
"Akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap Joshua Philippe Edison pimpinan perusahaan JPE Corps yang berhasil melarikan diri setelah sebulan lalu komplotannya dibekuk polisi atas penyerangan dan penyalahgunaan senjata api ilegal di sebuah villa milik CEO Arp Holdings. Sebelumnya pihak tersangka melaporkan CEO Arp Holdings atas tuduhan manipulasi nilai saham dan investasi ilegal, namun tak ada bukti yang bisa mempidanakannya. Justru pihak tertuduh berhasil membongkar kejahatan tindak pidana saudara Joshua yang selama ini sudah dicurigai namun tak kunjung menemukan bukti. Tersangka dituntut atas kasus korupsi, pengambilan bisnis dan penyelundupan senjata ilegal, pengalihan lahan properti secara paksa dan penyerangan, serta pencemaran nama baik atas nama Arjuna Pradipta CEO Arp Holdings dan dituntut penggantian kerugian mencapai milyaran rupiah. Kini tersangka sedang menjalani beberapa pemeriksaan, kasusnya akan segera diserahkan ke kantor kejaksaan dan akan ditetapkan sebagai terdakwa."
Aku menghela nafas lega, sesaat setelah membaca laporan berita di situs web. Kututup laptop dan menyimpannya di atas nakas disamping tempat tidur. Akhirnya semua masalah yang kuhadapi selesai dan aku bisa bersama lagi dengan wanita yang sedang menyandarkan kepalanya di bahuku. Dia istriku, Anayla.
Aku ingat saat sedang mengawasi perkembangan persiapan pesta Jordan, Mama mengirim pesan berisi foto seorang gadis sedang tersenyum lebar, dengan gingsul pada giginya. 'Namanya Anyla Tansha, umurnya 29 tahun lebih tua 4 tahun darimu. Dia yang akan Mama jodohkan denganmu, Jun. Cantik kan?' begitulah kira-kira isi pesan yang Mama kirim.
Aku menghela nafas berat, saat ini aku belum mau menikah. Aku ingin fokus mengembangkan perusahaanku agar lebih maju dari perusahaan Papa. Tanpa berniat membalas pesannya, aku kembali mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tiba-tiba mata ini tertuju pada dua orang pegawai sedang bercanda, salah satunya seperti yang ada difoto. Aku mengecek ponsel untuk memastikan apakah benar yang kulihat ini. Ternyata benar, dia adalah orang yang sama.
__ADS_1
Aku menghampiri mereka dan menegurnya, lebih tepatnya memarahi. Dia manis sekali. Sebuah ide melintas di pikiranku. Aku akan mengerjainya dan membuatnya kesal. Aku memanggilnya keruangan lalu membacakan Cv nya yang kudapat dari Hrd, kutekankan status singlenya. Dan benar saja dia berhasil uring-uringan. Tak hanya itu, aku sengaja membuat pakaiannya kotor terkena cipratan air dan menghukumnya mengepel lantai setelah jam pulang karena dia datang terlambat. Aku selalu memperhatikannya lewat cctv, tingkahnya yang konyol dan pecicilan itu membuat sebuah senyuman terbit di bibirku, sepertinya aku mulai tertarik padanya.
Setiap ada waktu, aku sempatkan untuk bertemu dengannya. Kalau tidak ada kesempatan, aku sengaja memanggilnya dan mencari-cari alasan agar bisa bertemu dengannya. Bahkan aku pura-pura menghukumnya dengan memindahkannya bekerja di ruanganku, padahal aku hanya mencari kesempatan saja.
Aku pun mengajaknya membeli cincin kawin, dia terheran-heran ekspresi wajahnya sangat lucu membuatku sangat gemas. Sepertinya belum tahu bahwa aku dan dia dijodohkan. Sekalian saja aku panas-panasi dia dengan mengumbar kedekatanku dengan Tisha adikku di status wa setelah aku berhasil mendapatkan nomor ponselnya. Aku pun sempat betandang ke rumahnya membawa Tisha ikut serta, dia mengira aku dan Tisha akan menikah.
