Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#22.


__ADS_3

Benar saja ,dikarenakan cedera ,Sungchan tidak berhasil debut ,meskipun cukup banyak yang ngevote Sungchan dari fansnya. Penilaian jurilah yang berpengaruh besar untuk penentuan debut hari ini.


Yang berhasil hanya 5 orang ,yaitu Jay ,Jake ,Kevin,Hyunjae dan Jungwon. Aster tidak habisa pikir ,orang licik seperti Kevin berhasil debut.


Aster menatap iba kepada kekasihnya yang sedang memberesi pakaiannya kedalam kopernya dengan air matanya yang tidak berhasil Sungchan tahan.


Aster hendak menghampiri Sungchan yang sedang terluka hatinya itu ,namun ada seseorang yang menarik tangannya ,yaitu Jay. Jay membawa Aster ke suatu tempat yang sepi.


"Aku tau kau dan Sungchan sudah memiliki hubungan khusus". Ujar Jay secara terus terang.


"Kau lihat ,sekarang dia tidak berhasil debut ,bagaimana perasaanmu? Melihat kekasih tercintamu bersedih seperti itu?". Lanjutnya.


Aster hanya menunduk ,mengekspresikan perasaanya lewat air matanya.


"Aku bisa membantu Sungchan untuk debut". Ucap Jay yang mampu membuat Aster menaikkan kepalanya senang.


"Tapi tidak di agensi ini". Lanjutnya.


"Bagaimana?". Tanya singkat Aster.


"Papahku bisa menyogok suatu perusahaan untuk Sungchan debut".


"Tapi ada syaratnya". Lanjut Jay.


"Apa?".


"Pertama kau harus berkerja denganku selama aku menjadi idol dan yang kedua ,kau harus memutuskan apapun yang berhubungab dengan Sungchan". Jawab Jay dengan wajah yang sedikit arogan.


"Apa kau gila?! Mana mungkin aku mengkhianati Sungchan!". Bentak Aster tidak terima.


"Terserah, aku sudah membuat penawaran yang baik ,itu kalau kau ingin melihat Sungchan bahagia dan tidak ingin melihat Sungchan berkerja di Jepang... Apapun bisa aku lakukan Aster ,termasuk memiliki kamu seutuhnya untuk aku". Balas Jay.


"Aku butuh waktu". Ujar Aster.


"Datanglah,ke alamat yang tertera di kartu ini". Jay memberikan satu buah kartu nama yang berisikan alamatnya yanh ada di Korea.


"Permisi". Balas Aster lalu pergi meninggalkan Jay.


Aster menyusul Sungchan yang masih berada di kamarnya.


"Kamu gapapa?". Tanya Aster dengan lembut.


"Sedikit kecewa". Jawab pelan Sungchan.

__ADS_1


"Kau ingin pulang ke Jepang?".


"Sepertinya begitu".


"Kamu tidak ingin melanjutkan dan meraih impian kamu lagi?". Tanya Aster.


"Untuk apa? Lagi pula ,sudah banyak biaya yang dikeluarkan keluargaku hanya untuk aku meraih impian terbesarku ,aku sudah mengecewakan mereka". Ujar Sungchan.


"Eumm ,baiklah ,kamu jangan pulang ke Jepang dulu".


"Aku akan membuatmu mendapatkan impian itu ,tunggu beberapa hari lagi". Lanjut Aster.


"Kau akan apa?".


"Jangan melakukan yang tidak tidak". Oceh Sungchan.


"Sudah pokoknya ,kau tunggu beberapa hari saja aku yakin ada seseorang yang membantumu". Jawab Aster.


Aster memeluk Sungchan ,mungkin pelukan ini adalah pelukan terakhir untuknya karena setelah ini Aster akan berkerja dengan Jay dan melupakan bahwa ia pernah mencintai Sungchan.


🍁🍁🍁


(Satu hari kemudian).



Asterpun memencet bel yang berada di pagar rumah mewah yang ada didepannya itu.



Lalu keluarlah satu penjaga yang menghampiri Aster di luar.


"Ini benar rumah Jay kan?". Tanya Aster.


"Iya ,maaf anda siapa ya? Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Jay?".


"Saya Aster ,saya teman Jay katanya saya disuruh dateng ke alamat yang ada di kartu ini". Jawab Aster.


Bukannya menyuruh Aster masuk penjaga itu malah menutup gerbang ,pikiran Aster ia disuruh menunggu karena sepertinya Jay adalah anak yang sangat penting di keluarga ini.


"Baiklah ,tuan Jay menyuruh anda masuk". Tak lama dari penjaga itu masuk.


Ketika Aster masuk kerumah Jay ,ternyata sudah ada dua penjaga yang mengawal di sebelah kanan dan di sebelah kiri Aster.

__ADS_1


Kedua penjaga itu menyuruh Aster duduk di sofa yang sangat mewah. Tentu saja Aster sama sekali tidak canggung dengan keadaan rumah yang tidak jauh berbeda dari rumahnya yang ada di Indonesia.


"Hai". Ujar pria yang baru saja turun dari tangga.


Setelah Jay duduk di samping Aster lalu ia menyuruh dua penjaga itu pergi dan tidak menjaganya bersama Aster.


"Aku kira kamu sudah pulang ke negara kamu". Lanjut Jay.


"Aku tinggal dengan bu dajung". Jawab Aster.


"Kamu cantik".


"Orang tua kamu kemana?". Potong Aster.


"Ya di Amerika". Balas Jay dengan cepat.


"Kau tinggal di rumah sebesar ini sendirian?". Tanya Aster takjub.


"Tidak ,ada penjaga ,pembantu".


"Aku benar benar kesepian". Lanjut Jay.


"Mengenai Sungchan ,aku bersedia menerima semua persyaratan dari kamu". Ujar Aster tanpa basa basi.


"Serius?!!". Balas Jay antusias.


Aster mengangguk.


"Baiklah ,aku akan bilang ke papahku ,lagi pula menyogok suatu agensi bukan biaya yang murah ,aku akan menggunakan sebagian tabunganku untuk membantu Sungchan debut".


"Kau melakukan itu untuk Sungchan?". Tanya Aster.


"Tidak.. Aku melakukan ini untuk kamu". Jawab singkat Jay.


"Baiklah ,aku akan pulang ,terima kasih".


"Heh ,mau kemana? Pulang? Ini rumahmu". Henti Jay.


"Lagi pula aku punya sesuatu yang pasti akan membuatmu bahagia". Lanjutnya.


"Apa?".


"Aku mencari tau latar belakang kamu dari informasi Jake ,dan aku berhasil menemukan nomer telepon orang tua kamu". Jawab Jay.

__ADS_1


"Oiya?!! Ah terima kasih". Balas Aster kegirangan.


Jay menyuruh penjaga untuk mengambil kertas yang berada di tempat tidur Jay dan memberikannya ke Aster.


__ADS_2