
Setelah cukup lama berkutat dengan komputernya Salsa pun menghentikan aktivitasnya sejenak untuk membasahi tenggorokannya , ia pergi ke dapur dan membuat minuman lalu kembali ke kamar dan melanjutkan pekerjaannya
" Huh...lebih enak main di depan kamera dari pada beginiπ." Ucap Salsa yang merasa lelah karena pekerjaan ini benar benar menguras tenaganya dan juga otaknya
" Capek π«." Keluhnya
Otaknya sedang buntu maka Salsa pun memilih berhenti bekerja dan istirahat sambil merenung
" Apa aku cari pekerjaan lagi kali ya biar gk bosen melulu ." Gumam Salsa berfikir ia menimbang nimbang niatnya tersebut
" Tapi klau sekarang nggk bisa jadi harus nunggu beberapa waktu lagi aja ." Ucap Salsa dan kini ia sudah mencapai mufakat dari keiinginannya
....
Di Rumah Uncle Jhon
Hari ini Uncle cuti kerja jadi ia sedang berkumpul bersama keluarganya di ruang keluarga
karena ini masih pagi jadi mereka hanya duduk berleha leha dan sesekali mengobrol singkat antara satu sama lain
. πππππππ
Di Tempat Ardan
Ardan kini tengah bekerja seperti biasanya yaitu berkutat dengan tumpukan berkas dan dokumen baik penting ataupun tidak
Sejenak ia menghentikan aktivitasnya dan merenung memikirkan hal kemarin
" hmmmm....sepertinya jika hal itu menarik...dan ku yakin jika ini akan menjadi persaingan sengit yang menguntungkan π." Ucap Ardan menyeringai entah apa yang ia maksud tersebut
" Baiklah aku akan mencobanya dan membuatmu kalah dalam persaingan ini ." Ucap Ardan lagi yang begitu yakin akan yang ia ucapkan
π
" Mari di mulai..." Ucapnya ia telah menyusun rencana saat ini dan siap melaksanakannya mulai hari ini juga
__ADS_1
Ardan pun segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat namun tidak ceroboh dan tidak ada yang keliru semuanya benar , setelah selesai ia menyuruh Pak Dio untuk mengurus semuanya
" Baik..Tuan saya akan melaksanakannya ." Ucap Pak Dio dengan hormat
" Jika begitu saya permisi dulu pak.." Ucap Ardan dan segera pergi ia berjalan dengan penuh aura kewibawaan dan kepemimpinan nya di tambah wajahnya yang tampan membuat siapapun akan terpesona akan dirinya tersebut
Tak sedikit dari para karyawati di perusahaan tersebut yang menaruh hati pada boss nya namun semuanya hanya bisa memendamnya dalam hati karena tau mendekati boss mereka ini sangatlah mustahil bagi mereka
Dahulu ada karyawan yang menyukai boss mereka pangkatnya pun lumayan tinggi di perusahaan tersebut lalu pada suatu hari karyawati tersebut mengungkapkan perasaannya pada boss nya di depan umum berharap boss nya akan menerimanya karena tak ingin malu di lihat semua orang namun siapa sangka ia malah di todongkan pistol di depan umum , dan di tembak di depan umum maka karyawati tersebut mati mengenaskan di tonton oleh banyak orang
Tak ada yang berani mendekat, melerai , memarahi ataupun menolong semua diam di tepat dalam ketakutannya sendiri sendiri
Sejak saat itu tak ada lagi karyawati yang mencoba coba mencari perhatiaan Boss mereka tersebut walaupun hanya perhatian kecil karena mereka takut akan akibatnya yang sangatlah fatal antara hidup dan mati
kembali ke cerita
Ardan mulai melajukan mobilnya menuju jalanannya di jalan ia berfikir langkah apa yang harus ia mulai karena ini merupakan hal baru untuknya
Karena bingung ia pun mencoba menggali informasi dari google , Ardan membaca seluruh artikel yang di lampirkan tanpa ada yang terlewat dan ia pun tersenyum karena mendapatkan hal yang ia inginkan saat ini π
Di Apartemen 123
Jika tadi Salsa pusing masalah pekerjaan kini Salsa tengah tersenyum senyum sendiri dan tertawa
" Dih...kakak nih aneh aneh aja hahaha π." Ucap Salsa sambil berbicara dengan seseorang melalui via telefon
" hmm..itukan juga kakak dengernya dari orang hehe ." Ucap Orang tersebut di seberang sana
" iya deh ππ." Ucap Salsa terkikik geli mendengar cerita lawan bicaranya di telefon
" Oh ya Sa..nanti makan siang bareng yuk ." Ajak nya
" hah..tumben emang kakak nggk sibuk apa ya..dan aneh banget kemarin aja dingin sskarang koq manis ." Heran Salsa
" Ish kan kemarin kita cuma sebatas mantan pasien dan dokter kalau sekarang kan kita teman Salsa..kamu sendiri lho yang bilang ." Dengus orang tersebut yang tak lain adalah Daniel
__ADS_1
" hehee...tapikan masih heran kak ." Ucap Salsa
" terserah deh...jadi gimana mau nggk ." Tanya Daniel sekali lagi
" harus kah?.. tapi ini dah jam dua belas kurang seperempat ." Ucap Salsa sambil melihat jam di tangannya
" No problem kamu tinggal siap siap aja.. nanti aku kesana secepatnya ." Ucap Daniel
" oke deh byeee ." Ucap Salsa dan menutup sambungan telefon ia menggeleng heran
" aneh ." Gumamnya masih penasaran dan tak percaya , Salsa pun segera menuju ruang ganti dan berganti pakaian dengan pakaian yang lebih baik
Ia hanya menyisir rambutnya dan memakai cream wajah di siang hari akan terhindari dari paparan sinar Ultraviolet yang bisa merusak nutrisi kulitnya π
Setelah selesai berdanda ia pun mengambil tasnya hal itu bertepatan dengan suara bel apartemen...
ting...tong...ting.tong
" Eh...masa udah dateng sih lihat dulu deh m" Gumam Salsa dan segera keluar kamar guna membuka pintu apartemen dan melihat siapa yang datang
ceklek....
π¨
" Kak..Ar..ngapain kesini ." Ucap Salsa dengan ekspresi terkejut ia kaget melihat kedatangan Ardan di depan pintunya
" πΎ.. memangnya tidak boleh ." Tanya balik Ardan yang sedikit tak suka karena di sambut dengan pertanyaan dan ekspresi wajah sang penyambut yang tak sesuai keinginannya di tambah lagi dengam penampilan Salsa yang begitu rapi dan hendak pergi keluar
" eh..bukan gitu ." Ucap Salsa yang bingung mau jawab apa
..
*Bersambung
Author : maaf ya readers kalau ceritanya gk bisa bikin kalian greget atau penasaran terus karena yang gini batas kemampuan author πππ minta dukungan , saran dan kritiknya ya biar author bisa lebih maju lagi π’
__ADS_1