
Siang ini adalah jadwal ke 12 trainne melakukan olahraga. Semua orang yang berada di asrama langsung bergegas ke halaman luar yang berada di luar asrama.
Ke 12 trainne sedang bersiap siap untuk melakukan pemanasan untuk melakukan permainan bola voli yang sudah di sepakati di dalam.
Awalnya Bu Dajung bertugas untuk menggarisi halaman yang sekarang berganti fungsi menjadi lapangan. Teriknya matahari membuat Aster bersikeras untuk menggantikan tugas Bu Dajung dan menyuruh Bu Dajung menunggu di pinggir lapangan.
Panasnya matahari entah mengapa membuat tenaga Aster banyak keluar. Hal tersebut membuat Aster menundukkan kepalanya yang tiba tiba saja sangat pusing ,berhenti sejak bukannya membuat kepalanya sembuh malah sekarang sakitnya membuat perutnya melilit.
Keseimbangan tubuh Aster tiba tiba langsung lunglai dikarenakan penyakit yang tidak ia mengertti.
Semua orang yang berada di halaman langsung menghampiri tubuh Aster yang sudah terjatuh tidak sadarkan diri.
"Astaga!! Kau kenapa?". Ucap panik Sungchan.
"Minggir ,minggir!! Aster harus di larikan kerumah sakit bukan hanya di tatap seperti itu". Gerutu Jay lalu menggendong tubuh Aster.
Jay berlari membawa Aster dan diiringi oleh Sungchan dan Jake di belakangnya. Kebetulan rumah sakit tidak terlalu jauh dari asrama dan syukurnya hari ini tidak terlalu banyak yang berada di rumah sakit.
Jay membawa Aster langsung ke ruamh gawat darurat lalu menunggu dokter memeriksa Aster bersama Sungchan dan Jake.
"Dia kenapa?". Tanya dokter.
"Tidak tau ,dia tadi memegangi kepala dan perutnya lalu jatuh pingsan". Jawab Jay.
Dokter memutuskan untuk memeriksa bagian perut dari Aster. Ketika dokter membuka baju Aster ,betapa mengejutkannya bekas jaitan yang terlihat sangat mengerikan ,jaitan itu lebih mengerikan dari Sungchan dan Jake kira.
"Jaitan bekas operasi apa ini?". Bahkan dokterpun terkejut melihat jaitan yang berada di perut Aster.
Jay ,Sungchan maupun Jake sama sama terdiam ketika Aster sedang di periksa.
__ADS_1
"Saya rasa dia telah merasakan tekanan dan despresi makanya dia terkena serangan kram paa perutnya ,tapi saya penasaran jaitan bekas operasi apa yang berada di perutnya". Ujar dokter sembari menunggu Aster siuman.
Kalau bisa di jelasan bentuk jaitan di perutnya adalah berbentuk tanda salib ,lurus dari bagian ulu hati kebawah dan dari samping dimulai dari bawah tulang rusuk.
Tak lama dari itu Asterpun terbangun dengan wajah pucatnya ,dengan sigap ketiga pria itu berada di sebelah tubuh Aster menggunakan kursi yang setara dengan kasurnya Aster.
"Mohon maaf ,jika saya boleh tau ,jaitan bekas operasi apa yang ada di perut kamu?". Tanya dokter secara terang terangan.
Hal itu membuat Aster langsung memegangi perutnya ,dan berpikiran ,'apa semuanya sudah tau jaitan ini?'.
"Mmmm ,dulu aku terkena penyakit usus buntu dok". Jawab Aster mengelak.
"Yang sedang diajak bicara dengan kamu itu dokter ,saya tau betul bentuk jaitan operasi usus buntu tidak seperti itu".
Keadaan menjadi tambah berdebar karena Aster sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari dokter.
"Saya pernah melakukan pendonoran organ hati untuk kaka laki laki saya". Ujar Aster membuka suara.
"Saya tidak tau ,saya masih sangat muda saat itu untuk mengerti semuanya".
"Memangnya disaat umur berapa kamu melakukan operasi itu?".
"12 tahun". Jawab Aster.
Dokter itu benar benar terpelongo saat mendengar jawaban dari Aster. Dia dokter dia tau betul peraturan seorang anak untuk bisa melakukan pendonoran organ tubuh.
"Bukannya peraturan pendonoran organ tubuh itu minimal berusia 17 tahun ,kamu melakukan operasi itu tidak di negara kamu bukan". Ujar dokter.
"Saya fikir itu berada di Singapura ,papah saya membawa saya dan kakak saya dan melakukan operasi itu setelah satu hari dari saya sampai disana".
__ADS_1
"Apakah itu tidak sakit? Biasanya jika seorang anak melakukan pendonoran organ tubub ,umurnya tidak ada panjang". Ucap dokter dengan tatapan penuh kasian.
Aster tersenyum lebar.
"Meskipun rasanya sakit ,itu akan tergantikan ketika saya melihat kaka saya tersenyum lagi". Tanpa Aster sadari Aster telah meneteskan air matanya.
"Kakamu tau kalau kamu yang telah mendonorkan organ tubuhmu untuk dia?".
Aster menggelengkan kepalanya.
"Dia hanya mengetahui kalau dia sedang melakukan operasi usus buntu". Balas Aster.
Dokter itu langsung keluar setelah mendapatkan jawaban dari Aster. Dan membiarkan Aster beristirahat sejenak.
Sungchan sontak langsung menggenggam tangan dari Aster.
"Untuk apa kamu melakukan pendonoran hati?". Tanya Sungchan dengan nada yang gemetar.
"Aku di lahirkan untuk apa selain melakukan kebaikan?".
"Tapi tidak seharusnya kamu melakukan pendonoran itu". Elak Sungchan.
"Aku yang membuat keluarga mereka hancur, aku hanya melakukan itu untuk menebus kesalahan bundaku yang telah merebut papah dan mamah".
"Apa yang kau fikirkan setelah itu? Merasa bahwa kamu itu pahlawan? Merasa kalau papahmu akan bersikap adil dan baik kepadamu? Tidak kan?". Celetuk Jay.
"Kau tidak mengerti kenapa aku melakukan itu". Jawab Aster meladeni Jay.
"Penyakit itu bisa mengambil nyawamu kapanpun dia mau ,Aster". Saut Sungchan.
__ADS_1
"Jika aku kehilangan nyawaku ,aku akan bertemu bunda dan semua penderitaanku hilang bukan?".
Ucapan dari Aster benar benar menusuk hati ke tiga pria itu, pria itu sekarang tidak segan segan meneteskan air matanya karena tidak percaya ternyata ada seseorang yang hatinya sebaik Aster. Banyak alasan kenapa Aster melakukan hal itu ,Aster hanya tidak ingin semua orang menyalahkan keberadaannya dan juga bundanya ,Aster hanya ingin menebus kesalahan yang ia dan bundanya telah lakukan kepada keluarganya yang sekarang. Meskipun pada akhirnya ,papahnya akan tetap menjadi pria yang tidak cukup memilik wanita hanya satu didalam hidupnya ,dan meninggalkannya bersama seorang ibu yang sama sekali tidak punya ikatan darah dengannya sendiri.