Terjebak Cinta Segitiga Idol

Terjebak Cinta Segitiga Idol
#11.


__ADS_3


Aster sudah menyelasaikan gelang yang ia janjikan untuk Jay. Aster berniat untuk memberikan gelangnya karena tidak ingin yang lain melihatnya ,khususnya untuk Sungchan. Aster tidak ingin melihat Sungchan salah paham lagi tentang hubungannya bersama Jay.


Aster pergi ke kamar Jay ,dan masuk. Ternyata Jay masih belum bangun. Terdiam ,memutar pikiran bagaimana ia memberikannya tanpa membangungkan Jay yang sedang tertidur.


Lalu terlintaslah pikiran ketika Aster melihat satu buah notebook dan pulpen diatas lemari laci sebelah kasur Jay. Aster menuliskan.


...''Selamat pagi! Ini untukmu ,janjiku sudah ditepati bukan? Semoga kamu suka yah . Dari:Aster"....


🍁🍁🍁


"Heii,bukankah surat dan gelang ini darimu?". Ujar Jay yang tiba tiba saja muncul di pintu kamar Aster.


"Iya ,kau suka?". Balas Aster memberhentikan langkah tangannya karena sedang menggambar.


Jay mengangguk dan tersenyum manis kepada Aster.


"Masuklah". Tawaran Aster ,dan Jay dengan senang hati masuk kedalam kamar Aster.


"Kau sedang apa?". Tanya Jay melihat gambaran yang sedang di gambar Aster.


"Bundaku". Jawab Aster menyelipkan sebagian rambutnya ketelinganya.


"Bundamu telah meninggal kenapa kamu menggambarnya?".


"Aku tidak punya satu fotopun tentang bundaku ,satu satunya foto ada di dompetku dan dompet itu telah di curi oleh sahabatku".


"Aku hanya tidak ingin bunda marah karena aku ga punya kenangan satupun tentang dia". Lanjut Aster lalu tersenyum kepada Jay.

__ADS_1


Jay menatap indahnya diri Aster ketika Aster sedang menggambar bundanya. Lalu tersenyum ,melihat betapa sayangnya Aster kepada bundanya walaupun dia tidak pernah melihat bundanya sama sekali.


"Hhuufftt!!! Sudah selesaii, ah,apakah lama menunggu menggambar?". Ucap Aster.


"Ah tidak". Jawab singkat Jay.


"Bundamu cantik".


"Sama seperti kamu". Lanjut Jay yang sedang melihat gambaran dari dari Aster.


"Terima kasih ,dia juga wanita terhebat untukku". Jawab Aster membisikan kalimat itu kepada Jay.


"Kau tidak pernah menyaksikan dia hidup bagaimana bisa kamu bilang dia wanita hebat". Balas Jay dengan polosnya.


"Dengan dia merawat dan melindungiku selama 9 bulan ,membuktikan kalau dia adalah wanita hebat bukan?".


"Meskipun kelahiran kamu sebenarnya adalah bertujuan untuk pendonor hati untuk kakakmu?".


"Aku tidak pernah menganggap kelahiranku adalah bahan untuk pendonor hati ,bagiku itu adalah pengorbanan yang mungkin dilakukan dengan adik dan kakak". Ujar Aster.


"Tapi setelah itu papahmu sama sekali tidak pernah membahagiakan kamu".


"Apa kamu tau Jay ,kadang aku berfikir untuk apa tuhan membiarkan aku hidup? Aku mengalami banyak kejadian dalam hidupku ,meskipun papah mengorbankanku untuk menjadi pendonor untuk kakakku ,tapi aku tetap bersyukur ternyata aku pernah terlintas didalam pikiran dan hatinya papah". Ucap Aster menahan air matanya.


"Hidup terlalu kejam kepada kamu ,Aster".


"Apa yang bisa aku lakukan? Selain menunggu kapan tuhan mengambil nyawaku dan menemukanku bersama bunda". Kali ini, air mata Aster benar benar jatuh cukup deras.


Jay yang melihat itu langsung memeluk Aster dengan perasaan ketulusannya kepada Aster. Jay tau betul bagaimana perasaan Aster sekarang karena Jay sebenarnya sedikit tidak merasakan kasih sayang dari orang tuanya karena Jay mengira kalau orang tuanya tidak memberikan apa apa kecuali uang ,uang ,dan uang.

__ADS_1


"Aku rindu bundaku ,aku ingin merasakan rasanya disayangi oleh ibu kandungku ,papah bilang aku yang menyebabkan bundaku meninggal". Ujar Aster tidak terlalu jelas karna tangisannya sangat meledak.


"Negara ini mungkin asing untuk kamu ,namun percayalah kamu harus mulai terbiasa hidup disini". Nasehat Jay.


"Jangan menangis ,aku mohon". Lanjut Jay sembari mengusap air mata yang mulai membasahi pipi mulus Aster.


"Oiya ,bukannya kau membuat gelang itu dua?".


Aster mengangguk.


"Pakailah". Pinta Jay.


"Ta-ta-tapi".


"Tapi apa?".


"Jika yang lain menyadari kita mengenakan gelang yang sama bagaimana?''.


"Yang lain atau Sungchan?".


"Euumm".


"Bukannya kamu memberikan gelang juga kepada Sungchan? Ini adil ,kenapa harus tidak enak kepada Sungchan?". Ujar Jay.


"Kau tau?".


Jay mengangguk.


"Baiklah ,ini akan aku pakai ,kembalilah kekamarmu ,aku tidak ingin kamu dianggap apa apa jika ada yang melihat di kamarku".

__ADS_1


"Jaga dirimu baik baik ,aku akan balik lagi". Jawab jay dan mencium kening Aster.


__ADS_2