
Dengan perasaan yang sangat khawatir dan tegang ,ketiga pria itu berusaha menenangkan sekaligus menguatkan Aster yang sepertinya sudah tidak kuat lagi. Namun,benar saja ,ditengah tengah jalan Aster jatuh pingsan.
Dan,Jay memerintahkan supir mereka untuk melaju lebih cepat.
Sekitar 5 menit berlalu ,akhirnya mereka sampai ke asrama mereka. Melihat keadaan trainne laiinnya yang sepertinya sedang berada di kamarnya masing masing. Sungchan langsung menggendong Aster kekamarnya.
Sedangkan itu ,Jake memanggil bu Dajung untuk membantu mereka. Dan bu Dajungpun datang.
Melihat keadaan Aster yang berlumuran darah , bu Dajung langsung memeluk tubuh Aster yang sedang pingsan itu. Lalu ,menyuruh Jay Jak dan Sungchan menunggu di luar agar ia bisa menggantikan bajunya Aster.
"Masuklah ,saya akan buatkan teh hangat dan bubur untuk Aster". Pinta bu Dajung kepada Jay Jake dan Sungchan.
Mereka bertiga sama sama menatap miris hidup Aster. Terlebih mereka sama sekali tidak pernah melihat orang hampir sekarat didepan matanya sendiri.
Mereka bertiga hanya bisa berharap satu hal sekarang ,melihat Aster siuman ,setidaknya membuka matanya walaupun rasanya Aster tidak bisa langsung beraktifitas seperti biasanya.
Tak lama dari itu ,rupanuya tuhan mengabulkan harapan ketiga pria itu , Asterpun membuka matanya meskipun bola matanya berubah menjadi merah. Nampak jelas, Aster benar benar sangat kehilangan Arga. Aster menoleh kepada Jay Jake dan Sungchan lalu tersenyum kecil.
"Dia tunanganmu?". Tanya Jay dengan sangat terus terang.
Aster mengangguk.
"Benar benar buruk". Balas Jay dengan senyum smriknya.
"Tadi sudah aku telepon dokter ,katanya kamu harus di rawat rumah". Celetuk Sungchan.
"Padahal tidak perlu".
"Tidak perlu bagaimana? Kamu seperti orang mau mati tadi". Omel Sungchan.
"Ini salahku". Ujar Aster meneteskan air matanya.
"Aku selalu membuat hidup seseorang menderita". Lanjutnya.
__ADS_1
"Berhenti menyalahkan diri kamu sendiri ,kamu juga menderita". Gerutu Jake.
"Jangan nangis ,Aster''. Pinta Sungchan dengan sangat tulus.
Aster menoleh ke sumber suara itu , hati Aster sedikit tersentuh mendengar perintah dari Sungchan.
"Kalian harus istirahat ,kalian pasti capek". Suruh Aster dengan sopan.
"Kamu?". Tanya Jake.
"It's okey ,Jake".
"Tapi nanti jika ada dokter suruh dia masuk dn kamu harus di periksa". Celetuk Jay.
Tanpa basa basi ,Jay Jake dan Sungchan langsung keluar dari kamar Aster. Bagaimanapun juga Aster butuh waktu untuk menerima kenyataan ini.
🍁🍁🍁
Dokter menyarankan Aster untuk di beri cairan agar tubuhnya tidak kekurangan cairan.
"Sakitnya lebih sakit dari yang di bayangkan Arga, apa kamu juga merasakan itu?". Ucap pelan Aster dengan wajahnya yang membengkak.
Emosi seorang Aster sangat susah di tebak ,dengan tiba tiba Aster membuang sketa gambar yang menggambarkan sosok Arga dengan menggulung gulungnya dan melemparkaannya ke pintu lemari.
Aster membalikkan badannya dan mulai menangis keras. Patah hati adalah hal yang sangat disukai oleh setiap wanita.
Jay dengan niat menengok keadaan Aster ,dan membuka pintunya dengan sangat pelan karena takut jika Aster sudah tidur. Jay sangat melihat jelas kalau Aster sedang menangis ,tangisan itu benar benar membuat hatinya juga sakit. Melihat kebawah ,tidak sengaja Jay menemukan selembar kertas dan mebukanya ,ternyata itu adalah pria yang tadi ia temui yang menjadi penyebab Aster seprrti ini.
Aster belum menyadari keberadaan Jay yang sedang memandanginya dari belakang. Hingga tangan lembut Jay menyentuh bahu Aster. Hal itu membuat Aster terkejut ,tidak menyangka seseorang mengetahui jika ia sedang menangis.
"Tadi kamu bilang kamu gapapa ,tapi kenapa sekarang kamu menangis keras?". Tanya Jay.
__ADS_1
"Aku tidak tau kamu datang". Jawab Aster.
"Kamu sangat mencintai laki laki itu?".
Aster mengangguk pelan ,seolah olah mengatakan bahwa ia benar benar mencintai Arga.
"Semuanya sangat tiba tiba". Pelik Aster.
"Aku mengerti ,tapi apa tidak seharusnya kamu mencoba menerima kenyataan ini? Itu bisa mengancam kesehatan kamu". Balas Jay.
"Huhhh ,sangat sulit Jay".
"Kamu tidak akan mengerti". Lanjut Aster.
"Ya, yang aku mengertti sekarang adalah aku sangat tidak suka melihat pria itu menyakiti kamu dan membuat kamu seperti ini".
"RASANYA INGIN AKU BUNUH". Ujar Jay dengan penuh penekanan.
"Dia tidak boleh mati ,dia sangat sehat ,kenapa kamu tidak membunuh aku saja ,padahal sudah jelas aku ini hanya wanita penyakitan".
"Jika seperti itu ,aku akan membunuh semua orang yang menyakiti kamu dulu". Jawab Jay.
"Ini sudah larut ,kembalilah ke kamarmu ,besok kalau telat latihan gimana?". Pinta Jay.
"Kalau aku pergi ,kamu pasti nangis sampai pagi". Entah apa yang masuk dalam tubuh Jay ,Jay bukan tipe pria yang mudah melontarkan kata kata itu.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan?". Tanya Aster.
"Tidur bersamamu malam ini". Balas Jay.
"Aku tidak akan macam macam". Lanjutnya.
"Aku belum mandi ,kamu pasti kebauan jika tidur bersamaku".
"Apa kamu malu? Untuk apa malu denganku? Aku bahkan tau kamu dari luar sampai dalam". Gerutu Jay.
__ADS_1
Aster yang tidak ingin berdebat bersama Jay ,Aster langsung memerintahkan Jay tidur di dekat dinding karena impusan Aster berada di pinggir kasur. Dan Jaypun menuruti kata kata Aster ,lalu mematikan lampu kamar dengan cara menindih tubuh Aster.
Tanpa malunya , Jay tidur dengan memeluk tubuh Aster dari belakang dan menarik selimut. Lalu tidur.