Terjebak Cinta 2 Tuan Muda

Terjebak Cinta 2 Tuan Muda
Episode 19


__ADS_3

Masih di waktu dan tempat yang sama


" ya sudah kalau begitu aku akan memanggilmu Tuan Muda sama seperti yang lain ." Ucap Salsa , Ardan yang mendengar itu menatap tajam Salsa ia jelas tak suka jika di panggil begitu karena jika Ibundanya tau maka ia bisa kena marah habis habisan


Salsa yang di tatap begitu oleh Ardan sedikit merinding


" A.apa ada yang salah?" Tanya Salsa sedikit takut


" Apa aku setua itu sampai kau panggil Tuan ." Ucap Ardan masih dengan menatap tajam Salsa


Salsa bedecak ternyata itu toh masalahnya


" ck..kamu itu gimana sih katanya tadi terserah dan inget ya dalam panggilanku tadi masih ada kata MUDA di kata Tuan Muda ." Tegas Salsa


" Tetap saja karena ada kata Tuannya dan Tuan muda itu untuk anak anak ." Ucap Ardan tak mau kalah dalam beradu argument


" hei...alasan kamu itu nggk masuk akal ya .. kalau kamu nggk suka kenapa kamu diem aja waktu Aunty sama Uncle ku manggil kamu Tuan Muda kamu nggk marah tuh waktu mereka manggil begitu nggk protes juga ." Kesal Salsa


" Itu karena mereka lebih tua dariku sedangkan kau masih bayi ." Ucap Ardan 😏


😣😣😣😣😫😫😫😫😫😫


" Hih...ya udah trus mau di panggil apa ." Tanya Salsa dengan nada kesal


" Terserah ." Ketus Ardan


" huh...Terserah ya berarti jangan protes sama panggilan yang aku berikan it's okay ." Ucap Salsa ia menarik nafasnya panjang panjang dan mengeluarkannya perlahan untuk mengurangi amarahnya


" hmmm ." Pria itu hanya berdehem


" kamu nggk capek apa berdiri terus dari tadi ." Tanya Salsa yang heran dengan Ardan karena dari tadi terus saja berdiri tanpa bergerak 😁


" Bukan urusanmu ." Ucap Ardan tanpa memandang Salsa pria itu mengeluarkan ponselnya dan entah melakukan apa


" hufh..."


" hoaammm.. ngantuk banget deh ." Lirih Salsa ia melirik Ardan


" tidur aja kali ya ." Gumamnya

__ADS_1


" aku mau tidur kamu keluar sana ." Ucap Salsa, Ardan menghentikan aktivitasnya


" jangan tidur mulu nanti kamu gemuk ." Ucapnya membuat Salsa melotot


" Bodo amat keluar sana jangan ganggu ." Ucap Salsa


" hmm ." Ardan berjalan dengan santai ke arah pintu dan keluar tanpa memandang Salsa sedikitpun


" hufh sabar...nanti sakit lagi kalau marah marah ." Ucap Salsa mengelus dadanya ia pun bergegas tidur


😴😴😴😴😴😴😴😴😴


Di luar ruangan


Ardan baru saja keluar dari ruang rawat Salsa


" sudah selesai Ar ." Tanya Nyonya Nayra


" iya ." Jawab Ardan singkat


" aku pergi dulu Bu.. ada urusan penting ." Ucap Ardan


" saya dan putra saya permisi dahulu ." Ucap Nyonya Nayra


" iya Nyonya Tuan terima kasih sudah mau menjenguk Salsa." Ucap Uncle Jhon dan Aunty Sarah


" sama sama ." Nyonya Nayra dan Ardan pun pergi melangkah meninggalkan tempat tersebut dan kini tersisa lah Uncle Jhon dan Aunty Sarah


Selang beberapa menit setelah kepulangan Ardan dan Nyonya Nayra Irene datang


" Mom..Dad." Panggil Irene yang baru saja datang dari rumah ia menghampiri orang tuanya


" eh Irene kamu kesini. " Tanya Aunty Sarah


" ia mom bosen sendiri di rumah ." Ucap Irene


" Nyonya Nayra sama Tuan Muda Ardan udah pulang ya atau nggk kesinj ." Tanya Irene yang tak melihat adanya Nyonya Nayra dan Ardan


" mereka udah pulang Ren baru aja ." Ucap Aunty Sarah

__ADS_1


" owh.." Nampak raut kekecewaan di wajah Irene , ia kecewa karena tak bisa bertemu dengan Ardan 😭


Sedangkan rencananya beberapa bulan lalu , ia tak mempunyai celah sedikit pun tak ada cara untuk bisa bertemu dengan sosok seperti Ardan


Bahkan ia rela melamar kerja di perusahaan Ardan namun sayangnya ia di tolak karena tak ada lowongan untuk hal yang ia mampui , ada lowongan namun sebagai Office Girl dan tentu saja Irene tak mau


maka jalan satu satunya untuk bisa bertemu Ardan yaitu di rumah sakit ini , wajar saja jika akhir akhir ini ia sering ke rumah sakit karena tau Ardan juga ke rumah sakit


" Kamu kenapa koq kaya kecewa gitu ." Tanya Aunty Sarah sedangkan Uncle Jhon berada jauh dari tempat mereka


" nggk papa koq mom , oh ya gimana keadaan Salsa ." Tanya Irene mengalihkan pembicaraan karena tak ingin Mommynya tau jika ia menyukai Ardan


" Salsa udah sadar Ren ." Jawan Aunty Sarah dengan nada yang amat bahagia dan begitu bersyukur atas hal ini


" Lalu.." Tanya Irene lebih lanjut


" keadaannya sih udah stabil cuma..kakinya patah jadi dia nggk bisa berjalan untuk sementara waktu ." Ucap Aunty Sarah sedih


" 🙂 sabar Mom ." Ucap Irene tersenyum menenangkan mommynya tapi hatinya ia sedikit merasa sakit hati karena Mommy nya begitu menyayangi orang lain di banding dirinya yang notabenya merupakan anak kandung mommynya


" Makasih sayang... kamu nggk mau bezuk dik kamu ." Tanya Aunty Sarah


" eh iya ya udah aku masuk dulu ya Mom ." Ucap Irene ia membuka pintu ruang rawat Salsa dan masuk ke dalamnya


Terlihat Salsa tengah tertidur


" syukurlah dia tidur jadi nggk usah lama lama disini ." Ucap Irene lirih ia hendak melangkah tapi...


" eughhhh kak ." Salsa membuka matanya karena mendengar suara langkah kaki dan ternyata itu kakaknya


Irene mendengus kesal dan tersenyum paksa pada Salsa


" Gimana keadaan lo ." Tanya Irene berusaha bersikap lembut


" udah mendingan , makasih udah mau jenguk aku." Ucap Salsa berterima kasih dengan tulus


" hmm ." Irene hanya berdehem singkat


*Bersambung

__ADS_1


__ADS_2