Hingga pada saat prosesi akad tiba, dia sangat terkejut dengan kehadiranku di depan pak penghulu. Kami pun melancarkan akad dengan khidmat. Setelah meminta izin pada orang tuanya langsung kubawa dia pulang ke rumah yang baru kubeli itupun atas sarannya.
Aku sangat kesal pada Pras karena dia terus memberikan perhatian pada Nay, bahkan didepan Mama dan Tisha hingga membuatku tak bisa marah padanya. Sepulang dari rumah sakit, aku mengajak Nay jalan-jalan ke Mall membeli segala kebutuhan rumah dan sekedar membeli beberapa pakaian untuknya. Sialnya aku malah bertemu Angel, anak dari rekan bisnisku. Ayahnya sempat menjodohkanku dengannya, tapi aku menolaknya. Itu pula yang membuatnya selalu mengejarku meskipun sudah berapa kali kutolak. Dari sinilah mala petaka itu berasal.
__ADS_1
Aku membawa Nay mengunjungi perusahaanku dan menceritakan perjalanan karirku. Setelah iu aku membawanya ke taman yang tidak jauh dari kantor, lalu kami saling mengakui perasaan. Baru pertama kali aku merasakan kebahagiaan bersama dengan seorang wanita. Karena selama ini belum pernah ada wanita yang kudekati dan menari perhatianku. Yang mendekati banyak, bahkan tak segan-segan rela menjajakan tubuhnya untukku. Tak jarang pula, para rekan bisnis memberiku hadiah dengan mengirimkan wanita penghibur untuk melobiku agar mau bekerja sama dengannya. Tapi aku tak pernah mau.
Aku meninggalkan Nay untuk membeli es krim, tapi pada saat aku kembali dia tak ada di tempatnya. Aku mencarinya namun tak kunjung kutemukan. Aku mencoba menghubungi ponselnya berulang kali, namun tak ponselnya mati. Saat aku ingin menghubungi Sinta untuk melacak keberadaan Nay, aku mendapat panggilan dari Pras. Dia memberitahuku bahwa Nay diculik oleh Angel dan hampir saja kehilangan kehormatannya. Rahangku mengeras, beraninya dia. Aku terpaksa menyuruh Pras membawa Nay ke villa milikku, Nay akan sangat aman karena banyak anak buahku yang pandai bela diri di sana. Kelompok organisasi yang kubuat untuk melindungi bisnis dan keluargaku. Tidak ada yang tahu tentang itu, aku adalah seorang mafia.
Setelah memutus panggilan dari Pras, aku bergegas kembali ke kantor untuk mengambil motor dan segera menemui Nay. Tiba-tiba Arya tergopoh-gopoh menghampiriku, dia memberitahuku bahwa harga nilai saham anjlok drastis. Selang beberapa saat, beberapa anggota kepolisian datang menunjukkan surat perintah penangkapan untukku. Sial!
Bersamaan dengan penculikan Nay, seseorang melaporkanku melakukan tindakan ilegal dan memanipulasi nilai saham. Sebelum aku dibawa dan di introgasi, aku menyuruh Arya mengurus kekacauan di perusahaan. Sedangkan Sinta, aku minta dia melindungi Nay. Arya dan Sinta adalah orang kepercayaanku, mereka tangan kananku. Arya bertugas membantuku mengelola bisnis, sedangkan Sinta tugasnya adalah memimpin organisasi. Dia perempuan yang tangguh.
Selama dua hari menjalani pemeriksaan akhirnya aku dibebaskan karena kurangnya bukti. Aku langsung menemui Arya dan mencari tahu siapa dalang semua ini. Ternyata kecurigaanku benar, ini perbuatan Joshua ayahnya Angel. Sialan mereka! Lihat saja siapa yang akan benar-benar hancur.
__ADS_1
Selama beberapa hari aku berkutat dengan komputer, mencari celah untuk menyerang balik Joshua. Aku meretas sistem operasi perusahaannya, dan mengumpulkan data. Arya menyusunnya hingga menjadi sebuah bukti penting yang akan menjebloskannya ke dalam penjara. Aku menyuruh Arya menyerahkannya kepada jaksa untuk ditindak lanjuti. Akhirnya aku bisa bernafas lega dan bergegas menemui Nay. Rindu? Ya.