Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#33.


__ADS_3

Semenjak percobaan tadi malam,setiap kali mereka melakukan hubungan badan tidak memakai pengaman,ini jelas sangat beresiko untuk mereka berdua.


Skip di pagi hari setelah satu bulan mereka melakukan hal itu di hotel , Aster merasa tidak enak badan dan selalu bulak balik ke kamar mandi karena mual ,mual membuat dia sangat pusing.


"Kamu kenapa?". Tanya Jay menyusul Aster di kamar mandi.


"Entahlah". Jawab Aster lemas memegangi kepalanya yang sangat pusing.


"Jika aku tidak acara aku akan membawamu ke dokter".


"Tidak apa apa ,mungkin aku sedang kecapean". Jawab Aster.


"Aku akan menyuruh Jake untuk mengantar kamu ke rumah sakit". Balas Jake yang tidak lama dari itu langsung menelepon Jake untuk meminta tolong mengantarkan Aster kerumah sakit.


🌠


Aster mengganti pakaiannya untuk bergegas kerumah sakit bersama Jake yang sedang menunggu dia di bawah.



Aster mengenakan pakaian itu untuk pergi ke rumah sakit.


Jake akhirnya mengantarkan Aster kerumah sakit ,karena Jay ada urusan ia tidak bisa mengantar Aster kerumah sakit.


Beberapa jam kemudian, gigiran Aster memasuki ruangan untuk di periksa. Jake duduk di samping Aster.


"Apa yang anda rasakan?". Tanya dokter berjenis kelamin perempuan itu.


"Saya tadi mual dok ,kepala saya juga pusing banget tapi saya ga bisa memuntahkan mual saya itu". Jawab Aster.


Dokter yang mengerti entah kenapa langsung memakaikan sejenis jell ke perutnya Aster. Lalu mendeteksi perut Aster dengan alat yang tidak di mengerti oleh Aster.


__ADS_1


"Itu apa dok?". Tanya Aster polos.


"Penyebab kemualan anda karena ada bayi yang mulai tumbuh di perut anda". Jawab dokter dengan singkat.


Jake maupun Aster saling tatap tidak menyangka bahwa ada bayi yang tumbuh di perut Aster tanpa sangka.


"Baiklah ,kalian tunggu disini sambil menunggu hasil usg tadi ,permisi". Dokter itu pergi meninggalkan Jake dan Aster di ruangan periksa itu.


Setelah dokter pergi ,Aster langsung memegangi perutnya dan mengelus elus bayinya yang sangat kecil tadi.


"Apa Jay harus mengetahuinya?". Tanya Jake pelan.


Aster menggelengkan kepalanya.


"Jangan". Jawab singkat Aster.


"Kenapa? Ini anaknya bukan? Dia berhak mengetahuinya".


"Aku tidak ingin membunuh anakku". Lanjut Aster.


"Tapi anak kamu harus mempunyai identitas".


"Jay harus mengetahuinya". Lanjut Jake.


"Aku mohon Jake, hidupku sudah banyak dosa aku hanya ingin berbuat kebaikan dengan mempertahankan kandunganku". Pinta lirih Aster.


Jake nampak berpikir keras dengan tidak menjawab pintaan dari Aster.



Melihat aktivitas laki laki yang sekarang menjadi ayah untuk bayi di dalam kandungannya membuat Aster terus menerus memegangi kandungannya dibalik selimutnya. Ia membayangkan betapa baiknya Jay jika nanti ia mempunyai anak ,apa Jay akan tetap mencintainya atau malah sebaliknya.


"Melamun seperti itu ,ada apa?". Tanya Jay yang tiba tiba telah berada di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu masih mencintaiku?". Tanya Aster.


"Sangat sangat sangat mencintaimu". Jawab Jay dengan penuh gairah.


Aster mengangguk senang.


"Kamu mencintaiku?". Tanya Jay kepada Aster.


"Tidak".


"Why? Setelah apa yang kita lewatin kamu belum mencintaiku?". Ujar Jay dengan nada yang tidak percaya.


"Tapi aku menyayangimu". Balas Aster yang mampu membuat raut muka dari Jay memerah dan malu.


"Jay".


"Apa kau pernah membayangkan bahwa suatu saat nanti kita akan mempunyai anak? Ah itu pasti menyenangkan bukan?". Lanjut Aster.


"Apapun jika bersangkut dengan kamu ,itu pasti akan membuatku bahagia".


"Tapi jika untuk sekarang ,lebih baik tidak". Lanjut Jay.


Ekspresi wajah Aster berubah ketika mendengar kelanjutan dari perkataan Jay.


"Aku baru saja memulai karirku ,aku tidak akan mengecawakan fansku jika mereka tau kalau aku mempunyai anak". Ujar Jay.


"Kenapa? Raut mukamu berubah". Tanya Jay.


"Ah ,tidak, aku hanya membayangkannya saja". Jawab Aster lalu membalikkan badannya dan hendak memejamkan matanya.


Namun ,sangat terasa Jay memeluknya dari belakang ,Jay menaruh tangannya tepat di bagian perutnya. Aster sangat tersentuh bahwa anaknya mendapatkan sentuhan dari papahnya dihari pertama dia di publikasikan.


"Papahmu pasti akan menyayangimu nak ,bunda janji". Ujar Aster dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2