Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#10.


__ADS_3

Sekitar jam 10 Jay mengajak Aster kesuatu tempat yang sama sekali tidak di ketahui oleh Aster ,Jay sendiri bisa dengan mudah meminta izin karena dia mempunyai hak besar didalam kompetisi ini.



Jay sedang menunggu Aster karena pada dasarnya Aster harus mengurusi para trainne lainnya.



Tak perlu menunggu lama , Asterpun turun. Jay menatap takjub diri Aster ,bagaimaba bisa Aster secantik ini. Sangat disayangkan kehidupan Aster tidak seindah apa yang bisa dikihat dari luar.


Jay dan Aster langsung masuk ke dalam mobil , Jay menyuruh supir untuk pergi ke mall bertujuan untuk menghibur Aster.


Beberapa menit kemudian , akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Jay harus menutupi identitasnya agar tidak diketahui pleh banyak orang.


"Kau mau membeli apa?". Tanya Jay sembaru merangkul bahu Aster.


"Kamu membawaku kesini hanya untuk ingin membelanjaiku?".


"Ya ,untuk apa lagi memangnya?". Jawab singkat Jay.


Aster tersenyum lebar dan mulai menarik tangan Jay , awalnya Jay mengira kalau Aster adalah perempuan yang sama dengan perempuan lainnya ,hanya memanfaatkan kekayaan dari seorang Jay ,anak CEO terkenal di Amerika.


Alih alih bukannya memilih baju ,dress,sepatu atau tas , Aster hanya mengambil satu pack kertad HVS dan mengambil banyak tinta hitam ,dan juga kuas.


"Untuk apa?". Tanya Jay terheran heran.


"Perasaanku menjadi sedikit tenang ketika aku menggambar sesuatu". Jawab Aster.


Jay mengambilnya dan langsung membayarkannya.

__ADS_1


"Mau apa lagi?". Tanya Jay dengan mudahnya.


"Udah". Jawab singkat Aster.


Jay terpelongo mendengar jawaban dari mulut Aster. Lalu tersenyum ,senang karena Aster bukanlah seperti wanita pada umumnya.


Sambil berjalan ke tempat parkiran, Jay dan Aster melewati tempat perlengkapan untuk membuat gelang.


"Oiya Jay ,apa kau ingin aku buatkan gelang?". Ucap Aster dengan memberhentikan langkahnya.


"Memangnya kau bisa?". Tanya Jay meragukan Aster.


"Kenapa tidak? Buktinya Sungchan selalu memakai gelang buatanku ditangannya". Jawaban Aster berhasil membuat perasaan tidak biasa itu hadir didalam hati Jay.


"Kau membuatkan Sungchan gelang dan bisa bisanya tidak membuatkan aku juga?".


"Baiklah ,pilih saja bahan bahannya ,kamu harus membuatkanya dua ,satu untukku dan satunya lagi untukmu". Perintah Jay.


🍁🍁🍁


"Kau dari mana?". Tanya Sungchan dengan raut wajah yang sedikit berbeda.


"Jay mengajakku ke suatu tempat". Jawab Aster.


"Kalian sudah berkencan?".


"Ah tidak".


"Kenapa kamu gugup? Jika tidak terjadi kenapa segugup itu?". Kini ,Sungchan mulai mendekatkan dirinya dengan Aster ,tidak perduli ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Ya memang aku dan Jay tidak berkencan ,dia mengajakku karena dia ingin meminta maaf kepadaku". Ujar Aster.


"Kamu senang diajak jalan dengan Jay? Dia membelikan apa yang kau mau? Iya kan".


"Aku senang Jay menganggapku teman ,lagi pula aku hanya membeli ini". Jawab Aster sembari menyodorkan plastik yang berisikan alat menggambar.


"Aku bukan wanita rendah seperti yang kau fikir Sungchan,aku tidak mungkin menggunakan cara itu agar aku mendapatkan semua yang aku inginkan". Lanjit Aster yang sedikit tersinggung dengan ucapan Sungchan tadi.


"Bukan itu yang aku maksud".


"Lalu apa? Aku bukan wanita rendah yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang aku mau ,jika aku mau kenapa aku tidak mengambil langkah menjual diriku dinegara ini sedangkan aku sendiri merasa terjebak berkerja disini". Potong Aster.


"AKU CEMBURU!! AKU TIDAK BISA MEMBAHAGIAKANMU SEDANGKAN JAY YANG BARU KENAL SAMA KAMU DIA BISA DENGAN MUDAHNYA MEMBUAT KAMU BAHAGIA". Jawab Sungchan sedikit lantang.


Aster sedikit terkejut dengan jawaban dari Sungchan ,bukankah ini terlalu cepat untuk mengatakan cinta?.


"Sungchan,kamu baik ,kamu sudah membuatku lebih bahagia melebihi orang lain yang berikan kepadaku". Balas Aster menatap mata Sungchan.


"Jangan pergi bersama Jay lagi". Ujar Sungchan dengan sangat tulus.


"Ini pekerjaanku Sungchan".


"Kalau seperti itu ,berhentilah bekerja".


"Aku juga akan berhenti menjadi trainne di agensi ini ,kita akan hidup bahagia ,aku akan berkerja dan membuat kamu pulang dengan aman". Lanjut Sungchan.


"Lalu bagaimana dengan cita citamu? Aku ga akan biarin kamu kehilangan cita citamu hanya karena aku".


Sungchan terdiam, dia sadar ,pilihan ini membuatnya sangat membingungkan, satu sisi ,dia harus berjuang untuk menggapai cita citanya dan disatu lain ,perasaan yang secara tiba tiba itu membuatnya hilang kendali.

__ADS_1


__ADS_2