini sangatlah imut dan menggemaskan walaupun selalu bersikap dingin
" Morning dok ." Sapa Salsa tersenyum lebar , Daniel hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan
" Bagaimana keadaan mu saat ini apa masih ada yang sakit?" Tanya Daniel
" Nggk ada sih dok cuma masih agak sakit aja kakiku kalau di pakai gerak ." Ucap Salsa
Daniel memeriksa kaki Salsa
" dok." Panggil Salsa
" iya ada apa ." Tanya Daniel menatap Salsa
" Udah punya pacar belum 😀." Tanya Salsa , mendapat pertanyaan seperti itu Daniel langsung memberi Salsa tatapan tajam dan wajah yang tak suka
" Jangan terlalu penasaran dengan hidup orang , takutnya jika nanti kamu sudah tiada arwahmu akan gentayangan ." Ucap Daniel
" nggk papa dong jadi aku bisa terus memantau dokter hehe ." Ucap Salsa tertawa kecil
" Nanti aku bakalan ngikutin kemana pun dokter pergi ." Lanjut Salsa lagi
" Terserah kamu saja nona ." Kesal Daniel
" huh..." Salsa cemberut , tapi ia senang karena bisa membuat Daniel kesal dan wajah kesalnya itu sangat imut menurutnya
Daniel masih fokus pada aktivitasnya
__ADS_1
" awss.." Rintih Salsa karena kakinya di tekan oleh Daniel
" Apa begitu sakit ? " Tanya Daniel ia menekan lebih kuat lagi
" huwaaa dokter sakit tau...udah tau kalau sakit koq malah di kencengin aja ." Ucap Salsa protes
" Kan saya mengetes , bisa saja kamu itu lebay ." Ucap Daniel cuek
" hummm😣 ngetes tapi jangan gitu juga kali dok , sakit tau dan saya itu nggk lebay ." Kesal Salsa
" Oh kalau begitu saya minta maaf nona atas tindakan tadi ." Ucap Daniel serius
" emm 🤔 maafin gk ya ." Ucap Salsa berfikir
" Iya deh kasihan nanti kalau dokternya gk di maafin ." Ucap Salsa tersenyum manis
" Terima kasih sudah memaafkan saya nona , sebaiknya nona menghirup udara segar agar nona segera pulih." Ucap Daniel
" tapi sama siapa 👉👈 ." Tanya Salsa ia memasang wajah yang imut
" Yang jelas bukan dengan saya nona , mungkin anda bisa bersama kekuarga anda ." Jelas Daniel
" tapi mereka gk ada disini sekarang 👉👈." Ucap Salsa lagi
" owhh 😗 gitu ya ." Ucap Salsa
" iya nona ."
" karena tugas saya sudah selesai maka saya pergi dahulu permisi ." Ucap Daniel hendak pergi
" eh dok tunggu dulu ." Ucap Salsa
" ada apa lagi nona ." Tanya Daniel menghentikan gerakannya sejenak
" gk jadi deh hehehe ." Ucap Salsa tertawa canggung
" Kalau begitu saya permisi selamat istirahat ." Ucap Daniel ia tersenyum tipis sebagai rasa hormat dan berbalik badan lalu melangkah
Saat sudah mencapai beberapa langkah tiba tiba...
" Aaawsss dokter sakit ." Teriak Salsa , sontak Daniel berbalik badan terlihat jelas guratan kekhawatiran di wajah ia berlari ke arah Salsa yang memegangi dadanya
__ADS_1
" Kenapa nona apa yang sakit ?" Tanya Daniel panik
Salsa memasang wajah sendu dan berkata
" hati aku sakit dokter kalau dokter pergi dari hadapanku , aku nggk kuat di tinggal jauh sama dokter walaupun hanya sejengkal saja ." Ucap Salsa dramatis , ia memegang dadanya dan menangis bohongan tanpa air mata
Daniel mendengus kesal bisa bisa dia di permainkan
" Dasar pasien gila , menyebalkan ." Geram Daniel dalam hati wajah yang tadinya panik kini berubah menjadi sebal
" Dokter ." Salsa menatap Daniel dengan wajah imut
😒
" Jangan pergi ya dok ." Pinta Salsa masih dalam mode cute
😒
" Dok." Panggil Salsa pelan
" huh.. apa kamu tidak punya kerjaan sampai sampai mengerjai saya hah , kamu pikir penyakit itu mainan bagaimana jika kamu benar benar sakit siapa yang bertanggung jawab ." Kesal Daniel
" sstt jangan marah marah dokter nanti cepet tua lho ." Ucap Salsa seraya menempelkan jari telunjukkan di depan bibirnya
" Jangan marah ya ." Pinta Salsa memelas
" kalau dia bukan pasien VIP gue udah gue geprek nih anak ngeselin banget ." Gerutu Daniel dalam hati
" Menurutmu apakah saya bisa tidak marah saat anda melakukan hal itu ?" Tanya Daniel geram tapi ia sebisa mungkin untuk meredam emosinya
" kan aku cuma becanda oktel , abisnya aku kecepian disini ." Ucap Salsa bertingkah layaknya anak kecil yang di marahi bapaknya
" hah..." Daniel menghembuskan nafasnya kasar
" Jangan mengulangi hal itu lagi atau mencoba membodohi saya , jika itu terjadi saya tidak segan segan bertindak kasar pada anda nona ." Tegas Daniel
" iya dok ." Jawab Salsa menunduk tapi ia melirik Daniel yang kini sudah bersiap pergi
" Jangam ulangi lagi ." Tegas Daniel sekali lagi sebelum ia pergi dari hadapan Salsa
" Siap dokter ." Ucap Salsa bersemangat , Daniel pun berlalu dari hadapaj Salsa
__ADS_1
" hihihi.. enak ya liat dia kesel tapi kalau beneran marah nyeremin banget kek singa manis di luar tapi kejam di dalam hii ngeri ." Ucap Salsa lirih ia bergidik ngeri saat membayangkan jika Daniel sudah benar benar marah
*Bersambung